
Setelah selesai merapikan dirinya, Kiara pun berjalan menuju pintu dan membuka pintu itu dan betapa malunya Kiara saat yang mengetuk pintu itu ternyata mama Nadin, sungguh Kiara sangat malu, karna ini pertama kalinya ia bangun jam segini padahal biasanya jam segini ia sedang menyiapkan makan malam bersama mama Nadin.
"Maaf ma, Kiara kebablasan tidurnya." cicit Kiara malu pada mama Nadin.
"Gak papa sayang, mungkin kamu lelah menjaga anak anak selama ini jadi tidak masalah jika kamu telat bangun pas tidak ada anak anak, dan mama maklumi itu kok sayang," ucap mama Nadin lembut.
"Oh ya, mama kesini cuma mau bilang untuk siap siap karna kita akan makan malam di luar, tadi Diki telpon dan mengajak kita makan malam di restoran seafood langganan kita dan dia sudah menunggu di sana sama anak anak." ucap mama Nadin dan setelah itu pergi dari kamar Kiara karna mama Nadin juga ingin siap siap makan malam diluar.
Setelah mama Nadin pergi dari kamarnya, Kiara pun dengan segera masuk kembali ke kamarnya dan membangunkan Dika yang masih tertidur dengan sangat lelap setelah mendapatkan kepuasan yang hakiki dari servis sang istri tercinta.
"Mas bangun mas, sudah malam ni" ucap Kiara sambil menggoyang goyangkan tubuh Dika.
Merasa ada yang menggoyangkan tubuhnya dan mendengar suara sang istri, dengan perlahan mata Dika terbuka meski masih sedikit karna masih mengantuk, dan kembali menarik tubuh Kiara dalam pelukannya.
__ADS_1
"Mas bangun, ini sudah malam, lagian kita mau makan malam diluar mas, sudah di tungguin Diki dan anak anak di restoran langganan kita. Bangun yuk mas" Ucap Kiara dan seketika membuat mata Dika terbuka.
"Ini jam berapa sayang?" tanya Dika.
"Sudah mau jam tujuh, aku mandi duluan ya, soalnya sudah di tunggu." ucap Kiara dan langsung berjalan ke kamar mandi meninggalkan Dika yang sudah duduk di atas tempat tidur.
Satu jam berlalu, kini Kiara dan Dika sudah siap untuk pergi keduanya pun keluar kamar dan berjalan menuju ruang keluarga yang disana sudah ada mama Nadin dan papa Juna menunggunya, dan mereka pun berangkat menuju restoran yang di akan menjadi tempat makam malam kali ini.
Tak pernah Kiara sangka ia akan bertemu dengan wanita itu setelah bertahun tahun tak bertemu tapi sorot mata wanita itu masih sama dengan dulu saya menatapnya, tatapan benci dan juga marah masih kentara terlihat dari tatapan wanita itu padanya.
Wanita itu menatap Kiara dengan tajam dan berjalan menuju Kiara dengan marah yang sangat membuat Kiara bingung.
"Bagai mana kabar kamu?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"Baik Tante, Tante sehat?" tanya Kiara basa basi karna canggung.
"Kami nyumpahin saya sakit biar kamu bisa kembali pada anak saya lagi iya." ucap wanita itu dan seketika membuat Kiara kaget karna tak menyangka dengan jawaban wanita itu.
"Kok Tante ngomongnya seperti itu, kan saya nanyanya baik baik, kenapa Tante ngegas, maaf kalo pertanyaan saya membuat Tante marah, sudah lupain saja, tapi maaf ya Tante saya tidak ada niat buat kembali pada anak Tante karna saya sudah punya suami dan juga mertua yang sangat baik jadi, jadi saya tak butuh laki laki yang masih bersembunyi di ketek ibunya. Permisi Tante." ucap Kiara kesal karna dituduh seperti itu.
Mendengar ucapan Kiara membuat mama Nadin papa Juna dan Dika tersenyum senang, karna tak menyangka Kiara akan memujinya di hadapan orang lain, meski tadi sempat marah karna Kiara di tuduh seperti itu, tap tak apa karna ucapan Kiara sudah memukul telak wanita itu.
.
.
Bersambung....
__ADS_1