
"Kak, apa kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini? aku sangat merindukan kamu, rindu banget akan sikap oper protektif kamu ke aku, kaku tau, sudah beberapa hari ini aku tidak ***** makan, dan aku jadi suka begadang hanya untuk menunggu chat atau telpon dari kamu, tapi kamu gak pernah ada ngehubungi aku, aku kangen banget sama kamu kak, bahkan dada ini begitu sesak menahan rindu sama kamu." ucap Nina menerawang jauh berbicara sendiri mengeluarkan isis hatinya.
Nina menangis di taman rumahnya seorang diri sampai tidak sadar ada yang mendekat ke arahnya dan mendengarkan ucapannya tadi, dan orang itu langsung berjalan mendekati Nina dan langsung memeluk Nina dari belakang.
NIna yang mendapat pelukan dari belakang langsung sadar siapa yang memeluknya, NIna pun makin keras menangis mengeluarkan rasa sesak di dadanya itu.
"Menangislah jika itu bisa membuat hati kamu lebih lega." ucap laki laki itu yang tak lain adalah Yoga sepupu NIna kakaknya Clarisa.
"Bang apa aku punya salah ya sama dia, sampai dia tega banget giniin aku? aku sayang banget sama dia bang, kalo memang dia sudah punya pacar kenapa dia kasih harapan ke aku bang." ucap nina di pelukan sahabat sekaligus sepupunya itu.
Yoga yang melihat adik kesayangannya itu menangis mengepalkan tangannya setelah mendengar ucapan Nina jika sang adik cuma di PHPin saja, dia berjanji akan memberikan pelajaran pada laki laki yang sudah membuat adiknya itu menangis seperti ini.
"Sekarang lebih baik kamau masuk ya, ini sudah malam tidsak baik jika kamu terus begadang memikirkan laki laki seperti dia, nanti abang carikan laki laki yang bertanggung jawab dan mencintai serta menerima kamu apa adanya ya," ucap Yoga sambil menghapus air mata di pipi Nina.
"Tapi aku cintanya sama dia bang, aku gak mau yang lain" ucap nina manja.
"Ya..., Ya...., sekarang kamu tidur ys ini sudah malam, ayo abang antar kamu ke kamar abang tidak ijinkan kamu berada di luar lagi, ayo!" ucap Yoga dan langsung menuntun Nina masuk kedalam rumah Nina menuju kamar Nina.
Setelah selesai membawa Nina masuk dalam kamarnya, Yoga pun pulang kerumahnya yang berada di samping rumah Nina dan langsung menuju kamar adik perempuannya yang tak lain Clarisa, saat sudah sampai di depan kamar Risa, Yoga pun langsung masuk kamar Risa tanpa ketuk pintu terlebih dahulu.
"Sa..." Panggil Yoga pada Risa yang lagi chatingan sama Diki dan membuat Risa kaget.
"Bang bisa gak sih kalo masuk kamar aku ketuk pintu dulu." Ucap RIsa marah.
"Soryy...., ada yang lebih penting yang ingin abang tanyakan sama kamu."Ucap Yoga to the points.
"Apa..?" tanya Risa sewot.
"Siapa nama laki laki yang di sukai Nina? dan dari mana? kasih lihat fotonya abang." Ucap Yoga tanpa basa basi.
__ADS_1
"Kenapa abang ingin tau siapa laki laki yang di sukai Nina?" tanya Risa kepo karna tak biasanya abangnya kepo masalah percintaan adik adik tersayangnya itu.
"Ada yang ingi kakak tanyakan sama dia, coba sini kasih lihat fotonya dan minta nomor hendphone nya sekalian alamat rumahnya." ucap Yoga pada Risa.
"Nih,, " Ucap Risa langsung memperlihatkan foto Kevin dan juga memberikan nomor handphone Kevin pada Yoga serta memberikan alamat rumah papa Juna, karna saat ini Kevin masih tinggal di rumah papa Juna.
Setelah mendapatkan nomor hendphone Kevin Yoga pun langsung keluar dari kamar Risa dan menuju garasi mobil, karna Yoga ingin menemui Kevin saat ini sebab amarahnya sudah di puncak saat mendengar ucapan hati NIna tadi.
Yoga : "Tut...., Tut.... Tut..."
Kevin : "Ya halo.."
Yoga : "Benar ini dengan Kevin?"
Kevin : "Ya, saya sendiri, ini dengan siapa?"
Kevin : "Apa yang terjadi dengan Nina, anda jangan berani macam macam sama Nina kalo tidak anda berurusan dengan saya," Ucap Kevin emosi.
Yoga : "Temui saya di cafe Lemon sekarang, saya tunggu anda di sana sekarang." ucap Yoga dan langsung mematikan panggilan telponnya tanpa mendengar jawaban Kevin.
Setelah selesai menghubungi Kevin, Yoga pun langsung menjalankan mobilnya menuju cafe Lemon untuk bertemu dengan Kevin, sekaligus memberi pelajaran pada laki laki yangh sudah membuat adiknya tidak mau makan berhari hari itu.
.
Di lain tempat, Kevin yang menerima telpon dari orang tak dikenal dan membawa bawa nama Nina langsung naik darah, karna Kevin yang sangat mencintai dan juga sangat oper protektif terhadap Nina langsung saja dia pergi ke garasi mobil dan segera pergi ke cafe Lemon untuk bertemu dengan orang tersebut, karna Kevin sangat tidak rela jika Nina sampai kernapa kenapa.
Dengan kecepatan penuh, Kevin mengendarai mobilnya kaya orang kesetanan agara bisa segera sampai di tempat tersebut,
Setelah kuaramg lebih dua puluh menit, akhirnya Kevin sampai di cafe tersebut dan langsung masuk ke dalam cafe tersebut sambil memanggil nomor tadi yang meminta ketermuan disini.
__ADS_1
Setelah tau di mana orang itu berada, Kevin langsung berjalan mendekati meja yang di duduki satu oarang itu.
.
Di rumah papa Juna, saat ini semua orang tengah panik, pasalnya sedari habis makan sebenarnya Kiara sudah merasakan ada yang tidak nayaman dengan perutnya, Kiara sudah merasakan sakit tapi tidak terlalu dan kini sakit itu sudah semakin sakit bahkan air ketubannya pun sudah pecah, dengan panik Dika menggendong tubuh Kiara untuk pergi ke rumah sakit, tapi Dika tidak sadar Jika saat ini dia hanya menggunakan celana boxer saja tanpa atasan, karna Dika baru saja selesai menengok sang cabang bayi agar mempermudah jalan lahir dan sialnya permainan Dika belum sampai selesai Kiara sudah mengeluh perutnya sakit dan terpaksa Dika menyudahi acaranya menengok anaknya karna anaknya sudah mau keluar.
Saat sudah sampai di dalam mobil Kiara melihat Dika dengan sebal karna tak memakai baju dan hanya mengunakan boxer saja.
"Mas kamu mau kerumah sakit antar aku hanya pakai boxer saja? mau pamer gitu di sana?" tanya Kiara sebal sambil menahan sakit.
"Astaga sayang, mas lupa" ucap Dika sambil menepuk dahinya dan segera turun dari mobil berlari menuju kamarnya.
"Mah, sakit..."ucap Kiara pada mama Nadin yang langsung pindah duduk di samping Kiara saat Dika keluar barusan.
"Sabar sayang, sebentar lagi kita kerumah sakit," ucap mama Nadin sambil mengusap perut Kiara.
"Tahan sebentar ya nak, sebentar lagi anak kamu lahir, kamu harus kuat ya nak." ucap ibu Wati yang juga berada di sebelahnya.
Dengan tergesa gesa DIka masuk kedalam mobil yang sudah ada papa Juna memegang setir, dengan kecepatan penuh papa Juna mengemudikan mobilnya agar segera samapai di rumah sakit.
.
.
Bersambung...
INI DUA PART TAK JADIIN SATU YA, BIAR READER SENANG AUTHOR LAMA UP NYA...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA....
__ADS_1