Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Melepas Rindu...


__ADS_3

Dika yang mendengar suara Kiara samar-samar langsung saja Dika membuka matanya untuk memastikan apa yang ia dengar itu beneran suara Kiara.


Dan betapa senangnya Dika saat dia membuka matanya dia melihat Kiara dengan senyum mengembang menatapnya.


"Kiara...." ucap Dika lemah dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Mas kamu sudah sadar..." ucap Kiara senang.


"Ini beneran kamu sayang.." ucap Dika sambil menggenggam tangan Kiara.


"Iya mas, ini aku.." jawab Kiara.


"Mas kangen kamu dan anak-anak sayang" ucap Dika dengan air mata yang sudah keluar tanpa permisi.


Kiara yang melihat air mata Dika dan melihat di mata Dika begitu dia menyimpan luka, langsung menghapus air mata Dika.


"Anak-anak juga kangen kamu mas" jawab Kiara.


Mama Nadin yang melihat situasi ini segera pergi dari ruang rawat Dika, agar Dika segera bisa menjelaskan kesalahpahaman nya dengan Kiara,karna mama Nadin tak sanggup melihat kondisi Dika yang seperti ini.


"Cuma anak-anak yang kangen sama aku?" Tanya Dika dengan raut wajah sedih dan air mata tambah deras.

__ADS_1


"Udah mas, kamu jangan mikirin itu, yang harus kamu Fikirin adalah mas harus segera sembuh agar anak-anak bisa ketemu sama ayahnya." ucap Kiara berusaha mengalihkan pembicaraannya.


"Apa kamu gak pernah sekali saja kangen sama aku? aku kangen kamu, aku akui aku salah, dulu tak cerita jujur sama kamu, tapi aku udah gak pernah ada hubungan lagi sama dia sejak aku memutuskan kembali sama kamu, please jangan hukum aku kaya gini lagi, aku gak sanggup jauh dari kamu, aku tersiksa, hidup aku kamu, jiwa raga ku milik kamu, dunia aku kamu, maafin aku, jangan tinggalin aku." ucap Dika sambil menangis sesegukkan, memegang tangan Kiara erat.


"Dulu aku memang bukan suami yang baik, yang menelantarkan istrinya yang lagi hamil anaknya, tapi ijinkan aku untuk menebus semua yang pernah aku lewatkan sama kamu dan anak-anak kita, aku butuh kamu dan mereka, aku gak sanggup lagi pura-pura kuat menjali hari aku tanpa kamu, karna sesungguhnya hati aku sangat hancur saat kamu pergi membawa separuh nafas dan jiwa aku, jadi aku mohon maafin aku, maafin aku Kiara, aku sayang dan cinta kamu, hati ini gak bisa lagi menahan rasa sakit ini." tambah Dika lagi dengan memukul-mukul dadanya.


Kiara yang melihat Dika seperti itu, runtuh sudah pertahanan Kiara selama ini, Kiara memang selalu merindukan Dika, apa lagi ketiga balita Angel itu wajahnya sangat mirip dengan Dika, jadi sangat tidak mungkin jika Kiara tak merasakan sakit karna perpisahan ini. Dengan segera Kiara langsung memeluk Dika yang masih berbaring dan menangis terus memukul dadanya.


"Mas, jangan kaya gini lagi, aku sakit lihat mas kaya gini, aku juga kangen sama mas, kangen banget malah." ucap Kiara yang juga ikut menangis.


Dika yang melihat Kiara memeluknya, dengan segera dia membalas pelukan Kiara erat, Dika yang mendengar pengakuan Kiara kalo dirinya juga kangen dengan dirinya langsung saja Dika membalas ucapan Kiara.


"Mas jauh lebih rindu sama kamu, karna kamu adalah jiwa raga mas, maafin mas sayang, karna udah buat kamu kecewa, tapi mas janji, mas gak akan buat kamu kecewa lagi, mas sayang dan cinta banget sama kamu Kiara, kamu adalah belahan jiwa mas!" ucap Dika dan mencium kepala Kiara lama.


"Mas, bagai mana ke adaan mas sekarang? aku panggil dokter dulu ya buat periksa ke adaan mas, kalo mas udah sadar." ucap Kiara namun di tahan oleh Dika


"Gak usah panggil dokter sayang, mas udah baik-baik saja, malah sangat baik karna jiwa raga mas sudah kembali kesini." ucap Dika senyum.


"Mas ih,,,, Aku serius Lo ini! aku panggil dokter ya biar periksa ke adaan mas, aku gak mau mas kenapa-kenapa lagi." ucap Kiara.


"Mas tidak apa-apa sayang, mas cuma kurang istirahat dan banyak fikiran saja, jadi kamu gak usah khawatir lagi ya,." ucap Dika meyakinkan Kiara.

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu, mulai sekarang mas gak boleh ke cape'an, dan juga harus banyak istirahat, biar mas gak sakit lagi ya." ucap Kiara sendu.


"Iya sayang, mas kaya gitu kan agar mas bisa mengalihkan fikiran mas dari kamu, biara mas gak tambah stres mikirin kamu terus, makanya mas lampiaskan pada kerjaan," jawab Dika.


"Maaf ya mas, gara-gara aku, mas jadi kaya gini," ucap Kiara menundukkan wajahnya.


Dika yang melihat Kiara menundukkan wajahnya langsung bangun dari tidurnya dan berusaha duduk dan di bantu Kiara.


"Sayang duduk di sini depan mas." pinta Dika.


Kiara pun langsung duduk di depan Dika tanpa bertanya lagi.


"Sayang, jangan pernah mengucapkan kata maaf ya, karna apa yang kamu lakukan itu adalah hal yang wajar karna kamu kecewa sama sikap mas selama ini yang tak jujur sama kamu, karna kalo mas ada di posisi kamu, belum tentu mas akan mau memaafkan kamu lagi, tapi apa yang kamu lakukan sekarang, kamu datang kesini dengan memberikan maaf buat mas, yang sudah membuat hati kamu sakit berkali-kali, mas selalu menorehkan luka di hati kamu, tapi kamu, sekali pun kamu tak pernah membalas perbuatan mas, mencaci mas, atau kamu maki-maki mas, tapi dengan kepergian kamu dan membawa anak-anak kita, itu adalah hukuman terberat yang mas rasakan, bahkan hukuman itu juga belum bisa di bilang setimpal dengan apa yang mas pernah lakukan sama kamu dulu, mas dengan tidak punya hati menyuruh kamu menggugurkan anak kita, dan sekarang mas merasakan itu, mas di tinggal oleh orang yang mas sayang di saat mas lagi sayang dan cinta banget karna perbuatan masa lalu mas, jadi mas mohon jangan ucapakan kata maaf lagi keluar dari mulut kamu ya, karna itu sangat menyakitkan buat mas!" ucap Dika panjang lebar.


Kiara yang mendengar kata-kata Diak, langsung berhamburan memeluk Dika erat, dalam hati Kiara, Kiara sangat menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan pada Dika, menuruti egonya justru membuat banyak orang di sekelilingnya terluka, terutama suaminya yang sangat menderita dengan kepergiannya.


"Mas, mulai sekarang, aku janji tidak akan pergi lagi dari hidup kamu, kecuali kamu sendiri yang meminta aku untuk pergi dari hidup kamu." ucap Kiara.


"Dan itu tak akan pernah terjadi, karna mas tidak akan pernah mengijinkan kamu untuk pergi dari hidup mas walau sedetik pun, karna kamu adalah nafas mas, dunia mas, dan jiwa raga mas." ucap Dika mantap dan mengeratkan pelukannya.


Bersambung....

__ADS_1


***Hai.... kakak-kakak pembaca setia menikah lagi karna wasiat, maaf ya kalo author lama up nya, karna author lagi ada sedikit kesibukan, tapi author akan sebisa mungkin mencari waktu agar bisa up lagi,


Oh ya... jangan lupa mampir di karya author yang lain ya, author punya cerita baru Lo... sudah ada dua bab, mampir ya kakak cantik di novel luthor yang baru berjudul ' ketulusan hati' dan juga novel author yang satu lagi, ' kepentok cina playgirl ' makasi kakak-kakak semua, salam sayang dari author.


__ADS_2