
Dengan segera Dika mematikan sambungan telponnya pada Natali saat tadi Dika menertawakan Natali dengan mengakui Dika masih calon suaminya, karna Dika tak ingin lagi berlama-lama berbicara dengan wanita ular itu.
Dika masih berdiri di situ sambil menutup matanya dan kembali mengingat betapa bodohnya dia yang percaya akan cinta palsu yang di berikan Natali dan tak menghiraukan cinta tulus dari Kiara, hingga dirinya terus tertarik ke dalam permainan licik Natali yang hanya menginginkan hartanya saja, dan pada akhirnya dia di tarik dari permainan licik Natali oleh Kiara yang tulus mencintainya dan kini tengah mengandung buah cintanya itu.
Dika tersadar dari lamunannya setelah Kiara memegang lengannya dan itu membuat Dika kaget dan langsung menoleh pada Kiara yang berada di sebelah kanannya dengan tersenyum manis menatapnya.
"Mas...., lagi apa diam disini?" Tanya
Kiara.
"Mas lagi menikmati pemandangan sayang..." Jawab Dika.
"Mas mau di buatin minum gak? Kiara mau ke dapur buat susu, mau sekalian gak.?" Tawar Kiara.
"Biar mas aja yang buatin kamu susu, ku duduk aja di sofa ya, mas gak mau sampai kamu kecapean, duduk di sini ya." Ucap Dika dan langsung membawa Kiara masuk dan membantu Kiara duduk di sofa.
"Makasih ya mas,, maaf aku udah ngerepotin kamu.." Jawab Kiara.
"Gak sayang..., kamu gak ngerepotin, tapi ini memang ke inginan mas kok, ingin menebus semua yang udah mas lewatkan selama ini." Jawab Dika sambil tersenyum dan melangkah meninggal kamar menuju dapur untuk membuatkan susu buat Kiara.
Di saat Dika sedang membuatkan susu buat Kiara tak sengaja mama Nadin melihat anaknya sedang mengambil susu hamil milik Kiara, mama Nadin memperhatikan apa yang lagi di buat Dika, karna mama Nadin sedikit khawatir kalo Dika akan meracuni Kiara meskipun mama Nadin senang dengan perubahan Dika.
Mama Nadin terus memperhatikan Dika yang sedang membuat susu dengan terus tersenyum yang tak luntur dari bibir Dika, mama Nadin bernafas lega karna Dika tak mencampurkan apa pun pada susu yang tengah di buatnya, hingga Dika pergi dari dapur menuju kamarnya mama Nadin terus memperhatikan Dika sampai Dika masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Dika memang anak kandung mama Nadin, tapi dia tetep khawatir dengan Dika, takut sewaktu-waktu Dika akan mencelakai Kiara dan juga cucunya,
tak menutup kemungkinan kalau Dika akan berbuat nekat mencelakai Kiara karna dulu Dika pernah menyuruh Kiara untuk menggugurkan kandungannya.
Bukannya mama Nadin tak percaya dengan Dika tapi hanya untuk berjaga-jaga agar kejadian yang tak di inginkan tak terjadi, dan membuat penyesalan yang sangat mendalam.
Dika membawa susu buatannya untuk Kiara dan juga kopi yang ia buat untuk dirinya ke kamarnya, saat sampai dikamar Dika melihat Kiara sedang fokus dengan handphone nya sampai Kiara tak menyadari kedatangannya.
Dika langsung menaruh nampan yang berisi minuman dan buah potong yang ia ambil dari kulkas itu di meja yang ada di depannya, Dika menatap lama Kiara sehingga Kiara tak sengaja menoleh ke samping kirinya terdapat Dika yang sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Mas..." Sapa Kiara.
"Iya sayang... Ini susu kamu, dan mas juga bawakan buah buat kamu." Ucap Dika sambil memberikan susu pada Kiara.
"Makasih mas." Jawab Kiara tersenyum dan langsung meneguk habis susu itu, karna susu yang di minum Kiara saat ini rasanya bener-bener enak, tak seperti susu yang sering dia minum selama ini.
"Susu yang ada di dapur sayang,, emang kenapa? apa rasanya tidak sesuai dengan takaran yang biasa kamu minum? padahal mas sudah mengikuti petunjuk yang ada di boks susu itu Lo..!" Ucap Dika dengan raut wajah bingung.
"Gak... Mas,, justru rasa susu ini sangat enak banget, aku gak pernah Lo minum susu seenak ini!." Jawab Kiara sambil tersenyum
Dika yang mendengar jawaban dari Kiara pun bernafas lega, pasalnya tadi dia sudah berfikir kalo dia salah menakar susu itu dan membuat Kiara gak suka dan harus terpaksa menghabiskannya demi menghargai dirinya.
"Ya udah, kalo gitu mulai saat ini mas yang akan buatkan susu buat kamu, ok..!" Saut Dika sambil mengelus kepala Kiara dengan sayang.
__ADS_1
"Makasih mas, tapi bener Lo susu ini sangat enak banget, tak pernah aku minum susu seenak ini." Jawab Kiara dan meyakinkan kalo susu yang dia minum itu sangat enak.
Dika makin merasa bersalah setelah mendengar perkataan Kiara barusan.
'padahal hanya di buatin susu aja Kiara sudah sangat senang seperti itu, apa karna selama ini dia tak pernah mendapatkan perhatian dari aku ya sehingga dia bilang kalo buatan susu aku begitu enak, maafin mas Kiara karna dulu pernah nyakitin kamu, mas janji akan buat kamu dan anak kita bahagia, mas janji akan menebus semua waktu yang telah mas sia-siakan Kiara.' Batin Dika.
"Mas kenapa bengong." Tanya Kiara saat melihat Dika hanya bengong saja melihatnya dengan raut wajah bersalah.
"Mas gak apa-apa kok sayang.. " jawab Dika.
"Beneran? aku gak suka ya kalo mas nyimpan masalah mas sendiri!." Jawab Kiara sambil terus memperhatikan wajah Dika yang masih sama.
"Beneran...., mas gak papa kok,, kamu mandi dulu gih udah sore,!" Ucap Dika.
"Entar mas kalo udah selesai masak aku baru mandi, ya udah aku ke dapur dulu ya mau masak." Ucap Kiara dan bersiap bangun, namun tak jadi karna tangannya keburu di pegang sama Dika.
"Kamu gak usah masak sayang.. Kan sudah ada bibi yang masak, jadi lebih baik kamu sekarang mandi ya!" Ucap Dika.
"Mas aku gak bisa makan kalo bukan dari masakan aku mas, bahkan masakan mama aja jarang aku makan kalo aku gak lagi pingin di masakin." Jawab Kiara dengan muka sedih.
"Ya udah kalo gitu biar mas yang masakin kamu ya, sekarang kamu mandi dan dandan yang cantik ok..! Nanti mas panggil kalo masakannya udah jadi." Pinta Dika dan langsung keluar dari kamarnya tanpa menunggu jawaban Kiara.
Kiara yang mendengar perkataan Dika jadi senyum bahagia, karna baru kali ini dia mendapatkan perhatian dari suaminya yang selama ini dia impikan, dan tuhan pun mengabulkan doanya sebelum anak-anaknya lahir dan dapat merasakan perhatian dari ayahnya.
__ADS_1
'Mas makasih ya karna sudah kembali sama aku dan menerima aku dan anak-anak kita, aku sangat bahagia mas mendapat perhatian dari kamu, karna ini yang aku idam-idamkan semenjak aku hamil mas.' Batin Kiara.
Bersambung.....