
"Gak mungkin,,, gue gak percaya kalo anak yang di kandung Kiara itu anak gue" Kata Dika masih menyangkal kenyataan yang ada
" Terserah kalo lo gak percaya,, yang jelas gue udah kasih tau lo semuanya,," Kata Rey sambil menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi taman itu
"Pokok nya gue gak percaya kalo anak itu anak gue,," Kata Dika marah dan pergi dari tempat itu
*
Ke esok kan harinya Kiara bangun dari tidur nya pukul enam pagi,, Kiara bangun di sebuah ruangan VIV yang di pesan Rey semalam, karna setelah kepergian Dika entah kemana, Rey kembali ke UGD untuk melihat ke adaan Kiara, dan kebetulan bertemu dengan Dokter yang merawat Kiara tadi, dan Dokter menyarankan agar Kiara di rawat inap, Rey pun bergegas mengurus administrasi dan memesan kamar VIV untuk Kiara agar Kiara nyaman,
Kiara tak meliah kehadiran suaminya disitu, hanya ada Rey yang masih tidur di sofa, Kiara berusaha bangun dari Tidurnya dan bersandar disandaran tempat tidur itu, Kiara fikir mungkin suaminya lagi keluar makanya tak ada di sini,
Sampai satu jam Kiara menunggu kedatangan suaminya tak juga kunjung datang, sampai akhirnya Rey bangun dari tidurnya pukul tujuh pagi,
"Pagi Kiara,,, Apa kamu sudah merasakan lebih baik?" Tanya Rey
" Pagi juga Rey,, aku sudah merasakan jauh lebih baik,, apakah hari ini aku bisa pulang Rey?" Tanya Kiara
"Nanti aku tanyain sama Dokter, mungkin sebentar lagi datang memeriksa keadaan kamu" Jawab Rey
__ADS_1
" Oh ya,, Rey, Mas Dika mana?" Tanya Kiara menanyakan suaminya
"Jagi keluar mungkin,, Aku juga gak tau" Jawab Rey bohong
"Oh,,,,, " Jawab Kiara,,
"Rey apa anak ku baik - baik saja?" Tanya KIara lagi
" Kata dokter semalem sih baik - baik aja, kamu cuma kram di bagian perut bawah, sebenar nya apa yang terjadi? kenapa dokter bilang kalo kamu habis jatuh dalam posisi tengkurap?" Tanya Rey
"sebenar nya aku gak jatuh, cuma waktu itu mas Dika menindih aku , terus waktu itu mas Dika lompat ke arah aku dan langsung berada di atas aku," Jawab Kiara malu
"Aku sudah suruh dia turun,, tapi dia gak mau,, dia katanya mau bilang sesuatu sama aku waktu itu, tapi gak jadi karna perut aku langsung sakit karna tubuh mas Dika berat banget, dan aku gak mampu untuk menahan berat tubuh mas Dika agar tak mengenai perut aku, jadilah perut aku du tindih sama mas Dika" Kata Kiara menjelaskan
" Oh gitu,, kalian pasti lagi mau melakukan 'itu' ya,," Goda Rey
"Mana ada,," Kata Kiara memalingkan wajahnya malu,,
"Ha.. Ha.. Ha,,,,,, mau 'ituan' juga gak papa kok,, kan udah sah,,," Jawab Rey yang masih menggoda Kiara, agar Kiara tak lagi menanyakan keberadaan Dika
__ADS_1
" Udah ah,, sana kamu mandi dulu,, bauk tau,,,, hus,, hus,," Usir Kiara sambil mengibaskan tangan nya di depan hidung nya,,
" Iya aku mandi dulu," Kata Rey langsung beranjak menuju pintu kamar mandi
Setelah Rey masuk kamar mandi datanglah suster membawakan Kiara sarapan paginya,
Setengah jam kemudian datanglah Dokter semalam, dan juga Dokter perempuan beserta Suster untuk memeriksa keadaan Kiara juga anak nya
" Pagi bu Kiara,,, " Sapa Dokter laki - laki semalam,
" Pagi juga Dokter" Sapa balik Kiara
" Bagai mana keadaan ibu pagi ini? Apa ada keluhan?" Tanya Dokter laki - laki itu
"Tidak dok, saya merasa sudah kembali seperti semula" Jawab Kiara
" Baiklah,, perkenalkan saya dokter Anggi dokter kandungan yang akan memeriksa janin yang ada di dalam perut ibu,," Kata Dokter perempuan itu ramah
"Silahkan Dok,," jawab Kiara
__ADS_1
Bersambung....