
Seperti biasa pagi hari yang begitu cerah, Kiara sudah sangat sibuk mengurusi ketiga anaknya yang akan berangkat sekolah bareng sang ayah, tapi baru saja Kiara selesai memakaikan seragam dan mengikat rambut Angelita, suami manjanya itu udah teriak - teriak nyariin Kiara.
" Sayang....., Dasi mas yang berwarna biru garis-garis putih mana sayang?.." teriak Dika dari dalam kamarnya.
"Di laci tempat biasa mas..." teriak Kiara juga dari kamar si kembar yang berada di sebelah kamarnya, karna pada saat itu Kiara lagi memakaikan sepatu pada ketiga buah hatinya..
"Gak ada sayang....," teriak Dika lagi.
"Sayang pakai tasnya, abis itu kalian duluan ke meja makan ya, bunda mau bantuin ayah dulu" ucap Kiara pada ketiga buah hatinya.
Setelah selesai mengurus ketiga anaknya, Kiara langsung bergegas masuk ke kamarnya untuk mengurus sang suami, yang selalu ingin mendapat perhatian dari yang istri tercinta.
"Udah ketemu mas?" tanya Kiara pada Dika yang duduk di sofa sambil memainkan handphone nya.
"Belum sayang, udah mas cari tapi gak ketemu." ucap Dika dan kembali memainkan handphone nya.
__ADS_1
"Astaga mas....! kamu selalu saja seperti ini kalo ngambil barang!" ucap Kiara kaget bercak pinggang melihat laci tempat ia menyimpan dasi sudah campur aduk.
"Ini apa mas?" ucap Kiara membawa dasi yang Dika maksud dengan dengan wajah kesal.
"Mas selalu saja seperti ini setiap pagi! kan bisa cari pelan-pelan mas, gak usah aduk-aduk gitu dasi-dasinya!.
Kalo udah kaya gitu, kan akunya yang capek mas, padahal kan udah aku siapin dasi yang cocok dengan kemeja kamu mas." ucap Kiara cemberut menahan kesal.
"Maaf sayang, mas hanya ingin kamu bantuin mas aja, bersiap.
Mendengar ucapan sang suami Kiara merasa bersalah karna telah menelantarkan sang suami, karna Kiara akui apa yang di bilang suaminya itu benar, dirinya lebih mengutamakan sang anak ketimbang suaminya, bahkan Kiara kadang mengabaikan Dika yang lagi membutuhkan bantuannya.
Kiara langsung membalikan badannya menghadap Dika dan menatap mata sayu Dika yang penuh cinta untuk dirinya.
"Maafin aku mas, aku udah lalai mengurus kamu, aku hanya ingin yang mastikan yang terbaik buat anak-anak kita mas, maafin aku..." ucap Kiara dan langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang Dika.
__ADS_1
"Mas gak masalah kamu ingin yang terbaik buat anak-anak kita, tapi mas cuma minta sedikit perhatian kamu buat mas, karna mas juga butuh perhatian dari kamu seperti dulu." ucap Dika dan membalas pelukan Kiara dengan erat.
"Ya udah kalo gitu aku pasangin mas dasi ya, habis itu kita sarapan anak-anak sudah menunggu kita." ucap Kiara melepas pelukannya dan mulai memasangkan dasi.
"Makasih sayang, mas sayang banget sama kamu." ucap Dika menarik pinggang Kiara agar merapat ke tubuhnya.
"Bentar dulu dong, belum selesai nih, aku pasang dasinya, kalo begini terus kapan selesainya coba." ucap Kiara melepaskan pelukannya Dika.
"Sayang mas gak usah ke kantor ya hari ini, mas ingin begini terus sama kamu, mas kangen, udah lama mas puasa." ucap Dika....
.
.
Bersambung...
__ADS_1