
Kini Kiara sudah berada di kamar rawat VIP dan Dika pun sudah sadar dari pingsannya, semua keluarga nampak bahagia mengetahui kehamilan Kiara, begitu juga dengan Dika yang merasa sangat bahagia mengetahui kalo istrinya itu sedang hamil lagi, dan ia berjanji akan selalu ada untuk Kiara menemani kehamilannya kali ini, me nomor satukan Kiara dari apa pun karna Dika berharap semoga dengan dia menjadikan Kiara nomor satu dari semua urusannya itu bisa menebus kesalahannya yang dulu telah meninggalkan Kiara saat Kiara tengah hamil ketiga anaknya dulu.
"Mas, cireng aku mana? boleh ya aku makan itu." pinta Kiara memelas pada Dika.
"Tapi sayang, nanti perut kamu sakit gimana? mas gak mau kamu dan dedek bayinya kenapa-kenapa sayang." ucap Dika masih mencoba melarang Kiara makan cireng buatannya itu.
"Kasih aja Dik, Kiara lagi ngidam itu! jadi semua di inginkan harus terpenuhi agar nanti saat bayi kamu lahir tidak ngeces." ucap mama Nadin memberi tahu Dika.
"Masa sih mah? tapi nanti kalo Kiara sakit perut gimana mah? kan kasian.." ucap Dika lagi.
"Gak akan!, karna biasa seperti itu, Lo inget waktu Kiara hamil si kembar dan buat rujak aneh waktu di surabaya?" tanya Rey yang baru saja datang dan langsung menyela omongan Dika.
"Ah ya bener, waktu itu gue dapat makan rujak aneh itu." ucap Kevin yang mengingat kalo dia juga dapat merasakan rujak aneh buatan Kiara dulu.
__ADS_1
"Ah iya..., kalo gitu Lo sekarang pulang kerumah, ambil cireng dan bumbu kecapnya bawa sini." ucap Dika menyuruh Rey pulang ke rumahnya mengambil cireng yang di minta Kiara.
"Mas...." panggil Kiara manja.
"Ya sayang." jawab Dika dan langsung berjalan mendekati Kiara.
Tapi saat baru sampai di samping Kiara, Kiara langsung memeluk Dika dan menyembunyikan kepalanya di dada bidang Dika, dan Dika pun membalas pelukan Kiara tak kalah erat, karna Dika memang sangat menyayangi dan juga mencintai Kiara.
"Makasih ya mas, udah mengijinkan aku makan cireng buatan mas itu." ucap Kiara masih dalam pelukan Dika.
"Makasih mas, aku juga sangat mencintai mas." ucap Kiara sambil tersenyum dalam pelukan Dika.
"Ehem..., masih rame di sini woy....! lihat situasi dong...!" seru Diki yang melihat kemesraan kakak dan kakak iparnya tersebut.
__ADS_1
"Iri...? bilang bos...." ucap Dika dan semakin menenggelamkan kepala Kiara dalam dekapannya.
"Mas..., aku gak bisa nafas, ucap Kiara, dan Dika pun langsung melonggarkan pelukannya, tapi tak melepaskan nya.
Mereka terus ngobrol kesana kemari sampai beberapa saat akhirnya Rey datang bersama Kevin dan membawa cireng yang di inginkan Kiara tersebut, dengan sangat lahap Kiara memakan cireng itu, tanpa ada yang boleh mengambilnya, bahkan Kevin yang ingin mencicipi pun di larang, dan berakhir Kiara menangis karna di goda Kevin.
"Bu, dan semuanya saya pamit pulang dulu ya, sudah malam takut nanti Risa di cariin sama ibu nya." ucap Nina pada semua orang yang ada di sana.
"Kamu harus pulang dengan kak Kevin, dan Diki kamu antarkan Risa pulang, kalian pake mobil masing-masing." ucap Kiara memberi perintah pada Kevin dan Diki, karna sedari tadi Kiara perhatikan Diki terus mepet Risa dan Kiara yakin kalo Diki ada rasa sama Risa makanya dia memberikan perintah seperti itu, agar kedua saudaranya itu bisa melakukan pendekatan dengan gadis incarannya.
.
.
__ADS_1
Bersambung....