
Di tempat lain, kini Kiara tengah membuat salad buah di dapur bersama ibu Wati dan mama Nadin, entah kenapa ia sangat menginginkan makan salad buah sambil di temani sama kedua ibunya itu, ia sangat bingung kenapa kehamilannya kali ini ia merasa sangat manja dan mudah tersinggung dengan hal-hal kecil yang tidak semestinya ia begitu, Kiara merasa telah banyak menyusahkan orang-orang yang ada di rumah ini, tapi keinginannya tak bisa ia bendung, semakin ia coba tahan semakin ia merasa kesal dan mudah marah.
Setelah selesai membuat salad buah dengan kedua ibunya, Kiara membawa salad itu ke ruang keluarga dan mama Nadin membawa air putih serta teh dan juga kue kering untuk menemani mereka ngobrol, mereka pun makan dan bercanda bersama.
.
Di tempat Kevin, Kevin duduk berhadapan dengan Nina yang masih saja sedari tadi diam saja dan tidak mau melihat ke arah Kevin, karna setiap Nina melihat ke arah Kevin, jantung Nina berdebar, jangankan untuk melihat wajah Kevin, duduk berdua seperti ini saja sudah membuatnya gugup setengah mati.
"Nina, kamu apa kabar? lama kita tidak bertemu?" tanya Kevin mengawali pembicaraan mereka agar tidak tegang.
"A.. Aku baik," jawab Nina gugup.
Kevin yang mendengar Nina bicara terbata pun menyunggingkan senyumnya.
"Tidak usah gugup gitu bicara sama aku, kan kita disini hanya berdua saja, jadi santai saja." ucap Kevin sambil memberikan senyum manisnya yang membuat Nina terhipnotis dengan senyum manis Kevin dan semakin membuat jantung Nina berdisko ria.
"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Nina dan berusaha bersikap biasa saja untuk menutupi rasa yang ingin meledak melihat senyum manis Kevin untuknya itu.
"Aku mau bicara tentang kita, apa aku boleh bertanya masalah pribadi sama kamu? maksud aku,semua tentang kamu yang aku tidak tau." ucap Kevin sambil menatap Nina dalam penuh perasaan karna Kevin akui kalo dia sudah jatuh cinta pada Nina sejak pertama kali dia melihat Nina di rumah adiknya saat dia baru datang dari Surabaya waktu itu.
"Aku akan jawab pertanyaan kamu selama aku tidak keberatan, tapi maaf jika nanti pertanyaan kamu membuat aku tidak nyaman maka aku tidak akan menjawabnya." ucap Nina pada Kevin dan Kevin pun hanya menganggukkan kepalan sebagai tanda dia mengerti.
"Baiklah, sebagai awal aku mau bertanya, siapa nama lengkap kamu?" tanya Kevin to the points.
__ADS_1
"Buat apa kamu mau tau nama lengkap aku?" tanya Nina bingung.
"Agar nanti aku tidak salah nama saat nanti ijab kabul." ucap Kevin enteng dan sukses membuat Nina terdiam tak percaya dengan apa yang di dengar dari mulut Kevin.
"Gak usah becanda, gak lucu." ucap Nina sambil memalingkan wajahnya ke arah lain karna tak ingin Kevin melihat wajahnya yang ia rasa sudah mulai merona mendengar ucapan Kevin tadi.
"Siapa yang bercanda Nina, aku serius!, serius aku pingin punya hubungan sama kamu, tapi aku tidak berani mendekati kamu, karna ku pikir kamu sudah ada yang punya, karna aku baru datang ke kota ini jadi aku tidak tau apa-apa tentang kamu, aku takut jadi orang ketiga." ucap Kevin jujur dari dalam hatinya.
"Aku tidak menjalin hubungan dengan siapa pun, bahkan aku belum pernah pacaran." kata Nina dengan jujur.
Kevin yang mendengar jawaban Nina, langsung saja hatinya bersorak girang saat mengetahui gadis yang ia suka tidak ada yang memiliki.
"Jadi maukah kamu jadi calon istri aku?
Nina hanya bisa terdiam mendengar ucapan Kevin, karna jujur dia sangat syok mendengar apa yang Kevin ucapkan, dia tak menyangka jika cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Berikan aku waktu untuk berfikir Kevin, karna Jujur ini sangat mengejutkan untuk ku, jadi aku butuh waktu untuk berfikir." ucap Nina.
"Ambil lah waktu semau kamu, tapi aku minta jangan lama-lama, agar tidak lama hati ini kamu gantung, karna aku sangat mengharapkan kamu menjadi istri aku."ucap Kevin memberi waktu Nina, karna dia tau Nina pasti terkejut dengan pengakuannya ini.
Setelah itu keduanya hanya diam dengan fikiran masing-masing sampai akhirnya handphone Kevin berdering jika Diki mengajak mereka untuk pulang, karna waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam, dan mereka pun akhirnya pulang dengan keadaan yang canggung.
.
__ADS_1
Keesokan paginya Kiara pergi berdua ke pasar bersama ibu Wati untuk membeli sayur, tapi di saat mereka berjalan kaki menuju pasar, karna sopir Kiara memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari pasar karna tidak dapat parkir yang dekat dengan pasar.
Saat Kiara berjalan menyebrang jalan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju kencang menabrak tubuhnya serta tubuh ibu Wati, baik Kiara maupun ibu Wati tidak dapat menghindar karna kejadian itu begitu cepat sehingga membuat tubuh keduanya terpental jauh dengan tubuh bersimbah darah.
Sopir pribadinya yang melihat kejadian itu langsung saja menjerit karna dia melihat secara langsung kejadian itu di depan matanya.
"Nyonya....." jerit sopir itu dan langsung menghampiri majikannya itu sambil terus menggoyangkan tubuh Kiara saat melihat Kiara yang sudah bersimbah darah.
Kejadian di depan pasar itu mengundang banyak warga mengerubungi tempat itu dan ada salah satu warga berinisiatif menghubungi ambulans dan tak berapa lama akhirnya ambulan itu datang dan Kiara serta ibu Wati di bawa kerumah sakit terdekat.
Dika yang lagi melakukan rapat tiba-tiba mendengar handphone nya berdering langsung saja Dika menerima saat tau yang menelpon itu adalah sopir pribadi Kiara.
"Halo mang Udin, ada apa?" tanya Dika.
"Halo tuan, tuan nyonya di tabrak bersama nyonya Wati, dan saat ini sudah berada di rumah sakit yang dekat dengan pasar tuan." ucap mang Udin langsung.
"APA...?" ucap Dika kaget dan langsung pergi dari ruangan itu tanpa sepatah kata karna tergesa-gesa saking khawatirnya sama keadaan Kiara.
"Mang Udin tetap di sana jagain Kiara, saya segera kesana." ucap Dika sambil berlari menuju besmen untuk mengambil mobilnya.
Dika yang tadi lagi melakukan meeting di kantornya dengan para staf pun langsung lari meninggalkan ruang rapat saat dia menerima telpon dari sopir pribadi Kiara yang mengatakan kalo Kiara mengalami kecelakaan dengan ibu Wati, dan segera menyusul kerumah sakit.
.
__ADS_1
Bersambung....