Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Pulang Ke Rumah....


__ADS_3

"Gak sayang..., kami gak ada ngasih tau ibu dan kakak kamu, karna rencananya kami akan ngasih tau saat kamu sudah sadar, agar ibu kamu tidak khawatir dan panik mikirin kamu, karna kan beliau tidak melihat langsung bagaimana kondisi kamu." Ucap mama Nadin lembut.


"Makasih mah, udah gak ngasih tau ibu kalo aku di rumah sakit, soalnya ibu punya tekanan darah tinggi, Kiara takut ibu kena serangan jantung dengar kabar Kiara mah." Ucap Kiara.


Baru saja Kiara akan melanjutkan obrolannya, bayi kembar yang paling cantik itu langsung menangis haus, Dika yang kebetulan ada di samping anaknya itu pun langsung menggendong bayi cantik itu dan menyerahkan pada Kiara.


Papa Juna yang melihat Bayu mungil itu menangis karna haus, langsung saja papa Juna keluar sama mama Nadin karna mereka berfikir Kiara pasti sangat malu jika harus menyusui di depan mereka.


Awalnya sangat sakit saat bayi mungil itu mulai menyedot ****** payu dara Kiara, Kiara menahan rasa sakit itu dengan menggenggam tangan Dika erat, Dika yang melihat Kiara kesakitan seperti itu, jadi kasihan, andai dia bisa gantiin rasa sakit yang Kiara alami sudah Dika minta rasa sakit itu, dia bener-bener gak tega lihat Kiara seperti itu.


"Sakit banget ya sayang..?" Tanya Dika dengan raut wajah sedih.


"Gak seberapa mas,, wajar kok, kan ini baru yang pertama, oh ya mas, bisa minta Abang, sama kakak bawa kesini mas?." Pinta Kiara.


"Kan masih si cantik yang nyusu sayang?." Tanya Dika.


"Mas udah bawa saja sini aja Abang sama kakak, karna aku sempet baca di internet kalo air susu yang pertama yang masih kuning itu sangat penting buat kekebalan imun bayi kita mas, jadi aku ingin mereka berbagi biar semua anak kita mendapatkannya mas." Ucap Kiara menjelaskan.


Diak yang mendengar perkataan Kiara langsung mengambil si cantik dulu dari gendongan Kiara, dan di ganti dengan Abang dan kakak nya bergantian, meski ketiga bayi itu masih menangis saat di ambil paksa sama Dika tapi mau gimana lagi, karna apa yang Kiara ucapkan itu sangat penting buat kekebalan tubuh bayi mereka yang lain, dengan segera Dika langsung memberikan susu formula agar bayi mungil itu berhenti menangis, dan benar saja, baru saja bibirnya di dekatkan dengan botol susu, dengan lahap bayi-banyi mungil itu langsung berhenti menangis.

__ADS_1


Sejak kelahirannya seminggu yang lalu, bayi-bayi mungil itu sudah terbiasa minum susu formula karna saat itu kondisi Kiara yang masih belum sadarkan diri, namun saat bayi-bayi mungil itu untuk pertama kalinya mendapatkan ASI langsung dari ibunya, mereka sangat lahap meminum ASI sampe Kiara merasa sangat sakit di bagian putingnya karna begitu bengkak dan merah.


*


Seminggu berlalu, kini Kiara sudah di perbolehkan pulang, mama Nadin, papa Juna, dan Diki begitu antusias menjemput ketiga bayi kembar indentik itu, senyum kebahagiaan terus terpancar dari raut wajah mama Nadin dan papa Juan, bagai mana tidak bahagia, karna kehadiran ketiga cucunya yang sudah dia nanti-nanti itu kini sudah bisa di pulang, mereka sudah menyiapkan kamar untuk ketiga bayi mungil itu, persis di samping kamar Dika dan Kiara yang bisa terhubung dengan pintu yang sengaja mereka desain agar memudahkan Kiara melihat bayi-bayi mungil tersebut.


Mereka memasuki rumah dengan senyum kebahagiaan yang tak pernah pudar, Dika segera menuntun Kiara ke sofa ruang tamu yang tengah menggendong Abang Elo.


Ya mereka sepakat memanggil Elo sebagai anak pertama dengan sebutan Abang, sedangkan untuk Elio mereka memanggil dengan sebutan kakak, dan untuk princess mereka, mereka sepakat untuk menyebutnya adek.


"Mas boleh minta minum gak? tapi air hangat ya." Pinta Kiara pada Dika.


"Bentar sayang mas ambilin." Ucap Dka dan langsung berjalan ke dapur untuk mengabulkan minum untuk Kiara.


"Gak mas, makasih." Jawab Kiara tersenyum.


"Kiara ayok kita bawa bayinya ke kamarnya, agar kamu bisa istirahat, mumpung bayi-bayinya masih tidur, nanti kalo sudah bangun nanti kamu bakal gak dapat istirahat." Ucap mama Nadin.


"Iya ma,,." Jawab Kiara dan langsung membawa Beby Elo, dan di ikuti papa Juna yang membawa Beby Lita, dan mama Nadin yang membawa Beby Elio.

__ADS_1


Saat sampai di kamar Beby tripel Angel itu, mereka langsung menaruh dengan hati-hati Beby di boks bayi yang sudah di siapkan oleh mama Nadin dan papa Juna.


Kiara sangat bahagia melihat kebahagian yang di lihat dari keluarga suaminya tersebut, pasalnya tak ada satu orang pun yang tak bahagia melihat bayi-bayi lucu itu. Kiara sangat bersyukur memiliki keluarga yang sangat menyayangi anak-anaknya juga dirinya.


"Mas, kamu jadi hubungin kak Kevin?." tanya Kiara.


"Jadi sayang, katanya, nanti pulang dari kerja mereka berangkat kesini." Jawab Dika sambil mengelus rambut Kiara.


"Dika ajak istrimu ke kamar, agar bisa istirahat, kasian Kiara pasti sangat ngantuk!" perintah mama Nadin.


"Yuk sayang kita ke kamar, agar kamu bisa istirahat." Ajak Dika dan langsung menggenggam tangan Kiara membawanya ke kamar mereka yang letaknya sebelah kamar tersebut.


.


Tak terasa kini usia si kembar sudah lima bulan, banyak kebahagian yang mereka rasakan sejak kehadiran si kembar dalam hidup mereka, terutama Kiara, karna semenjak adanya si kembar, Dika bener-bener sangat posesif pada Kiara, Dika gak mau Kiara sampai ke cape'an mengurus bayi kembar mereka sampai-sampai Dika mempekerjakan tiga Beby sister untuk membantu Kiara menjaga bayi kembarnya.


Dika tak ingin Kiara kecapean dan juga terjadi sesuatu sama Kiara dan juga bayi kembarnya, karna bisa saja saat Kiara kecapean otomatis pengawasan Kiara jadi lemah, dan tidak menutup kemungkinan jika bayi mereka terjadi sesuatu yang tak di inginkan, apa lagi kini ketiga bayi kembar itu sudah bisa tengkurap dan sedang belajar duduk.


Baru saja Dika mengecap manisnya menjadi seorang ayah dan juga suami siaga saat istrinya tengah malam membutuhkannya, kini dia sedang di landa kebingungan karna Natali datang lagi dengan perut yang sudah besar hampir melahirkan mengaku bahwa anak yang dia kandung adalah anak Dika.

__ADS_1


Dika akui dulu saat dia masih sama Natali dia sering melakukan hubungan itu sama Natali, Dika pria dewasa yang di suguhkan kenikmatan apa lagi yang menyuguhkan adalah orang yang dia cintai jadi dengan senang hati dia melahap kenikmatan yang di suguhkan dengan sering bahkan setiap hari kadang juga setiap waktu, tapi itu dulu sebelum dia tau niat busuk Natali.


Bersambung.....


__ADS_2