
Diki pun berjalan ke arah Nina dengan pura-pura tak sengaja bertemu, di ikuti Kevin dari belakang.
"Hay.. Nina, apa kabar?." sapa Diki. saat bertemu sama Nina di tempat sepatu.
"Hay,, hay..., juga Diki, kabar aku baik, kamu sendiri gimana?" tanya Nina, ya Nina dan Diki sudah biasa bertemu jadi mereka sudah sedikit akrab meski mereka jarang ketemu karna kesibukan masing-masing.
"Kabar aku baik, oh ya, kenalin ini kak Kevin kakaknya mba Kiara." ucap Diki mengenalkan Kevin pada Nina.
"Oh ya, kenalin saya Nina asistennya Bu Kiara di butik." ucap Nina memperkenalkan diri pada Kevin. Dan Kevin pun juga memperkenalkan diri meskipun agak sedikit grogi.
"Saya Kevin kakaknya Kiara, salam kenal." ucap Kevin grogi.
"Habis ini kamu mau kemana Nin?" tanya Diki.
"Gak kemana Dik, paling juga pulang." jawab Nina.
__ADS_1
"Gimana kalo kita nonton aja yuk, oh ya yang di samping kamu siapa? kok gak di kenalin sama aku?" tanya Diki melirik perempuan yang ada di samping Nina yang sedari tadi hanya diam dan menunduk saja.
"Oh ya aku lupa, kenalin dia sepupu aku, namanya Clarisa," jawab Nina memperkenalkan sepupunya pada Kevin dan Diki.
"Hay, kenalin aku Diki." ucap Diki dan mengulurkan tangannya di hadapan Clarisa.
"I.. Iya, aku Clarisa, panggil Risa aja." jawab Risa dan menyambut uluran tangan Diki, habis itu Kevin pun bergiliran berkenalan dengan Risa.
"Nina, Risa itu udah punya pacar belum?." tanya Diki pada Nina karna Diki merasa tertarik dengan sikap Risa yang malu-malu itu.
"Ah, kamu mah gak asik," ucap Diki.
"Ya udah sekarang kita nonton aja yuk," sambung Diki lagi.
Dan mereka pun berjalan beriringan menuju bioskop dengan Diki berada di samping Risa dan Kevin pun berada di samping Nina sambil memulai acara PDKTnya.
__ADS_1
.
Di tempat lain, kini Kiara masih di taman berdua menikmati malam sambil bercanda tawa sesekali juga Kevin menjahili Kiara, mereka berdua menikmati malam ini penuh dengan kebahagiaan, tanpa ada pengganggu sama sekali, karna si kembar yang biasanya menggangu kini tengah bermain bersama Oma, Opa, dan neneknya di sebuah arena bermain yang ada di kawasan mall itu.
"Sayang, mas bahagia banget bisa berduaan kaya gini, kita bahkan hampir gak pernah berduaan kaya gini ya, selalu saja ada saja pengganggu yang menggangu kita lagi romantis-romantisan." ucap Dika sambil memeluk Kiara dari belakang.
"Iya mas, namanya juga udah punya buntut, ya pasti ada yang gangguin kita mas, tapi aku sangat bersyukur karna kita bisa ngelewatin semua cobaan sampai saat ini, dan aku berharap semoga kita kedepannya, selalu bisa melewati masalah dengan sama-sama tanpa ada yang di tutup-tutupi." ucap Kiara sambil membelai wajah Dika yang berada di lehernya dengan sayang.
"Iya, mas juga berharap demikian, karna mas sangat mencintai kamu, mas gak mau pisah sama kamu dan anak-anak, mas akan selalu berusaha untuk menjadi ayah dan suami yang baik untuk kalian semua." ucap Dika tambah mengeratkan pelukannya pada Kiara.
"Mas, kok aku tiba-tiba pingin cireng, tapi harus mas yang buat." ucap Kiara dan membuat Dika kaget setengah mati, pasalnya Dika gak bisa masak sama sekali, dan ini Dika disuruh masak makanan yang dia tak tau makanan itu bentuknya bagaiman dan rasanya seperti apa.
.
.
__ADS_1
Bersambung....