
Rey yang melihat wajah gadis itu terlihat ketakutan dan dengan badan bergetar merasa tak tega, Rey berusaha melepas pelukan gadis itu, tapi tidak bisa karna gadis itu memeluknya dengan sangat erat.
"Mas tolong saya, ada orang yang mengejar saya, saya mau di jual mas, tolong saya mas." ucap wanita itu masih di dalam pelukan Rey dan tubuh bergetar.
Rey yang merasa kasihan dengan perempuan yang kini tengah memeluknya pun langsung menuntunnya berjalan ke arah mobil yang baru saja berhenti untuk menjemput Rey tanpa melepas pelukannya, Rey sudah berusaha melepas pelukan itu, tapi pelukan wanita itu sangat erat makanya Rey membiarkannya saja, karna sekilas Rey melihat wajah perempuan itu banyak luka lebam.
"Masuk.." ucap Rey dingin.
Dengan patuh gadis itu masuk tapi tidak melepaskan genggamannya di tangan Rey, bahkan saat Rey sudah duduk di sampingnya pun gadis itu masih saja gemetar tubuhnya dengan prihatin Rey pun kembali lagi memeluk tubuh perempuan itu untuk menenangkannya.
Rey pun meminta pada sopir untuk mengantarkannya ke apartemen dan di iyakan oleh sang supir.
.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan apartemen Rey, dengan perlahan Rey menuntun gadis itu keluar dan mengandeng perempuan itu masuk kedalam apartemennya.
Setelah sampai di unit apartemennya dengan segera Rey membuka pintu dan menyuruh perempuan itu masuk, meski ragu, tapi perempuan itu menurut pada ucapan Rey.
__ADS_1
"Kamu duduk dulu, saya buatkan minum dulu." ucap Rey setelah mendudukkan perempuan itu di sofa.
"Jangan pergi, tajuk.." ucap perempuan itu lirih.
"Disini kamu aman, ini tempat tinggal saya, jadi tidak ada yang bisa masuk kesini tanpa ijin saya, kamu jangan takut ya, saya buatkan minum dulu." ujar Rey dan setelah mendapatkan anggukan dari perempuan itu Rey pun melangkah ke dapur dan membuatkan minum buat perempuan itu karna Rey yakin perempuan itu pasti sangat kehausan.
Setelah beberapa saat Rey pun kembali menuai perempuan itu dengan membawa segelas jus jeruk untuk perempuan itu dan dia segera menyerahkan pada perempuan itu.
"Minum.." ucap Rey menyerahkan minuman itu tepat di depan wajah perempuan itu.
"Terimakasih." ujarnya dan langsung meneguk minuman itu sampai habis.
"Bisa ceritakan sekarang kenapa ada orang yang ingin menjual kamu?" tanya Rey.
Baru saja akan menjawab pertanyaan Rey, perempuan itu jadi urung karna handphone Rey berdering.
Dengan segera Rey merogoh kantong celananya untuk mengambil handphonenya yang ternyata panggilan dari Dika.
__ADS_1
"Ya halo.." Rey.
Dika 📞 :" Lo lagi dimana? bentar lagi meeting Lo lupa?" tanya Dika di sebrang sana.
"Ah ya, gue lupa, sekarang gue berangkat." ucap Rey karna sempat melupakan ada meeting penting gara gara bertemu perempuan itu.
Dika 📞 :" Lo lagi dimana? masih di apartemen?" tanya Dika.
"Iya, ini gue lagi di apartemen, sekarang gue berangkat, dan berkasnya sudah gue siapin kemarin di meja Lo, coba Lo pelajari dulu sebelum meeting mulai." ucap Rey.
Dika 📞 : " Ya udah kalo gitu, Lo hati hati." ucap Dika dan langsung mematikan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Rey.
Setelah selesai menerima telpon dari Dika, Rey pun menatap perempuan itu dan langsung bilang kalo dia harus pergi, meski perempuan itu tak mau di tinggal tapi Rey meyakinkan perempuan itu bahwa tak akan ada yang bisa masuk kesini selain dirinya, jadi perempuan itu aman disini, dan akhirnya perempuan itu pun mengijinkan Rey pergi setelah Rey mengantar perempuan itu ke kamar tamu dan berjanji akan pulang cepat.
.
.
__ADS_1
Bersambung...