
"Nak...., kamu jangan kaya gini, anak-anak kamu butuh kamu, kasihan mereka kalo kamu terus kaya gini." Ucap mama Nadin yang tadi menepuk pundak Dika.
"Tapi aku pingin disaat Kiara bangun aku orang pertama yang Kiara lihat mah." Jawab Dika.
"Mamah ngerti, tapi apa kamu gak kasihan sama ketiga anak kamu? mereka juga butuh kasih sayang kamu, lebih baik kamu sekarang mandi dan habis itu kamu makan ya, ini sudah malam, kasihan badan kamu kalo kamu gak istirahat, nanti siapa yang akan jaga Kiara dan anak-anak kamu kalo kamu juga ikutan sakit." Ucap mama Nadin lembut.
Dan perkataan mama Nadin menyadarkannya, kalo dia gak boleh sakit, nanti siapa yang akan jaga Kiara dan juga anaknya, dengan berat hati dia melangkah keluar dari ruangan Kiara namun sebelum itu Dika berbicara lagi sama Kiara.
"Sayang...., mas keluar sebentar untuk makan dan mandi ya, nanti mas kesini lagi habis mas jenguk si kembar ya,, kamu harus segera bangun, agar kamu bisa lihat betapa cantik dan gantang anak-anak kita, mas keluar ya sayang..." Ucap Dika dan mencium seluruh wajah Kiara sebelum Diak meninggalkan ruang ICU tersebut.
*
Sudah seminggu Kiara di rawat di rumah sakit, dan sudah seminggu juga Kiara belum sadarkan diri, meski Dokter bilang kalo Kiara sudah melewati masa kritisnya namun dia masih betah untuk menutup matanya.
Semenjak lima hari yang lalu Kiara sudah pindah ke kamar rawat VIP saat Dokter bilang Kiara sudah melewati masa kritisnya tinggal menunggu Kiara sadar saja, dan Dika tak sekali pun dia meninggalkan Kiara, bahkan pekerjaannya dia bawa ke ruang rawat Kiara agar dia bisa sekalian menjaga Kiara.
Hari ini entah kenapa ketiga bayi mungil itu menangis tiada henti, para suster dan juga Dokter sudah berusaha menenangkannya, namun ketiga bayi itu masih tetap menangis.
Dika datang dan menggendong salah satu bayi itu dan masih saja menangis, Dika pun meminta pada suster untuk mengikutinya membawa kedua bayinya ke ruang rawat Kiara.
Dika meletakkan kedua bayi laki-laki itu di samping kanan dan kiri Kiara, sedangkan yang perempuan dia letakkan di atas tubuh Kiara, karna tubuh Kiara hanya terpasang selang infus di tangan kirinya dan juga selang oksigen di hidung Kiara, dan Dika langsung membisikkan kata-kata pada ketiga bayi itu.
"sayang bantu ayah bangunin bunda ya, bunda udah lama tidur dan gak bangun-bangun." Ucap Dika pada ketiga bayi itu
Baru saja di letakan ketiga bayi tersebut di dekat Kiara bayi itu menangis tambah kencang, namun di detik berikutnya mata Kiara terbuka sangat lebar dan seketika ketiga bayi itu langsung diam, seakan tau kalo ibunya sudah ada di sampingnya.
Dika yang melihat mata Kiara terbuka lebar itu pun langsung meneteskan air matanya, karna tangisan ketiga bayi itu membuat Kiara terbangun dari tidur panjangnya, rasa bahagia dan haru menyelimuti hati Dika saat ini saat melihat pemandangan indah itu di depan matanya.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah bangun...?" tanya Dika lembut
"Mas aku haus...!" Jawab Kiara.
Dika pun langsung mengambilkan segelas air putih yang tersimpan di samping tempat tidur Kiara.
Setelah selesai minum, Kiara melihat di atas dadanya ada bayi ber selimut merah, dan dia juga melihat di sebelah kanan dan kirinya juga ada bayi berselimut biru, tak kuasa Kiara menahan tangis harinya ketika melihat ketiga bayi yang ia yakini itu anaknya.
"Mas ini anak ku?." Tanah Kiara.
"Iya sayang... ini anak kita.!" jawab Dika tersenyum.
"Mas bisa pindahin bayinya berada di samping kiri aku semua mas?." tanya Kiara sambil menatap Dika.
"Iya mas pindahin bayinya." jawab Dika dan langsung memindahkan bayinya menaruh semua bayi itu di samping kiri Kiara, agar Kiara bisa langsung menyamping melihat bayi-bayi lucu yang semua sangat mirip Dika.
"Aw.... " ucap Kiara meringis saat dia mencoba untuk berbalik.
"Iya mas... " jawab Kiara.
Dika yang melihat pancaran kebahagian di mata Kiara saat menatap anak-anaknya itu pun jadi sangat bahagia.
"Mas siapa nama mereka? dan apa semua cowok mas?" tanya Kiara.
"Dua cowok sayang, yang berselimut biru, dan berselimut merah itu princess kita." jawab Dika.
"Yang paling pinggir dan ada tahi lalat di bibir kirinya itu putra pertama kita yang bernama ANGELO PUTRA KUSUMA.
__ADS_1
Dan yang berada di depan kamu itu putra kedua kita yang mas beri nama ANGELIO PUTRA KUSUMA.
dan yang di tengah itu princess kita yang mas beri nama ANGELINA PUTRI KUSUMA.
Kenapa awalannya mas beri nama Angel pada anak kita, karna mereka adalah malaikat yang sudah membawa kamu kembali bangun dari tidur panjang kamu setelah mereka mas dekatkan dengan kamu dan kamu bangun setelah mendengar tangisan mereka." Ucap Dika sambil menggenggam tangan Kiara dengan mata yang sudah basah dengan air mata yang keluar tanpa permisi.
Kiara yang mendengar ucapan suaminya itu langsung saja menangis haru karna bahagia.
"Mas berapa lama aku gak sadarkan diri mas?." Tanya Kiara.
"Satu Minggu sayang..." Jawab Dika.
"Berarti sudah satu Minggu usia anak kita ya mas." ucap Kiara.
"Benar sayang.," jawab Dika dan langsung mengecup kepala Kiara,
"Sayang, mas panggil Dokter dulu ya buat periksa kamu dulu." ucap Dika dan di jawab anggukan dari Kiara.
Dika pun langsung memencet tombol yang ada di samping tempat tidur Kiara untuk memanggil Dokter segera datang.
Setelah Dokter memeriksa Kiara, dan di bilang keadaan Kiara sudah cukup sehat dan stabil, dan hanya menunggu luka pasca operasi ya mengering saja, baru boleh pulang, membuat Dika sangat bahagia dan langsung menghubungi mama Nadin dan papa Juna yang kebetulan satu jam yang lalu pulang untuk mengambil baju ganti serta istirahat sejenak.
Mama Nadin dan papa Juna yang mendengar kalo menantunya itu sudah sadar langsung buru-buru pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Kiara.
"Sayang mama seneng banget denger kabar kalo kamu sudah sadar." ucap mama Nadin yang langsung memeluk Kiara saat mama Nadin baru nyampe.
"Papa juga seneng banget denger kabar bahagia ini." Saut papa Juna yang berdiri di belakang mama Nadin yang masih memeluk Kiara.
__ADS_1
"Mah, pah, mas, kalian gak ada bilang kan sama ibu dan kak Kevin kalo Kiara berada di rumah sakit?." tanya Kiara, karna Kiara takut terjadi sesuatu sama ibunya saat tau dirinya sedang berbaring di rumah sakit, karna ibunya punya tekanan darah tinggi dia takut ibunya pingsan saat mendengar kabar buruk tentang dirinya.
Bersambung....