
Kiara yang merasa sangat khawatir dengan ke adaan Nina langsung saja dia menelpon Dika namun sayang Dika tidak mengangkat panggilan dari Kiara karna Dika lagi meeting penting. Namun itu tak membuat Kiara putus asa Kiara pun langsung menelpon papa Juna yang karna kebetulan papa Juna juga ikut meeting penting itu.
Tapi sayang lagi lagi papa Juna juga tidak mengangkat telponnya dan itu membuat perasaan Kiara juga tambah khawatir.
"Bu, mah, kenapa perasaan Kiara jadi tidak tenang gini ya, kok kaya ngerasa akan ada sesuatu yang buruk, Kiara jadi takut nih." ungkap Kiara karna merasa hatinya sangat gelisah.
"Mudah mudahan tidak terjadi sesuatu yang buru dengan ke adaan Nina di sana, udah kamu telpon Dika dan papa?" tanya mama Nadin
"Sudah mah, tapi gak ada yang angkat telpon karna tadi pagi sebelum berangkat mas Dika bilang akan ada meeting penting tentang perusahaan mah." jawab Kiara.
__ADS_1
"Kita tunggu dulu nanti pasti di telpon balik sama Dika dan mas Juna, nanti kita bicarakan dulu biar kita bisa langsung susul mereka ke Jogja secepatnya." ucap Bu Wati meski hatinya ingin sekali ia berangkat sekarang juga ke Jogja agar bisa mendampingi Kevin dalam ke adaan seperti ini.
.
Di lain tempat Dika masih belum menyadari jika sedari Kiara terus menelponnya karna saat ini baik Dika, Rey dan papa Juna sama sama mode diam handphone nya, meski saat ini ketiga laki laki beda usia itu tengah bercengkrama dalam ruangan Dika karna lagi membahas wanita yang di tolong Rey tadi pagi.
"Udah kamu tanya siapa nama wanita itu?" tanya papa Juna.
"Ya sudah kamu pulang gih sana, sekarang dah kamu pulangnya kasian papa sama anak itu nanti bukanya aman malah mati kelaparan dia di apartemen kamu." ujar papa Juna menyuruh Rey pulang karna kasihan pada perempuan yang di tolong Rey tadi pagi.
__ADS_1
"Gimana Dik, Lo ijinin gue pulang sekarang gak, kan juga kerjaan gue udah beres,?" tanya Rey ke Dika karna meskipun papa Juna sudah memberi ijin tapi Dika tetaplah sebagai atasannya di kantor ini.
"Udah sana pergi lo, ingat bawain makanan tu cewe sekalian ajak dia makan siang bareng." ucap Dika dan dan mendorong tubuh Rey agar segera pulang karna Dika sangat berharap jika perempuan yang di tolong Rey itu mampu membuat Rey jatuh cinta dan membuat Rey keluar dari bayang bayang masa lalunya.
Setelah mendapatkan ijin dari Dika dan juga papa Juna, Rey pun segera pulang dan tak lupa dia mampir beli makan siang dan juga beberapa camilan serta buah untuk persediaan di apartemen karna untuk sekarang dia tidak tinggal sendiri dalam apartemen itu.
Tak berapa lama akhirnya Rey pun sampai di apartemennya, dan betapa kagetnya dia saat melihat apartemennya sudah bersih dan juga wangi karna pas tadi pagi dia berangkat kerja apartemennya itu masih berantakan karna belum sempat ia bersihkan.
.
__ADS_1
.
Bersambung...