
Mama Nadin yang tak tega mendengar apa yang Dika sampaikan tentang kondisi Kiara membuat mama Nadin sangat kasihan terhadap kondisi Kiara.
"Baik lah, biar mama yang langsung bicara pada Nina dan Risa, mama akan menemui mereka sekarang juga, dan untuk Kevin dan Diki jangan di beri tahu, mama yakin keduanya mau, tapi mereka masih malu dan tak enak hati menyampaikan keinginan Kiara, dan mereka juga pasti tidak ingin jika nanti dikira mereka tak mencintai Nina maupun Risa, jadi biar sekarang mama yang akan langsung bicara pada kedua gadis itu." ucap mama Nadin yang mengerti kenapa anak-anaknya tidak mau membicarakan masalah permintaan Kiara pada Nina.
Ya, mama Nadin dan papa Juna sudah menganggap Kevin seperti anak sulung mereka, meski Kevin masih sering menyebut Tante ketimbang mama, tapi mama Nadin mengerti mungkin Kevin belum terbiasa begitu pikirnya.
"Ya udah kalo gitu aku ke kamar ya mah, aku takut nanti Kiara bangun." ucap Dika saat sudah mereda lega dengan solusi yang di berikan mama Nadin.
"Ya udah, jaga Kiara baik-baik, jangan biarkan dia sendirian dulu, mama sekarang mau siap-siap dulu buat nemuin Nina dan Risa." jawab mama Nadin.
Setelah Dika pergi dari kamar mama Nadin, mama Nadin keluar dari kamarnya dan langsung mencari Bu Wati dan menceritakan rencananya itu, dan Bu Wati pun langsung siap-siap, setelah itu langsung ikut pergi menuju butik yang kini di kelola Kiara.
Saat sampai di butiknya, mama Nadin langsung berjalan menuju ruangannya bersama Bu Wati yang berjalan di sampingnya, dan saat di pertengahan jalan mama Nadin meminta pada salah satu karyawannya untuk memanggil Nina dan Risa agar masuk ke ruangannya.
"Tok..., Tok...., Tok.....," suara ketukan pintu dari luar ruangan Mama Nadin.
__ADS_1
"Masuk.." sahut mama Nadin dari dalam, dan tak berselang lama muncullah Nina dan Risa di balik pintu itu, langsung saja mama Nadin menyuruh kedua gadis itu untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya itu.
"Siang Tante, ada yang bisa kami bantu?" ucap Nina saat baru masuk ke ruangan Mama Nadin.
"Duduk dulu, ada yang mau Tante bicarakan pada kalian berdua." ucap mama Nadin sambil berjalan menuju sofa yang sudah di duduki kedua gadis itu.
"Ada apa ya tan?" tanya Risa.
"Begini, Tante mau tanya sesuatu tapi ini agak sedikit pribadi, bisa kalian jujur pada Tante saat nanti menjawab apa yang mau Tante tanyakan?" tanya mama Nadin.
"Apa kalian sudah punya pasangan atau orang yang kalian suka, misalnya pacar mungkin?" tanya mama Nadin to the points.
Mendengar pertanyaan mama Nadin kedua gadis itu hanya bisa saling pandang sebelum menjawab pertanyaan mama Nadin, karna tak biasanya seorang mama Nadin kepo dengan urusan pribadi karyawan butiknya seperti ini.
"Jujur Tante, kalo saya tidak punya pacar, dekat dengan laki-laki juga tidak Tante." jawab Nina, karna tak mungkin dia bilang kalo dia sedikit punya perasaan pada Kevin, bisa malu banget dia kalo sampe bilang isi hatinya pada mama Nadin yang notabennya bosnya.
__ADS_1
"Kalo kamu Risa gimana?" tanya mama Nadin pada Risa.
"Kalo saya juga tidak punya
pacar Tante, tidak dekat dengan siapa pun." jawab Risa jujur, karna Diki sama sekali tak menunjukan kalo dia naksir Risa, setiap ketemu sikap Diki biasa-biasa saja, jadi Risa merasa kalo Diki tak tertarik padanya.
"Bagus! karna kalian tidak memiliki pacar tau sedang dekat dengan seseorang, jadi Tante dan Bu Wati minta sama kalian untuk bertunangan sama kedua anak bujang Tante, Tante dan Bu Wati melamar kalian untuk menjadi menantu kami." ucap mama Nadin.
.
.
Bersambung.....
Kira-kira bakalan di terima gak ya sama Nina dan Risa lamaran dadakan mama Nadin dan Bu Wati?
__ADS_1