
Sempat ingin untuk berhenti menunggu kepastian dari Risa, tapi hatinya tidak bisa pindah ke lain hati, Diki ingin merasakan kebahagiaan yang di rasakan Kevin dan Dika yang cintanya terbalaskan, tapi dia, dia hanya mencintai sepihak dan itu sungguh sangat menyakitkan.
Diki duduk seorang diri dan di temani sebatang rokok untuk menenangkan pikirannya yang lagi kalut itu, dan berapa lama datanglah Risa langsung duduk di samping Diki dengan pandangan lurus ke depan.
"Maaf.." ucap Risa setelah sekian lama keduanya duduk terdiam dengan pikiran masing masing.
Diki yang mendengar Risa minta maaf langsung melihat Risa yang sudah menundukkan kepalanya.
"Minta maaf buat apa?" tanya Diki.
"Maaf sudah menggantung perasaan kamu lama, jujur aku gak tau harus jawab apa, aku takut mengecewakan kamu kedepannya saat kamu tau sifat aku yang sebenarnya suatu saat nanti, aku cemburuan, aku juga tidak suka di cuekin, tidak suka melihat orang yang aku sayang berada di tempat banyak perempuan, aku posesif, tapi aku juga takut kehilangan kamu, maka dari itu aku belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan kamu waktu itu, maaf kalo aku sudah membuat hati kamu sakit." ucap Risa mengutarakan keraguan dan ketakutannya selama ini.
"Sekarang aku tanya sama kamu sekali lagi, tolong jawab jujur, apa kamu mempunyai perasaan yang sama dengan apa yang aku rasakan? apa kamu mencintai aku seperti aku mencintai kamu?" tanya Diki menatap mata Risa dalam.
__ADS_1
"Iya, kak, aku juga cinta sama kakak, tapi aku takut nanti akan mengecewakan kakak nanti." ucap Risa.
Setelah mendengar jawaban Risa tanpa menunggu lama Diki langsung memeluk Risa dengan erat saking bahagianya ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Tidak usah kamu pikirkan itu, kita hadapi sama sama, dan jujur aku senang kalo kamu cemburu sama aku, itu artinya kamu takut kehilangan aku dan kamu juga mencintai aku." ucap Diki masih memeluk Risa.
"jangan tinggalin aku ya kak, jika suatu saat nanti kamu kecewa sama sikap aku, kamu kasih tau aku, biar aku bisa berubah jadi lebih baik." jawab Risa membalas pelukan Diki.
.
.
Tak terasa sudah tiga bulan berlalu dan hari ini ada hari pernikahan Kevin dan Diki di laksanakan bersamaan atas permintaan kedua laki laki itu agar Kiara dan juga keluarganya tidak repot menyiapkan dua kali toh juga mempelai wanitanya juga masih saudara sepupu.
__ADS_1
"Wah, ganteng banget kedua calon manten, jangan lupa nanti gas pol habis resepsi biar Gio ada teman mainnya." ucap Dika pada kedua saudaranya itu
"Kalo gue mah sudah siap banget, bila perlu nanti habis ijab gak usah resepsi aja biar gue bisa langsung bobol gawang Risa." ucap Diki dan sontak saja ucapannya itu mengundang tawa yang membuat ketiga laki laki itu tertawa terbahak bahak.
Di tempat lain, kini Kiara tengah berada di kamarnya sedang memberi asi pada si ganteng Gio yang kebetulan baru bangun tidur, di saat dia sedang asik bercanda dengan Gio, tiba tiba kaca jendela kamar Kiara ada yang melempar dengan batu sehingga kaca jendela itu langsung pecah, dan membuat Kiara berteriak sambil memeluk Gio yang tengah menangis karna terkejut.
Semua orang yang mendengar teriakan Kiara langsung berlari menuju Kiara berada, dan setelah sampai di tempat Kiara betapa kagetnya mereka semua setelah melihat kaca jendela kamar Kiara sudah pecah dan berserakan di lantai.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1