
"Aku gak bisa begini terus, aku gak bisa melihat dia menggandeng wanita yang aku cintai, Tuhaaaann......... Kenapa kau hadirkan cinta yang begitu dalam pada wanita yang sudah di milik laki laki lain tuhan.. aku capek Tuhan, aku sakit setiap melihat dia bersama wanitaku.." jerit Edo di apartemennya bahkan barang yang ada di dalam apartemen mewah itu sudah semua hancur dan membuat ruangan itu bagaikan kapal pecah.
.
Di tempat lain tepatnya di kediaman Dika, kini papa Juna Rey, dan Dika sedang berada di ruang kerja papa Juna, sedang membahas masalah pelemparan batu pada kaca jendela kamar Dika, Meraka saat ini tengah melihat dari rekaman cctv yang berada di setiap penjuru rumah itu, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat siap orang yang sudah melempar kaca jendela kamar Dika.
Dengan rasa tak percaya bahwa yang melakukan itu adalah orang yang sangat mereka kenal, bahkan mereka sampai memutar beberapa kali gambar tersebut dan meneliti wajah orang itu sambil geleng geleng kepala tidak menyangka bahwa orang itu yang telah melakukan itu.
"Wah parah tu orang, nyari mati dia." ucap Rey saat melihat orang itu dengan jelas.
__ADS_1
"Apa kamu pernah punya masalah sama dia Dik? sampai dia melakukan ini sama keluarga kita?" tanya papa Juna pada Dika.
"Aku gak pernah punya masalah sama dia pah, bahkan aku selalu memperlakukan dia dengan baik selama ini." ucap Dika menjawab pertanyaan papanya.
"Rey, kamu selidiki orang ini, Agara kita tau apa motifnya dia melakukan ini pada keluarga kita, dan awasi terus gerak geriknya, papa yakin ini pasti ada sebabnya." ucap papa Juna memberi perintah pada Rey.
"Baik pa, mulai besok aku akan memantau terus orang itu, dan aku juga akan meminta anak buah ku untuk selalu memantau dia dimana pun,." jawab Rey dan di angguki papa Juna.
Ketiga pria itu masih terus memantau rekaman cctv dari semua arah dan betapa terkejutnya mereka saat melihat salah satu pembantunya keluar dari gerbang rumah itu dan bertemu dengan orang yang yang mereka bicarakan tadi.
__ADS_1
Mereka terus memantau orang itu, sampai kedua orang itu berpisah dan pembantunya masuk kedalam rumah dan masih di pantau dari cctv rumahnya, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat pembantu itu menaburkan sesuatu pada semua makanan yang terhidang karna sebentar lagi waktunya makan malam.
Dengan segera ketiga laki laki itu langsung menyusun rencana agar tidak ada yang memakan makan itu tanpa di curigai sama pelaku, karna mereka masih ingin mengikuti permainan orang itu.
"Dik kamu telpon Kiara suruh jangan ada yang keluar dari kamar untuk makan dan minum, papa akan telpon mama kamu, dan kamu Rey telpon Bu Wati agar dia juga jangan makan dan minum. Oh ya dan bilang kita kaan makan malam di luar biar mereka di khawatir, nanti kita kasih tau saat sudah di restoran agar mereka juga bisa lebih waspada." perintah papa Juna dan langsung saja ketiganya mengambil handphone nya dan langsung melakukan apa yang papa Juna perintahkan.
.
.
__ADS_1
Bersambung....