
Rey melihat Dika sudah tergelatak di lantai dengan mata terpejam, langsung saja dia segera berlari menghampiri Dika yang sudah di kerubuni karyawan yang ada di sana.
"Tuan, bangun tuan." Ucap Rey menggoyang goyangkan tubuh Dika, karna tak ada respon dari Dika Rey pun langsung meminta pada para karyawan laki-laki untuk membantunya membawa Dika ke depan, sementara dirinya berlari ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
Setelah sampai di rumah sakit, Dika langsung saja di larikan ke UGD dan Rey langsung menghubungi papa Juna untuk memberi tahu ke adaan Dika.
sampe satu jam Rey menunggu Dika di depan ruang UGD, papa Juna baru datang, karna tadi saat Rey ngasih tau, papa Juna lagi berada di perjalan mau pulang dari luar kota.
"Bagai mana ke adaan Dika Rey?" tanya papa Juna pada Rey.
"Belum tau om, udah satu jam Dika di dalam tapi masih belum ada tanda-tanda Dokter keluar om." jawab Rey.
Mendengar apa yang di bilang Rey membuat papa Juna khawatir, papa Juna sangat tau dengan ke adaan Dika yang tak pernah memperhatikan dirinya semenjak ditinggal Kiara, papa Juna juga sangat kasihan dengan Dika, papa Juna akui kalo Dika memang salah, tapi papa Juna juga kasihan dengan Dika yang tak kenal lelah mencari anak dan istrinya sampai sekarang yang tak tau ada dimana, karna Dika sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Kiara bahkan sampai ke luar negri, namun belum membuahkan hasil sampai sekarang.
setelah menunggu sekian lama, Dokter yang menangani Dika keluar dan langsung saja memberitahu tentang ke adaan Dika yang sangat drop, kekurangan cairan juga asupan, dan juga stres, serta maag, sehingga membuat Dika pingsan dan kini masih belum sadarkan diri dan harus di rawat intensif agar Dokter lebih mudah memantau ke adaan Dika.
Papa Juna yang mendengar perkataan dokter segera meminta Rey mengurus kamar untuk Dika, agar Dika bisa segera di pindahkan ke ruang rawat agar Dika bisa istirahat dengan tenang.
Setelah Dokter pergi dari hadapan papa Juna, begitu juga dengan Rey yang di suruh mengurus kamar rawat Dika, papa Juna langsung menghubungi mama Nadin memberitahu ke adaan Dika, agar mama Nadin bisa pulang dan menjaga Dika disini
Mama Nadin yang mendengar kabar Dika masuk rumah sakit langsung bergegas mencari Kiara yang kebetulan lagi masak di dapur membuat sarapan, untuk memberitahu ke adaan Dika yang belum sadarkan diri dan berniat untuk pamit pada Kiara.
__ADS_1
"Kiara, nak...." panggil mama Nadin.
"Iya mah, mama kenapa, kok panik gitu?." tanya Kiara.
"Nak, mama mau pamit sekarang untuk kembali ke Jakarta, karna tadi papa telpon mama kalo Dika masuk rumah sakit dan belum sadarkan diri." ucap mama Nadin.
"Apa mah? Dika masuk rumah sakit dan belum sadarkan diri?" tanya Kiara kaget.
"Iya nak, papa bilang tadi Dika pingsan di kantor, dan langsung di bawa ke rumah sakit sama Rey, dan sampai sekarang belum sadarkan diri, mama khawatir banget sama ke adaan Dika, mama pamit ya." ucap mama Nadin yang sudah menangis.
Kiara yang mendengar ke adaan Dika langsung saja syok, Kiara ingat omongan mama Nadin kemarin kalo Dika tak pernah memperhatikan dirinya semenjak Kiara meninggalkan dirinya, dan ke adaan Dika yang sampe pingsan di kantor juga pasti karna dirinya juga, fikir Kiara.
"Mah Kiara ikut mama ke Jakarta, karna Kiara juga khawatir sama ke adaan Dika mah." ucap Kiara tanpa fikir panjang, karna semalam Kiara sudah mikirin semua ucapan mama Nadin, dan Kiara tak ingin egois lagi dengan memisahkan anak-anaknya bertemu dengan ayahnya, dan lari dari masalah.
"Iya ma, karna bagai mana pun mas Dika masih suami Kiara, apa lagi dengan ke adaannya lagi sakit, bahkan belum sadarkan diri, istri macam apa Kiara ini yang tak ada saat suaminya lagi terbaring lemah di rumah sakit mah? dan untuk masalah Kiara sama mas Dika, nanti akan Kiara bicarakan setelah mas Dika sehat." ucap Kiara.
"Makasih nak, mama yakin Dika pasti akan segera sadar saat ada kamu di sampingnya yang merawat dia." ucap mama Nadin.
"Ya udah ma, Kiara mau siap-siap dulu sekalian bilang sama pengasuh si kembar agar mereka juga siap-siap." ucap liar dan di jawab anggukan sama mama Nadin.
Setelah Kiara pergi dari dapur, mama Nadin juga masuk ke kamarnya untuk mengambil handphonenya untuk memesan tiket pesawat untuk semua, agar segera bisa pulang, dan setelah selesai memesan tiket mama Nadin pun juga ikut siap-siap.
__ADS_1
Setelah dua jam, mereka semua sudah siap dan segera berangkat ke Jakarta, meski tak semua barang-barang Kiara bawa pulang, hanya pakaian saja yang Kiara bawa, karna Kiara berniat akan kembali lagi kesini setelah Dika sehat, sebab Kiara masih belum bisa melepas sepenuhnya kepercayaan toko online nya pada orang kepercayaannya di sana.
Setelah beberapa jam, akhirnya Kiara sampai di Jakarta, dan sudah di jemput oleh supir pribadi keluarganya yang mama Nadin perintahkan untuk menjemputnya di bandara.
Setelah dari bandara, mama Nadin meminta pada supir keluarga untuk mengantarkan nya dan Kiara ke rumah sakit dan habis itu langsung mengantar pulang anak-anak Kiara beserta pengasuhnya pulang, karna ketiga Angel itu masih terlelap dalam gendongan para pengasuhnya.
Kiara dan mama Nadin memasuki rumah sakit dan langsung pergi ke ruangan Dika yang sebelumnya sudah di kasih tau oleh papa Juna.
Dengan perasaan deg-degan dan khawatir, Kiara membuka pintu kamar rawat Dika dengan perlahan-lahan, baru saja pintu terbuka, pandangan Kiara langsung saja terfokus pada seseorang yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit, dengan perlahan Kiara berjalan mendekati Dika yang masih belum sadarkan diri itu dan di ikuti mama Nadin dari belakang.
Kebetulan di ruang rawat Dika tak ada siapa-siapa, karna papa Nadin lagi pergi ke kantin untuk makan siang, sedangkan Rey masih dikantor mengantikan Dika dan mengurus pekerjaan Dika.
"Mas...." ucap Kiara dengan air mata yang meleleh di pipinya.
Kiara menggenggam tangan Dika dan langsung menciumnya, dan mulai berbicara lagi.
"Mas, kamu bangun ya, Kiara sudah pulang.." ucap Kiara lagi.
"Nak, bangun nak, istri kamu sudah kembali sama anak-anak kamu, apa kamu tak ingin melihatnya?" ucap mama Nadin pada Dika. namun sayang ucapan mama Nadin tak mendapatkan respon dari Dika, sehingga membuat tangis Kiara semakin menjadi sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dika.
"Mas..., bangun mas, aku Kiara," ucap Kiara tepat di telinga Dika.
__ADS_1
Bersambung.....