
Orang itu terus mengawasi Kiara dari luar ruangan tanpa Kiara dan yang lain sadari karna Kiara dan kelurga besar tengah bahagia dengan kelahiran bayi laki laki yang paling tampan diantara kedua saudaranya itu.
"Gue akan pastiin kalo kebahagiaan kalian akan berganti dengan kesedihan, gue gak rela kalo orang yang gue cintai berada di keluarga kalian, karna Kiara hanya milik gue, dan gue pastiin cepat atau lambat Kiara bakal jadi milik gue selamanya." ucap orang itu yang tanpa sadar telah di dengar ucapannya sama Kevin dan Nina yang lagi bersembunyi di belakangnya.
Setelah puas melihat senyum Kiara, orang itu pergi meninggalkan rumah sakit , meski dengan hati yang panas karna senyum Kiara bukan untuknya.
Setelah melihat kepergian orang itu, Kevin dan Nina keluar dari persembunyiannya dan segera masuk ke ruang rawat Kiara untuk melihat keponakan yang ia tunggu tunggu kelahirannya.
Betapa bahagianya Kevin saat melihat bayi laki laki yang kini berada di gendongan ibunya itu, karna senyum dan mata bayi laki laki itu mirip dirinya.
"Dek anak kamu ini pasti akan sangat tampan seperti kakak dek." ucap Kevin dengan bangganya.
__ADS_1
"Masih gantengan gue kali kak." ucap Diki iri karna dari semua anak anak Dika dan Kiara tak ada yang mirip dirinya.
"Iri...? bilang boosss" ucap Dika memanasi adiknya.
"Kalo udah umur tiga bulan, mba hamil lagi aja ya, tapi harus mirip gue ya mba." pinta Diki pada Kiara dan langsung mendapatkan jitak kan dari Dika.
"Lo pikir istri gue pabrik anak hah? kalo Lo mau bayi yang mirip sama Lo, ya Lo buat lah." ucap Dika tak terima Kiara di minta hamil lagi saat bayinya baru berusia tiga bulan.
"Tuh denger Sa, kalo Diki udah siap lamar Lo, lamaran gue aja sudah di terima sama Nina, Lo kapan kasih kepastian sama bujang lapuk satu ink?" tanya Kevin pada Nina sekaligus memberitahu semua nya kalo dia sudah berhasil melamar Nina.
"Beneran Nin, kamu sudah terima lamaran kakak aku?" tanya Kiara antusias mendengar kabar bahagia ini dan di jawab anggukan sama Nina, dan jawaban Nina semakin membuat Diki cemberut.
__ADS_1
"Bentar lagi kita punya mantu lagi ya jeng, harus di buat meriah mungkin ini." ucap mama Nadin bahagia.
Clarisa yang melihat wajah Diki cemberut, ada rasa bersalah dalam hatinya karna sudah menggantung perasaan Diki, jujur ingin sekali Risa bilang kalo dia juga mencintai Diki, tapi dia masih ragu apakah dia bisa buat Diki bahagia, dia takut akan mengecewakan Diki dengan sikapnya yang suka ngambek dan cemburuan yang nanti membuat Diki tidak nyaman berada di dekatnya.
"Mah, pah, dan yang lainnya, aku keluar dulu ya, mau beli sesuatu." ucap Diki dan langsung keluar dari ruangan Kiara dan pergi begitu saja tanpa melihat Risa yang tengah melihatnya dalam, dan yang lain yang melihat kepergian Diki hanya bisa menatap Diki sendu karna semua orang tau kalo Risa masih menggantung perasaan Diki.
Diki keluar dari ruang rawat Kiara menuju taman yang berada di samping rumah sakit, dia pergi bukan karna tidak suka dengan kebahagiaan Kevin, tapi dia iri karna sudah sekian lama menunggu jawaban dari Risa tapi sampai saat ini belum ada respon apa pun dari Risa tentang perasaanya yang semakin dalam pada Risa.
.
.
__ADS_1
Bersambung....