Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Sosis...


__ADS_3

Setelah cukup lama keduanya menyalurkan rasa rindu lewat ciuman, Dika secara perlahan melepaskan pagutan bibirnya dan menatap wajah Kiara penuh damba.


"Nanti kalo kamu sudah sehat betul dan bisa pulang, kita lanjutkan lagi yang tadi ya, mas kangen suara merdu kamu." ucap Dika lembut sambil membelai wajah Kiara.


"Mass..." ucap Kiara manja malu dengan wajah sudah merah merona,


Meski sudah lama berumah tangga tetap saja Kiara akan merasa malu jika Dika mengeluarkan ucapan yang menyinggung adegan panas di ranjangnya itu.


"Sayang, sudah makan hem?" tanya Dika lembut.


"Belum mas, em..., mas.." jawab Kiara dengan nada menggantung.


"Apa sayang? mau apa hem?" jawab Dika.


"Kalo aku mau sosis boleh gak?" tanya Kiara.


Dika yang mendengar ucapan istrinya itu, langsung saja otaknya traveling kemana-mana membayangkan ucapan Kiara, namun apa yang di maksud Kiara sangat berbeda dengan apa yang di maksud Dika.

__ADS_1


"Sayang, ini di rumah sakit, nanti kalo tiba-tiba ada yang datang kan jadi brabe." ucap Dika.


"Kenapa mesti malu mas? kan aku mau makan sosis, apanya yang bikin malu?" tanya Kiara bingung tak mengerti dengan maksud Dika.


"Mas, minta Diki buat beliin sosis bakar jumbo dong, sama jagung bakar ya." pinta Kiara pada Dika.


Dika yang mendengar permintaan Kiara pun jadi malu, karna sosis yang di maksudnya itu adalah sosis yang berbeda, dengan muka merah Dika mengambil handphone nya dan menghubungi Diki meminta belikan apa yang Kiara inginkan.


"Halo.." sapa Diki di sebrang sana.


"Masih, gua baru aja habis makan, ada apa?" tanya Diki.


"Ini mbak Lo, minta di beliin sosis bakar sama jagung bakar." ucap Dika.


"Oh..., Ok,! tapi emang sudah boleh dia makan begituan? kan baru sadar?" tanya Diki lagi.


"Lo tau sendiri kan, mbak Lo tu gimana kalo permintaannya gak di kabulkan, ponakan Lo di dalam tuh yang bikin mak nya kaya gitu." ucap Dika memberi tahu tentang Kiara.

__ADS_1


"Oh ya juga ya, nanti yang ada ngambek ntar, ya udah deh gue beliin dulu, trus Lo mau apa kak? sekalian biar gue bawain?" tanya Diki di sebrang telpon.


"Samain aja, sama minum sekalian ya." ucap Dika.


Setelah selesai bicara sama Diki, Dika pun mendekati Kiara yang kini tengah duduk bersandar di kepala ranjang.


"Sayang, jangan kaya gini lagi ya, jujur, mas sangat takut ngelihat kamu gak bangun-bangun, untuk anak kita sehat di dalam sini, jadi kalian masih bisa di selamatkan." ucap Dika lembut menatap mata Kiara dalam.


"Iya mas, aku minta maaf ya sudah buat kamu takut dan khawatir, aku juga tidak tau bakal kejadian seperti ini, maafin aku ya mas, aku ceroboh." ucap Kiara penuh penyesalan.


"Iya sayang, tapi lain kali, kamu gak boleh pergi lagi tanpa mas ok, biar bibik aja yang ke pasar, kalo kamu mau ke pasar minta tolong mas, atau Diki dan kak Kevin, kamu harus keluar sama cowok, minimal dia bisa lindungi kamu dan juga bisa nolong bawa belanjaan kamu, ok sayang." ucap Dika lembut tapi tegas.


"Iya mas, lain kali aku bakal minta tolong sama mas atau yang lain buat nemenin ke pasar. Oh ya, ke adaan ibu gimana mas?" tanya Kiara.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2