Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Kevin Dan Nina...


__ADS_3

Kiara yang melihat kakaknya hanya berdiri dan menatap Nina tanpa berkedip langsung tersenyum, karna Kiara yakin kalo kakaknya tertarik dengan Nina, dan itu adalah hal bagus, sebab selama ini kakaknya tak pernah dekat dengan perempuan selain mantannya dulu.


"Ehem......" Kiara berdehem dan membuat Kevin jadi salting, dan Nina pun langsung mendongak bagaikan gayung di sambut, mata Nina pun terkunci pada sosok tampan yang juga sedang melihatnya.


Tapi itu terjadi tak begitu lama, sebab Nina lebih dulu memutus kontak matanya dan memalingkan wajahnya yang sudah memulai memerah.


"Kak, duduk dulu sini! jangan berdiri disitu terus." ucap Kiara pada Kevin.


"I... Iya.." jawab Kevin gugup dan langsung berjalan mendekati ibunya yang sudah lebih dulu duduk di sofa.


"Bu, Kiara tinggal bentar ya, mau buatin minum." ucap Kiara pada ibunya dan di balas anggukan dan senyum oleh ibunya.


Dan Kiara pun langsung berjalan ke dapur untuk membuatkan minum untuk ibu dan kakaknya, tapi saat di baru membuka kulkas, Kiara langsung menutup mulutnya karna merasa sangat mual, dan Kiara langsung menutup lagi kulkasnya, dan minta tolong pada bik Asih yang kebetulan lewat untuk membuatkan minum untuk ibu dan kakaknya.


"Bik, minta tolong ya, buatin minum buat ibu dan kak Kevin, perut saya tibu-tiba mual baru membuka kulkas melihat sayur." ucap Kiara.

__ADS_1


"Baik nona, mau saya ambilkan minyak kayu putih nona?." tanya bik Asih


"Gak usah bik, Kiara kembali ke depan aja, oh ya sama buatkan Kiara jus lemon tanpa gula ya bik." ucap Kiara dan langsung pergi dari dapur.


Bik Asih yang mendengar permintaan Kiara langsung menelan silvanya membayangkan betapa masamnya jus lemon tanpa gula permintaan Kiara itu.


Dan langsung membuatkan apa yang di minta Kiara barusan.


"Bu...." ucap Kiara manja dan bergelayut di tangan ibunya tanpa memperdulikan Nina yang ada di sana.


"Iya nak..., ada apa hem? tak biasanya kamu manja begini..." tanya ibu pada Kiara.


"Maaf Bu,, kalo begitu saya balik lagi ke butik ya, lain waktu saya akan kesini lagi." ucap Nina dan sukses membuat Kevin memalingkan wajahnya dari handphone nya dan langsung menatap Nina dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Baik lah Nina, nanti kamu Kirin lewat email aja ya, dan maaf sudah merepotkan kamu." ucap Kiara dan langsung berdiri mengantarkan Nina sampe di depan teras.

__ADS_1


Setelah kepulangan Nina, Kevin mulai bertanya siapa itu Nina.


"Dek.. perempuan tadi itu siapa?." tanya Kevin.


"Kenapa kak? kakak naksir sama dia? gak biasanya kakak tanya soal perempuan?" tanya Kiara balik bukannya menjawab pertanyaan kakaknya.


"Ah.. kamu ini, kakak cuma mau tau aja dia siapa." jawab Kevin.


"Dia itu Nina, asisten aku di butik, dia itu masih singgel dan juga orangnya baik dan sopan lagi." ucap Kiara mempromosikan Nina pada kakaknya, karna Kiara merasa antara Nina dan kakaknya sama-sama ada ketertarikan satu sama lain, dan Kiara berniat untuk menjodohkan mereka.


"Oh......" jawab Kevin, tapi dalam hatinya seneng mengetahui kalo perempuan itu masih sendiri.


"Cuma oh doang.. ? gak tertarik nih sama Nina? banyak Lo karyawan butik yang mendekati Nina." ucap Kiara sengaja memanasi sang kakak.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2