
Jujur Risa sangat terkejut dengan apa yang Diki lakukan padanya saat ini, dia tidak menyangka Diki akan melamarnya malam ini, karna setau Risa Diki itu orangnya cuek, tapi ternyata Diki sangat memperhatikan apa yang Risa lakukan meski tanpa suara.
Risa senang karna Diki ternyata punya perasaan yang sama padanya.
"Dik, jujur aku senang dengar pengakuan kamu pada ku, tapi kalo masalah menikah aku masih butuh waktu Dik, kita tidak begitu dekat, bahkan untuk bicara saja kita jarang, aku masih butuh waktu untuk mengenal kamu lebih dalam lagi Dik, agar aku yakin dengan apa yang nanti aku pilih biar tidak menyesal nantinya." ucap Risa menatap Diki lembut agar Diki tak sakit hati karna penolakan Risa.
"Jadi kamu menolak aku?" tanya Diki lirih yang tak menyangka Risa akan menolaknya.
"bukan gitu maksud aku Dik, aku hanya butuh waktu untuk mengenal kamu lebih dalam lagi, menikah itu tidak seperti pacaran Dik yang mana bila sudah tak ada ke cocokan dengan mudah memutuskan hubungan, tapi ini masa depan Dik, dan aku tidak mau salah memilih masa depan aku, aku harap kamu ngerti Dik." ucap Risa menjelaskan maksudnya.
"Apa kamu tidak mencintai aku Sa? aku sangat mencintai kamu Sa, makanya aku ingin segera memiliki kamu agar tak ada yang bisa rebut kamu dari aku." tanya Diki
"Aku suka sama kamu Dik, tapi aku juga belum yakin dengan perasaan aku, maka dari itu aku masih butuh waktu untuk mau menikah sama kamu." ucap Risa sambil menggenggam tangan Diki agar Diki tak salah paham maksudnya.
__ADS_1
"Baiklah, karna kamu sudah bilang suka sama aku, berati mulai sekarang kamu tunangan aku, milik aku! dan aku akan memberikan kamu waktu sebanyak yang kamu mau untuk meyakinkan perasaan kamu ke aku, dan aku juga akan bantu kamu yakinin perasaan kamu ke aku." ucap Diki percaya Diki dan langsung bangun dari duduknya untuk memasangkan kalung itu di leher Risa tanpa persetujuan Risa.
"Kamu cantik banget pake kalung itu, sangat pas di leher kamu." ucap Diki senang.
"Makasih Dik, tapi apa kamu tidak apa-apa nunggu aku?" tanya Risa tak enak hati pada Diki.
"Tidak apa, yang penting sekarang kamu milik aku, dan hanya aku yang boleh miliki kamu, aku sayang kamu Sa." ucap Diki tulus dari dalam hatinya Paling dalam sambil menatap Risa penuh cinta.
"Makasih Dik," ucap Risa malu-malu.
"Dik, udah malam, kita balik yuk, takutnya mba Kiara nunggu pesanannya." ucap Risa mengingatkan jika Kiara nitip makanan padanya.
"Astaga, aku lupa." ucap Dika sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Ya udah kita pergi yuk, cari sosis bakar sama jagung bakar pesanan mba Kiara,
untung kamu ngingetin pasti aku lupa karna saking senangnya liatin tunangan sampe lupa waktu." ucap Dika dan langsung membuat pipi Risa marah karna malu di gombal Diki.
"Apaan sih kamu Dik," ucap Risa malu dan memalingkan wajahnya agar Diki tidak melihat wajahnya yang sudah memerah.
"Aku bayar di di kasir ya, abis itu kita cari di dekat sini permintaan mba Kiara." ucap Diki dan di jawab anggukan sama Risa, dan Diki pun pergi menuju kasir untuk membayar makanan mereka.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Risa sama Diki udah jadian.
Yang mau Nina sama Kevin jadian komen ya... biar author semangat nulisnya... makasih....