
Leo terbangun beranjak dari ranjang ke kamar mandi membersihkan diri selesai Leo keluar memakai handuk mengambil pakaian dan memakainya. Leo memesan makanan, melihat Naura masih tertidur Leo mengambil ponsel menelfon Aldo. aldo menggeser ponsel panggilan dari Leo.
"Do siapkan mobil dan pesawat sekarang, Naura waktunya kontrol selesai itu ke rumah nenek" ucap Leo.
"Siap tuan" ucap Aldo menutup telfon.
Leo mendekati Naura mencium pipi yang halus, Naura membuka mata perlahan melihat leo sudah rapi lalu bangun. Sudah jam 7 kenapa tidak bangunin aku beranjak dari tempat tidur berjalan ke kamar mandi membersihkan diri, selesai mandi Naura mengambil pakaian lalu memakainya.
Leo sudah menyiapkan sarapan pagi yang dipesan, Naura dan Leo makan bersama. selesai makan bersiap untuk pergi ke rumah sakit yang sudah disiapkan Aldo. Aldo yang sudah siap di depan pintu hotel Leo mau mengetuk pintu namun Leo membuka pintu, mereka berjalan keluar hotel. Naura dan Leo masuk mobil yang dikendarai oleh Aldo menuju rumah sakit.
"Kamu sudah menyiapkan semuanya" ucap Leo.
"Sudah tuan tinggal anda masuk keruangan yang sudah disiapkan" ucap Aldo.
Naura dan Leo masuk ke rumah sakit langsung berhadapan dengan dokter teman Leo. Naura membaringkan badannya dibantu suster, Leo di samping Naura ingin melihat hasil USG calon baby nya.
Dokter obgyn sudah siap melihat monitor menjelaskan baby yang ada dikandungan Naura sehat dan terdengar detak jantungnya, sudah terlihat gumpalan darah terlihat kaki dan tangan. selesai melihat baby Leo, dokter keluar dan mempersilahkan duduk. Naura dan Leo duduk di depan dokter.
"kehamilan nyonya Naura sudah 4 Minggu, makan yang sehat jangan terlalu lelah mulai ajak bicara biar merangsang pendengarannya dan perkembangan baby Leo, ikuti senam hamil" ucap dokter.
"Ada yang ditanyakan" ucap dokter.
"Apa Naura bisa aku bawah naik pesawat" ucap Leo.
"Bisa saja yang penting nyonya Naura tidak ada kendala atau yang dirasakan tidak enak mendingan tidak boleh" ucap dokter.
"Apa yang dirasakan saat kehamilan" ucap dokter.
"Tidak ada cuma lemas malas, sering lapar, ingin muntah saat yang tidak disukai makanan atau apa" ucap Naura.
"Lemas karena ada si baby di dalam perut, lapar asupan yang masuk diserap baby, muntah itu bawaan si baby" ucap dokter.
"Aku boleh pergi" ucap Leo.
"Baik silahkan" ucap dokter.
Leo dan Naura melenggang pergi dari ruang dokter berjalan ke mobil. Di sana sudah ada Aldo yang menunggu, mereka masuk ke dalam mobil Aldo melajukan mobil sedang, Sampai di Bandara Leo dan naura keluar yang di ikuti Aldo dari belakang.
"Kita kemana Leo" ucap Naura.
"Ke rumah nenek sayang" ucap Leo memegang pinggang Naura.
Leo dan Naura masuk ke pesawat di ikuti Aldo. Naura hanya diam menatap ke kaca.
"Kenapa sayang" ucap Leo memegang tangan Naura.
"Aku naik pesawat 2 kali ini sama kamu" ucap Naura.
tidak memakan waktu lama sampai di kota Surabaya, Leo dan Naura masuk ke mobil di kendarai Leo. sampai di rumah nenek Naura dan Leo turun Aldo kembali ke perusahaan di Surabaya mengurus semua pekerjaan Leo.
Di depan pintu Naura dan Leo menunggu pintu rumah dibuka, nenek melihat Naura dan memeluk sangat erat.
"Ayo masuk nenek kangen sama kamu" ucap nenek mencium Naura lalu berjalan ke ruang keluarga.
"Sama nek aku juga kangen sama nenek" ucap Naura senang.
Naura duduk dekat nenek Leo duduk di seberang nenek. nenek mengelus perut Naura yang terlihat besar.
"Aku boleh tinggal sama nenek" ucap Naura.
__ADS_1
"Tinggal lah sama nenek yang penting kamu senang" ucap Leo.
"Aku tinggal di sini sampai lahiran ya, aku pengen di dampingi nenek saat melahirkan" ucap Naura.
"Ya kamu disini aku juga nitip kamu ke nenek, kalau kamu tinggal sama nenek pasti aman" ucap Leo.
"Nenek pasti jagain istri kamu tidak ada yang bisa nyakitin kamu Naura" ucap nenek memeluk Naura.
"Kamu mau kemana" ucap Naura.
"Aku haru mengurus perusahaan tidak mungkin aku tinggal terus nanti siapa yang bayar karyawan dan nafkahi kamu pakai apa" ucap Leo.
"Nanti kalau Leo selesai pasti pulang kesini" ucap nenek meyakinkan Naura.
"Baik nek" ucap Naura.
"Anak pintar" ucap Leo tersenyum.
Kalian pasti lapar ayo kita makan bersama nenek sudah siapin makanan kesukaan kamu dan Leo. mereka semua ada di meja makan dengan canda tawa yang memenuhi ruang makan, selesai makan mereka ke ruang keluarga di lantai atas.
"Aku mau tidur sama nenek pengen tidur bersama nenek boleh kan kali ini saja" ucap Naura.
"Tidurlah bersama nenek, sebaiknya kamu dan nenek ke kamar, kamu pasti capek istirahatlah" ucap Leo.
Naura dan nenek berjalan masuk kamar nenek menutup kembali pintu kamar mereka merebahkan diri di ranjang saling berhadapan dan memeluk karena lama tidak bertemu.
Leo berjalan masuk ke kamar merebahkan di ranjang sunyi tanpa Naura kejanggalan yang membuat Leo belum bisa tidur tidak ada Naura di dekatnya, biasanya mereka tidur berpelukan. Leo menyadari istrinya lama tidak bertemu sama nenek Naura sangat sayang nenek seperti neneknya sendiri, akhirnya Leo tertidur pulas.
Seperti biasa Naura bangun pagi menyiapkan makanan dibantu pelayan dan nenek mengikuti Naura menghidangkan sarapan pagi di meja makan.
"Naura panggil Leo dulu nek" ucap Naura.
Naura berjalan kelantai atas masuk kamar Naura melihat Leo masih tertidur pulas, Naura mendekati Leo mencium pipi sambil bergumam kamu tampan kaya baik idaman para wanita, aku bersyukur memiliki kamu andai orang tua aku masih ada dan mengetahui kalau aku sudah menikah memiliki pria sepertimu orang tuaku pasti senang, sambil meneteskan air mata, Leo terbangun melihat air mata Naura keluar.
"Kenapa sayang menangis jangan mengeluarkan air mata, aku merasa sedih kalau kamu menangis" ucap Leo memeluk.
"Aku tidak menangis hanya senang menjadi istri kamu karena kamu baik dan tampan" ucap Naura.
"Memang aku tampan siapa juga yang bilang aku jelek, kamu satu-satunya orang beruntung memiliki ku padahal di luar banyak yang ingin dekat aku" ucap Leo bercanda.
"GR dibilang tampan aja sudah sombong" ucap Naura kesal.
"Ya sombong lah kamu saja suka sama aku dan tidak mau jauh dariku" ucap Leo menggoda.
"Dasar sok tampan" ucap Naura memukul lengan Leo.
"Kalau aku jelek tidak kaya bodoh apa kamu mau" ucap Leo meledek.
"Siapa yang bilang seperti itu, kamu sendiri kan" jawab Naura tidak mau kalah.
Leo tertawa keras melihat Naura yang sekarang semakin cerewet dan merajuk lucu melihat Naura seperti itu dari pada yang naura dulu hanya pendiam tidak banyak bicara.
Naura semakin kesal dibuat Leo semakin malu tidak bisa melawan hanya menunduk pergi membuka lemari menyiapkan baju buat Leo dan meletakkan di ranjang sebelah Leo. Naura menyuruh Leo cepat mandi sudah ditunggu nenek dibawah sarapan pagi. Leo beranjak dari ranjang hanya tersenyum melihat salah tingkah istrinya yang digoda sampai malu. selesai mandi Leo memakai pakaian yang disiapkan Naura, selesai itu mereka berjalan keluar kamar bersama.
di ruang meja makan Naura terdiam menunduk sambil makan karena malu. Leo hanya tersenyum menang melihat istrinya tidak bisa bicara menahan malu. nenek sedari tadi melihat keduanya ingin tertawa mereka sangat lucu.
"Kenapa kalian diam tanpa bicara" ucap nenek.
"Mungkin ada yang sakit nek" ledek Leo.
__ADS_1
"Kalau sakit istirahat saja" ucap nenek.
"Naura hanya lelah nek butuh istirahat banyak nanti Leo yang temani Naura istirahat nek" ucap Leo tersenyum.
"Naura tidak sakit nek" ucap Naura.
"Tidak usah malu sama nenek istirahat saja kadang di rumah sering tiduran" ucap Leo menggoda.
Selesai makan nenek ke taman belakang. Leo memeluk pinggang Naura berjalan ke lantai atas menuju kamar. Leo menuntun Naura ke ranjang menidurkan pelan.
"Atau tidak mau tidur belum ngantuk Leo" ucap Naura.
"Siapa yang ngajakin kamu tidur" ucap Leo mengecup wajah Naura.
"Terus ngapain kita ke kamar" ucap Naura.
"Kita mau olah raga sayang" ucap Leo.
"Olah raga kok di kamar Leo, aku malas olah raga" ucap Naura.
"Olah raga di atas ranjang sayang kamu tinggal mengikuti" ucap Leo tersenyum.
"Kamu ini mesum" ucap Naura.
"Tapi kamu suka kan" ucap Leo menggoda.
"Aku hanya ingin di sampingmu sebelum pergi ke Jakarta. tidak terasa Leo berbicara panjang lebar waktu sudah siang Naura yang sedari tadi mendengarkan tertidur pulas menatap Leo tapi matanya sudah tertutup, sudah di dalam mimpi Naura tidak mendengar apa yang dibicarakan Leo, Naura yang terdiam Leo menatap Naura tersenyum. dasar wanita tiduran dibilang sering tertidur tidak mau. Leo ikut tertidur memeluk Naura.
Leo dan Naura terbangun tidak terasa sudah sore. Leo mendekati Naura mencium Naura meminta haknya sebagai suami Naura hanya menerima permintaan Leo, mereka menikmati kenikmatan bersama.
Naura yang merasakan badannya lelah remuk berjalan seperti keong. Leo melihat Naura kesakitan akibat ulahnya tidak tega langsung mengangkat ke kamar mandi, dengan lembut Leo membersihkan badan Naura lalu Leo membersihkan diri sendiri selesai Leo mengangkat Naura meletakkan di pinggir ranjang yang berselimut handuk, Leo memakai pakaian dan mengambilkan pakaian istrinya dan membantu memakaikan pakaian Naura.
Naura yang merasakan perutnya lapar dari pagi sampai sore hanya dikamar Leo lupa di dalam perut Naura ada calon baby yang belum makan dari tadi pagi. Leo berjalan bersama Naura menuruni anak tangga menuju ruang makan dipeluk pinggang Naura. nenek melihat kebersamaan cucunya hanya tersenyum senang.
mereka makan malam bersama, Leo meminta agar Naura makan yang lebih banyak biar baby dan istrinya sehat.
"Besok aku harus ke Jakarta menyelesaikan pekerjaanku, kalau sudah selesai aku langsung pulang" ucap Leo.
Naura hanya mengangguk tanda terima kalau ditinggal Leo kerja keluar kota. Nanti kalau mau dibawakan sesuatu saat pulang telfon lah atau kangen sama aku. bilang ke nenek juga gak apa-apa nanti disampaikan.
"Aku tidak butuh juga tidak kangen, Kamu sudah menyakitiku" ucap Naura kesal.
"Iya aku minta sayang tidak berkata seperti keong lagi" ucap Leo tertawa.
Nenek yang mendengar ucapan mereka hanya melihat bergantian dan bingung pembicaraan mereka apa ya.
selesai makan mereka ke kamar masing-masing Leo berjalan mengikuti Naura ke kamar, Naura yang kesal dibilang seperti keong. Leo tersenyum melihat istrinya merajuk.
"Besok aku pergi ke Jakarta apa kamu tidak memberiku " ucap Leo tidak meneruskannya.
"Kenapa tidak diteruskan" ucap Naura.
"Kamu kan sedang hamil sayang apa kamu tidak meminta padaku sesuatu gitu" ucap Leo.
"Tidak ada aku cuma minta jaga diri baik-baik" ucap Naura.
"Kamu tidak memberiku ciuman" ucap Leo tersenyum.
Naura mencium pipi Leo dengan malu, yang banyak juga tidak apa. Naura tersenyum melihat Leo mau pergi seperti ninggalin Naura lama saja. mereka pun tertidur bersama.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=