Menikah Tanpa Cinta

Menikah Tanpa Cinta
Bab. 19


__ADS_3

Naura bangun lebih pagi dan menyiapkan keperluan Sheryl selama tinggal di Singapura menemui papa nya, selesai mengemas dan memandikan anaknya yang cantik, Naura menunggu di sofa ruang keluarga dan Sheryl tertidur di pangkuan.


deru suara mobil berhenti, Aldo yang berjanji mengantarkan Naura ke tempat tuan dirawat dan mendapat persetujuan tuan besar sudah menunggu kedatangan Naura menantu yang disayangi tuan besar.


Aldo masuk rumah nenek dan di diantarkan pelayan, Aldo melangkahkan kakinya dan berhenti tepat di ruang keluarga terkejut dan senang apa yang dilihat oleh Aldo, Naura memangku anak kecil yang cantik seperti tuan Leo.


"Apa itu anak nyonya Naura" ucap Aldo.


"Ya dia anak ku" ucap Naura memeluk anaknya yang tertidur pulang.


"Kalau tuan mengerti anaknya sudah lahir perempuan yang cantik pasti tuan akan senang" ucap Aldo.


"Ayo kita berangkat Aldo" ucap Naura.


Aldo membawakan koper dan Naura menggendong Sheryl berjalan keluar lalu masuk mobil yang dikemudikan Aldo menuju bandara, tidak jauh dari bandara mereka turun dari mobil dan masuk menuju pesawat yang sudah disiapkan keluarga Nasution.


Aldo dan Naura sampai di Singapura turun dari pesawat dan masuk mobil melaju ke rumah sakit tuan Leo, Naura mengikuti langkah Aldo sambil menggendong Sheryl masih tertidur karena tidur sangat larut malam.


Didepan kamar rawat tuan Leo Aldo mengetuk pintu, tuan besar hanya menjawab masuk Aldo langsung membuka pintu dan berjalan masuk yang di ikuti Naura dari belakang, papa dan mama melihat Naura tersentak memandang anak kecil yang cantik tertidur di pelukan Naura.


mama yang tadinya duduk disebelah Leo dan papa yang berdiri di sebelah, mama langsung berdiri dan menghampiri Naura. Naura melihat mama langsung memeluk anaknya sangat erat, Naura masih takut kalau mama melakukan sama anaknya yang menatap tanpa berkedip. papa berjalan ke samping Naura menepuk pundak dan menganggukkan kepala memberi isyarat kalau mama baik-baik saja, Naura paham tidak merasa takut lagi.


"Apa ini anak kamu" ucap mama pelan.


"iya ma ini anak aku, anak Leo, cucu mama" ucap Naura.


"Siapa namanya" ucap mama.


"Almera Sheryl Nasution" ucap Naura.


"Terima kasih sudah memberi nama keluarga Nasution" ucap mama.


Mama memeluk Naura dan menangis minta maaf karena mama pernah melukai Naura dan ingin menjauhkan Naura dari Leo, mama melihat Sheryl sangat cantik seperti Leo, menangis histeris merasa sakit yang di rasakan karena mama tidak menyukai Naura dan tidak menganggap Naura adalah menantunya. Naura pun membalas pelukan mamanya dan menghapus air mata.


papa dan Aldo melihat mereka ikut menangis terharu melihat mamanya yang sudah berubah tidak akan menyakiti Naura lagi sebab ada darah daging Leo yang mengalir di tubuh Sheryl berarti ada darah keluarga Nasution yang mengalir di tubuh sheryl cantik.


"Mama boleh menggendong Sheryl" ucap mama mengulurkan tangannya.


"Boleh ma ini kan cucu mama" ucap Naura memberikan Sheryl.


"Mama akan membawa Sheryl keluar, kamu temani Leo ajak dia bicara walaupun Leo Diam dia bisa mendengar tapi belum bisa membuka mata, kaki dan tangannya sudah pulih" ucap mama lembut.

__ADS_1


"Memangnya Leo keadaanya seperti apa" ucap Naura menangis melihat keadaan Leo.


"Kepala Leo terbentur keras jadi harus dioperasi, kaki dan tangannya patah sudah pulih seperti semula namun Leo masih belum sadarkan diri cuma bisa mendengar, keadaannya sudah membaik" ucap mama menangis.


Naura berjalan mendekati Leo, menatap seluruh tubuh Leo dan alat yang ada di ruangan ini. papa dan mama meninggalkan Naura bersama Leo di dalam berharap Leo bisa sadar mama dan papa di luar ruang mengajak bicara Sheryl yang sudah bangun, Aldo kembali keluar karena banyak pekerjaan dan di kerjakan di luar area rumah sakit.


Naura mencium wajah Leo dan mengajak bicara agar Leo membuka mata, Naura berusaha bicara tanpa berhenti karena tangan Leo bergerak tetapi matanya masi tertutup.


"Leo bangun apa kamu tidak mau membuka mata dan melihat anak kita maafkan aku, aku kasih nama Almera Sheryl Nasution. Bangun Leo apa kamu tidak mau melindungi anak kita dan membesarkan, merawat Sheryl berdua. Leo kamu tahu tidak melahirkan tanpa kamu di sampingku sangat sakit, aku tetap kuat harus bisa melahirkan anak kamu yang kamu nanti-nanti, aku berjuang sendirian Leo apa kamu menutup mata terus" ucap Naura panjang lebar.


Tanpa berhenti Naura menceritakan kekesalannya saat di tinggal Leo sendiri di rumah tanpa dampingan nenek dan tanpa kehadiran Leo, bicara terus tanpa henti Naura yang biasanya diam kini menjadi banyak bicara berusaha menyadarkan Leo agar membuka matanya. Naura sengaja menceritakan perjuangan bersama Sheryl yang tersakiti.


tidak berapa lama Leo membuka mata dan yang dilihat pertama adalah Naura, Leo langsung memeluk Naura saat Leo sadar mau beranjak namun Leo berteriak sakit. Naura ketakutan dan berteriak memanggil dokter, mama dan papa iku memanggil dokter karena anak semata wayang yang di sayang sudah sadar.


Dokter datang lalu memeriksa keadaan Leo sudah membaik, kaki dan tangan yang patah sudah sembuh namun masih belum bisa digerakkan akibat otot seluruh tubuh belum bisa maksimal digerakkan. Selesai dioperasi lama tidak dibuat gerak sampai sembuh otot tubuh menjadi kaku harus mengikuti terapi agar tubuh pulih kembali. Leo bergerak pelan masih butuh bantuan biar tidak terasa sakit saat bergerak.


"Kenapa anak saya dokter" ucap mama.


"Tidak begitu serius sakitnya hanya butuh terapi agar ototnya pulih, dalam jangka waktu 1minggu pasien mungkin sudah pulih" ucap dokter.


"Terima kasih dokter" ucap mama.


Leo memeluk Naura dengan erat dan mengeluarkan air mata, lama mereka tidak bertemu pelukan Leo semakin erat betapa rindu bertemu Naura. Leo tersentak Naura yang tadinya merasa senang ikut merasa panik saat Leo menatap Naura dari atas sampai bawah. Kamu dulu hamil lalu kemana anak kita, Naura tersenyum dan mencium Leo kemudian mengambil Sheryl yang ada di sofa tertidur di sebelah mama yang duduk didekatnya menemani Sheryl cucu yang disayang. Naura menggendong Sheryl berjalan mendekati Leo.


"Ini anak kamu sudah besar" ucap Naura.


"Ini anakku" ucap Leo gemetar melihat anaknya.


Naura meletakkan Sheryl di pangkuan papanya. Leo memeluk keduanya orang yang disayangi, hati Leo merasa senang dan sakit karena tidak bisa menemani Naura.


"Siapa namanya" ucap Leo.


"Almera Sheryl Nasution" ucap Naura.


"Terima kasih kamu sudah merawat anak kita dan memberi nama bagus cantik seperti Sheryl kamu juga memberi nama aku juga" ucap Leo.


"Ya karena kamu papanya, cantik seperti papanya yang tampan" ucap Naura tersenyum.


"Maafkan aku tidak bisa menemani kamu disaat melahirkan dan membutuhkan aku, kamu istri hebat berjuang melahirkan sendiri, terima kasih sudah memberiku anak secantik Sheryl." ucap Leo lembut.


"Aku berjuang karena kamu mencintaiku, aku juga senang kamu menerimaku dan Sheryl menjadi bagian dari hidupmu" ucap Naura.

__ADS_1


Mama berjalan mendekat lalu mengambil Sheryl untuk pulang ke apartemen papa, Leo hanya menatap mama. Leo senang mama sudah berubah dan lebih menyayangi anak Naura.


"Sheryl aku bawa pulang bersama papa, kamu jangan khawatir mama menyayangi cucu kesayanganku tidak akan mama menyakitinya, kamu disini ditemani Naura. biar papa dan mama bisa bermain dengan Sheryl" ucap mama berjalan keluar.


Leo sangat bahagia karena mama sudah menerima Naura sebagai keluarga Nasution, dan bisa dekat dengan Naura menjaganya, menyayanginya karena Naura hanya memiliki aku dan keluargaku tanpa saudaranya atau nenek yang sudah meninggal.


"Saat kamu butuh bantuan siapa yang membantumu di sana" ucap Leo.


"Ada banyak pelayan setiap aku butuh apapun pasti mereka yang bantu atau mau kemana pasti di jaga walaupun dari kejauhan" ucap Naura.


Leo terharu dan senang karena penjagaan terhadap Naura sangat ketat sampai Naura terlihat senang tidak merasa sedih.


"Aku tahu itu pasti orang suruhan kamu ya" ucap Naura.


"Bukan sayang itu mungkin dari papa yang mengatasnamakan aku biar kamu mau dan tidak terganggu atas bantuan papa" ucap Leo.


"Jadi semua ini papa yang sudah menjaga aku melalui pelayan atau orang suruhan agar menjaga aku selama tidak ada di dekatmu" ucap Naura.


"Iya sayang aku belum memikirkan untuk menyiapkan semuanya dan aku ingin berada dekat kamu saat melahirkan tapi musibah yang menimpah aku" ucap Leo.


" Tapi sekarang kamu sudah sembuh, oh iya kartu yang warna hitam tanpa batas ada padaku, ini tertulis milikmu untuk kehidupan aku dan Sheryl, ini ku kembalikan" ucap Naura.


"Ini bukan dariku kartu itu tertulis Nasution yang pegang kartu itu nenek dan mama, kartu tanpa batas yang menyatukan perusahaan ku dan perusahaan papa. mungkin saat nenek meninggal papa memberikan untuk kamu" ucap Leo.


"Kalau kartu kamu yang gimana, warnanya sama hitamnya" ucap Naura menunjukkan kartu lainnya.


"Yang ini milikku ada namaku Leo" ucap Leo tersenyum.


"Aku tidak mengerti yang aku pakai hanya kartu ini terus gimana aku menghabiskan uang papa nanti mama marah gimana" ucap Naura.


"Kamu lucu, pakai aja disitu perusahaan ku juga yang bayar, papa memberimu karena ada Sheryl kalau masalah mama tidak usah takut mama juga memiliki kartu itu juga kartu dari perusahaan papa sendiri." ucap Leo tertawa melihat istrinya yang lucu.


"Aku tidak perlu pakai kartu ini lagi, kan ada kamu sekarang pasti kebutuhanku dan Sheryl terpenuhi tanpa kartu ini" ucap Naura mengembalikan kartu ke Leo.


"Pakai aja kamu bawah keduanya pasti kamu butuh buat Sheryl juga kamu, aku harus nafkahi kamu jadi bawah kartunya" ucap Leo.


"Ayo kita istirahat kamu pasti lelah, sini tidur dekat aku saja biar aku cepat sembuh dan pulang bersama kalian" ucap Leo.


mereka tidur bersama karena malam tidak ada orang yang melihat mereka tidur berdampingan, Naura tertidur pulas di dekat Leo.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2