Menikah Tanpa Cinta

Menikah Tanpa Cinta
Bab 53. Kebahagiaan milik kita


__ADS_3

Deni mengantar Vani dan Deva ke rumah Mami Winda. Sekaligus meminta izin untuk rujuk kembali. Untunglah saat itu, Mami Winda dan dokter Dimas belum pergi bekerja. Saat mereka melihat kedatangan Deni dan Vani, mereka terlihat sangat bahagia.


Dengan sopan dan santai, Deni meminta maaf pada Mami Winda tentang masa lalu ibunya. Deni juga memberitahukan keinginannya untuk menikahi Vani kembali, agar mereka bisa merawat Deva bersama-sama.


Orangtua Vani menerima keputusan deni dan Vani untuk rujuk kembali. Mereka juga meminta maaf pada Deni terutama Mami Winda. Mereka saling maaf memaafkan Deni kebahagiaan Vani dan Deva.


Hari itu juga Deni mengajak Vani dan Deva pergi ke rumah ayah dan ibunya Deni, setelah Vani dan Deva berganti pakaian terlebih dahulu. Pak Hendra yang baru saja akan berangkat ke kantor, memutuskan menundanya saat menyambut kedatangan Deni dan Vani.


Sudah lama sekali, mereka tidak datang ke rumah orangtua Deni, apalagi setelah bercerai. Mereka terlihat sangat bahagia saat mengetahui bahwa mereka sekarang telah menjadi seorang kakek dan nenek.


Mereka menyambut keputusan Deni dan Vani untuk rujuk kembali. Mereka juga berharap Deni dan Vina bisa segera menikah kembali dan memulai hidup yang baru.


Setelah dari rumah orangtua Deni, Deni mengajak Vani ke makam ibunya yang sudah meninggal, Maya. Bu Maya adalah wanita yang pernah menculik Vani bahkan telah menyebabkan Vani berpisah dengan orangtuanya selama bertahun-tahun.


Meski begitu, Vani telah memaafkan semua kesalahan Bu Maya. Terlebih sekarang, beliau sudah meninggal.

__ADS_1


Terakhir kali, mereka pergi ke rumah pak Hadi juga untuk meminta restu. Tentu saja, pak Hadi sangat merestui kebersamaan mereka kembali.


Deni, Vani dan Deva sudah terlihat sangat lelah. Mereka seharian bergantian ke rumah keluarga mereka satu persatu untuk memberikan kabar bahagia. Mereka telah memutuskan untuk melakukan akad nikah seminggu kemudian.


Tidak ada persiapan istimewa yang harus disiapkan untuk pernikahan kedua mereka. Mereka hanya menyiapkan tempat untuk akad saja dan setelahnya acara makan bersama keluarga besar di rumah Mami Winda.


Hari bahagia itupun telah tiba. Cukup banyak yang hadir di acara pernikahan Deni dan Vani. Keluarga dokter Dimas, keluarga ayah Hendra dan keluarga pak Hadi. Di tambah keluarga besan, yaitu orangtua Clarisa.


"Sah," ucap dari seluruh yang hadir menjadi awal baru bagi Vani menjadi istri Deni.


Selesai acara akad nikah, acara dilanjutkan dengan makan-makan di rumah Mami Winda. Banyak hidangan yang tersedia, akan tetapi tidak ada satupun yang Deva sukai.


"Loh, kenapa Sayang?" tanya Vani lembut.


"Deva mau ayam goleng, Mami," jawab Deva sedih.

__ADS_1


"Deva, kamu mau ayam goreng? Tapi, malam ini, Deva tidur di rumah Tante, oke?" tanya Vina sambil tersenyum pada Kakaknya.


Vani membalas senyum Vina dan mencoba menerka-nerka tujuan permintaan Vani pada Deva.


"Mami, boleh Deva tidul di lumah Tante Vina?" tanya Deva.


"Boleh saja. Tapi, Deva tidak boleh rewel dan bikin susah Tante," jawab Vani.


Malamnya, sesuai perjanjian, Deva tidur di rumah Mami Winda. Sedangkan Deni dan Vani pulang ke rumah Deni.


"Apa kamu tidak khawatir, Deva merepotkan mereka?" tanya Deni saat mereka sampai di rumah.


"Khawatir sih, Mas. Tetapi, jika itu keputusan dia sendiri, aku yakin dia tidak akan rewel dan dia tidak akan membuat mereka susah," jawab Vani.


Mereka mandi dan berganti pakaian untuk melakukan ritual malam pertama. Meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya bisa di sebut malam pertama.

__ADS_1


Semoga kebahagiaan selalu bersama mereka kedepannya. Memaafkan itu lebih baik daripada selalu menyimpan dendam yang akan menyakiti orang terdekat kita.


Sekian


__ADS_2