Menikah Tanpa Cinta

Menikah Tanpa Cinta
Sial Sekali Hidupku


__ADS_3

Pada akhirnya Annelka menemani Aaron menuju desa Zaki. Awalnya Aaron ingin mengemudi sendiri. Setelah meminjam mobil paling cepat yang Annelka punya.


"Pinjami aku mobil tercepatmu"


"Kenapa pinjam? Kau kan punya sendiri"


"Memangnya aku punya?" Tanya Aaron. Annelka mengangguk.


"Aku akan menemanimu kesana"


"Tidak perlu Ann, nanti Aya sendirian"


"Nanti dia menyusul"


"Buat apa?"


"Jangan banyak tanya. Cepatlah! Aku dulu yang nyetir"


Keduanya masuk kedalam mobil Aaron yang bahkan dia sendiri tidak ingat.


"Ini milikku?" Tanya Aaron.


"Iya. Papa memberikanmu satu dulu. Tidak ingat?"


Aaron menggeleng. Sedikit terhenyak ketika melihat foto mereka sekeluarga di dashboard suparcar itu.



Kredit Pinterest.com


Bugatti Chiron Super Sport 300+


(Sekali-kali menghalu jadi sultan 😁)


Aya terlihat melambai ketika mobil itu meluncur keluar dari rumah mereka. Tak lama bumil itu juga masuk ke mobil yang sudah siap dengan supir yang dikirim oleh Farris.


"Ke butiknya Bella dulu ya?" Pinta Aya pada supirnya. Pria itu mengangguk patuh.


Dua mobil itu meluncur hampir bersamaan menuju arah yang berbeda.


"Jangan cepat-cepat, Ann" Aaron memperingatkan Annelka yang memacu kuda besinya hingga melihat angka speedometernya mencapai angka 100 km per jam dan itu terus merangkak naik.


"Kenapa? Kau dulu suka sekali balapan di track"


"Itu dulu waktu aku masih muda. Sekarang aku...


"Mengaku tua?"


"Belum kawin, Ann!" Teriak Aaron. Membuat Annelka terbahak.


"Ya...ya kita otewe ke kawinanmu kalau begitu"


"Maksudmu?"


"Begini rencananya" Ucap Annelka. Dan pria itu langsung memberitahu rencananya dan Aya. Yang secepat kilat langsung berpikir begitu mendengar Santi akan menikah.


"Kau gila ya. Kau menyuruhku menikahi Santi?"


"Mau tidak? Kalau tidak mau, ya kita putar balik. Biarkan saja dia jadi penebus utang bapaknya"


"Jangan!"


"Lalu?"


Aaron terdiam. Mobil Annelka mulai melambat.


"Pikirkan ini. Kau bisa membayarkan hutang bapaknya Santi yang sudah meninggal itu. Tapi kau akan membuat malu keluarga Santi. Karena kau menggagalkan pernikahan Santi"


Aaron berpikir.


"Kalau dia tidak mau"


"Paksa saja. Aku saja memaksa Aya pada awalnya"


"Ngaku dia" Ledek Aaron.


"Habis mau bagaimana lagi. Kalau tidak dipaksa nanti dia kabur lagi atau bunuh diri. Berabe aku"

__ADS_1


"Bilang saja kau jatuh cinta padanya"


"Itu juga. Stop, bicara soal diriku. Sekarang soal kau. Lanjut apa putar balik? Aya sudah masuk butiknya Bella. Cari jasmu sama seserahan. Sama cincin. Untung butik Bella all in one. Semua ada"


"Ha? Kalian gercep sekali"


"Lanjut apa tidak?" Annelka bertanya ulang.


"Oke deh kalau gitu. Suruh kewong kok nolak" Seloroh Aaron.


"Wwooo antusias dia sekarang. Nggak tahan tu nunggu nanti malam"


"Nggak bisa MP di sana ya. Cepat Ann!"


"Tahu dari mana?"


"Kamarnya nggak kedap suara. Nggak seru"


"Mikir sampai situ juga sekarang. Tapi kalau nanti sudah di kamar tinggal berdua.Ku jamin kau tidak akan tahan"


"Sok tau lu!"


Maki Aaron.


***


"Kenapa kau tidak bilang hutangnya segitu?" Amarah Zaki hampir meledak.


"Dulu cuma seratus. Tapi karena kami tidak bisa membayar cicilannya. Jadinya membengkak sampai segitu jumlahnya"


"Dasar kampret lu Broto! Lima ratus juta, San. Gajiku belum ada segitu. Mana ponsel Aaron tidak bisa dihubungi lagi"


"Aaron siapa?" Tanya Bu Santi.


"Bosku"


"Itu setara dengan nilai tanah yang dijadikan jaminan oleh bapaknya Santi"


"Hei, tanah kalian itu luas. Masak hanya dihargai segitu. Harusnya bisa lebih. La wong rumahku yang cuma segitu ada yang beli mahal. Dia menipu kalian"


"Sekarang mau bagaimana lagi. Dia sudah ada di depan. Siap buat nikah sama Santi"


"Kau memangnya mau nikah sama dia?"


"Ya, nggak mau. Istrinya sudah tiga. Perutnya buncit gitu. Sudah tua lagi" Maki Santi.


"Wweehh masih sempat ngumpat calon suami"


"Mumpung masih bisa" Jawab Santi emosi.


"Gara-gara bapakmu suka main judi. Jadi kamu yang kena getahnya, San" Bu Santi menangis mengingat nasib Santi.


Zaki hanya bisa memandang trenyuh pada nasib sepupunya itu. Dari tadi dia menghubungi Aaron tapi tidak bisa.


"Ini orang maunya apa sih? Katanya gak rela Santi nikah sama bandot tua itu. Tapi dari tadi dihubungi tidak bisa" Gerutu Zaki dalam hati.


Terus mengulik ponselnya.


"Mbak Santi sudah waktunya" Seorang wanita memanggil Santi.


"Ibu...." Santi memanggil ibunya lirih. Dia sungguh tidak mau menikah dengan si Broto itu. Matanya berkaca-kaca. Ingin menangis rasanya.


"Jangan menangis Mbak, nanti make up-nya luntur" Sang MUA memperingatkan.


"Bodo!" Guman Santi. Sungguh rasanya dia ingin lari dari sana.


"Ayo, Mbak" Dua orang langsung menggandeng Santi menuju tempat pernikahan.


"Mas....


Santi berucap lemah. Tapi Zaki sendiri masih sibuk dengan ponselnya. Hingga akhirnya Santi melangkah pasrah pada dua orang yang membawanya. Diikuti ibu Santi yang terlihat menangis.


Tepat ketika Santi sudah keluar. Dani, sang asisten masuk.


"Pak, ada kiriman e-mail dari Pak Nasution" Lapor Dani. Menerima satu amplop coklat besar.


"Ini apa Dan?"

__ADS_1


"Data dirinya tuan Aaron" Jawab Dani.


"Buat apa?" Tanya Zaki bingung.


"Tidak tahu. Pak Nasution cuma bilang. Ada e-mail datanya tuan Aaron. Nanti diprint. Begitu thok perintahnya. Terus suruh ngasih pak Zaki" Tambah Dani.


"Ini apa sih" Melihat amplop besar itu berisi KK dan kartu identitas Aaron. Surat keterangan dokter. Dan....surat keterangan menumpang nikah dari KUA sana.


Zaki langsung mengembangkan senyumnya. Dia paham maksud Aaron.


"Yesss, bos mau nikah" Teriak Zaki.


"Siapa Pak? Tuan Aaron?" Dani bertanya. Namun belum sempat menjawab. Ponsel Zaki berbunyi. Memberikan berkas itu pada Dani. Lalu keluar menuju pintu depan. Bersamaan denga MC membuka acara pernikahan Santi.


"Aku tidak terlambat kan?" Tanya Aaron begitu keluar dari mobil. Langsung disambut Zaki.


"Hampir. Tu sudah mau dimulai" Zaki menjawab.


Aaron langsung menyeruak masuk ke dalam tenda pernikahan yang cukup besar. Pernikahan hampir dimulai ketika Àaron masuk. Dilihatnya Santi yang hanya menundukkan wajahnya. Tubuhnya terbalut kebaya putih. Membuat lekuk tubuhnya terlihat nyata. Dengan rambut disanggul rapi. Bisa dipastikan jika Santi sangatlah cantik. Terbukti pria yang ada dihadapan Santi. Sejak tadi menatap lapar pada gadis itu.


"Dasar tua bangka mesum"


"Baik jadi bisa kita mulai acara pernikahannya. Berhubung dua pengantin sudah ada di sini"


Terdengar suara riuh menjawab pertanyaan sang MC. Aaron melangkah mendekat ke arah altar. Penampilannya yang tampan menarik perhatian hampir semua tamu undangan. Kasak kusuk mulai terdengar. Tentu mereka bertanya siapa Aaron.


Ketika si pendeta akan memulai acara pemberkatan. Aaron menghentikan langkahnya. Berdiri di bawah altar pernikahan yang berbeda tinggi sedikit.


"Kau benar-benar ingin menikah dengan tua bangka ini?"


Santi langsung mengangkat wajahnya. Demi mendengar suara yang sudah lama ia rindukan. Dengan cepat gadis itu berbalik. Dan dua mata itu saling bertemu pandang setelah hampir dua bulan tidak bertemu.


"Ben!" Lirih Santi. Melihat pria itu terlihat begitu tampan dengan kemeja putihnya serta celana berwarna hitam.


"Siapa kau? Berani mengganggu istriku?"


"Istri katamu? Kalian belum menikah. Istri kepalamu!" Maki Aaron.


"Kurang ajar!" Teriak pak Broto.


"Ssttt jangan berisik. Aku tanya dia, apa dia mau menikah dengan tua bangka sepertimu" Tanya Aaron lagi.


"Aku tidak mau" Jawab Santi keras.


"Kau tidak mau? Bayar hutangmu sekarang!" Bentak Broto.


Aaron langsung naik ke atas panggung. Berdiri di depan Santi yang shock karena Broto membentaknya.


"Jangan kasar pada wanita pak tua!" Desis Aaron.


"Dia tidak mau menikah denganku. Maka bayar hutangnya"


"Berapa hutangnya?" Tanya Aaron.


"Ben, utangku banyak" Santi menarik ujung lengan Aaron. Memperingatkan.


"Enam ratus juta. Plus biaya pernikahan ini"


"Dasar rentenir!" Zaki berteriak. Bersamaan dengannya yang masuk bersama Annelka dan Dani.


"Tuan Annelka..."


"Kau dengar Ann, bayar!" Aaron memberi perintah pada sang adik.


"Mintakan nomor rekeningnya" Annelka berucap. Dan Zaki langsung mendekati asisten Broto yang langsung memberikan nomor rekening tuannya. Begitu Broto menganggukkan kepalanya.


"Tujuh ratus juta. Kau lihat?" Annelka berucap. Dan tak lama ponsel tuan Broto berbunyi. Sebuah notifikasi transfer sebesar tujuh ratus juta masuk ke rekeningnya. Pria itu langsung tersenyum. Santi langsung membulatkan matanya. Bagaimana bisa Annelka begitu mudah memberikan tujuh ratus juta pada dirinya. Ehh pada Ben.


"Selamat, kau membuat malu keluargamu karena kau tidak jadi menikah" Ledek Broto. Santi menunduk seketika.


"Siapa bilang? Tetap ada pernikahan kok" Jawab Aaron santai.


"Terserah. Yang penting tujuh ratus juta" Oceh Broto. Keluar dari sana.


Santi kembali menundukkan wajahnya. Bisa dipastikan jika sebentar lagi seluruh keluarganya akan memarahinya.


"Lepas dari mulut harimau. Malah masuk kandang singa. Sial sekali hidupku" Batin Santi nelangsa.

__ADS_1


****


__ADS_2