![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Zhang Fang memperhatikan sekitarnya, ini adalah kali pertama baginya datang ke rumah Lee Anming, ia bisa disebut kagum kepada Lee Anming tapi tidak sampai menyukainya.
"Maaf ya aku habis olahraga tadi jadinya harus mandi dulu," ucap Cia Changyi yang sudah berpakaian rapi, ia datang tak sendirian.
"Siapa wanita di belakang mu?" tanya Zhang Fang, ia tak mengenal wanita itu dan sepertinya bukan murid di sekte ini tapi bagaimana orang asing bisa masuk ke sini apa dia dibawa oleh Lee Anming, pikir Zhang Fang.
"Perkenalkan dia adalah solusi dari masalah mu, namanya Camilla," ucap Cia Changyi.
"Hai salam kenal," ucap Camilla kepada Zhang Fang, namun Zhang Fang menatap Camilla dengan tatapan curiga kepada orang asing.
"Kau tak perlu banyak berpikir bukankah kau tinggal menghancurkan batu yang kau bawa lalu ketua sekte akan datang," ucap Cia Changyi yang membuat Zhang Fang terkejut.
Sebelum ke sini Zhang Fang membawa batu yang terhubung dengan ayahnya, kalau sampai ia menghancurkan batu itu maka ayahnya akan merasakan Zhang Fang butuh pertolongan.
"Ba.. Bagaimana kau tahu tentang artefak ini," ucap Zhang Fang, padahal ia sudah dengan rapi menyembunyikan keberadaan batu itu tapi dengan mudah diketahui oleh anak berusia 6 tahun.
"Itu tak penting, Camilla bawa dia dan lakukan seperti yang aku katakan," ucap Cia Changyi, Camilla yang mendengar itu pun mengangguk lalu menarik Zhang Fang ke kamar.
"Ah, apa apaan ini?!" Zhang Fang yang terkejut pun merasa panik, tapi entah mengapa ia tak bisa melawan dari wanita yang menariknya ini, ia merasa keputusan yang ia ambil adalah kesalahan.
"Ini semua tergantung kepada mu Zhang Fang," ucap Cia Changyi dalam hati saat melihat pintu sudah tertutup, untungnya Camilla juga memiliki tubuh yin yang.
1 jam berlalu.
Pintu kamar terbuka dan nampak Zhang Fang keluar dengan keadaan yang buruk, ia nampak kelelahan dan hampir jatuh kalau tidak dibantu oleh Cia Changyi.
Camilla keluar juga setelahnya, ia pun juga sepertinya kelelahan. Camilla memberi isyarat untuk dapat kembali ke tubuh Cia Changyi dan diizinkan oleh Cia Changyi.
__ADS_1
"Hah, tadi adalah hal yang paling melelahkan yang pernah aku rasakan. Rasanya tulangku seperti hancur lalu tumbuh menjadi lebih kuat," ucap Zhang Fang.
Zhang Fang saat di kamar selama 1 jam dipaksa oleh Camilla untuk menyerap tenaga spiritualis yin yang miliknya sendiri. Tenaga itu telah dibuka oleh Camilla metode akupuntur.
Selama penyerapannya pun Camilla turut membantu Zhang Fang agar tak kehilangan kesadaran dan tetap tenang, sudah puluhan ribu tahun sejak Camilla melakukan hal ini.
Aroma teh yang harum memasuki indra penciuman Zhang Fang, ia melirik ke samping dan nampak Cia Changyi menuangkan teh untuknya.
"Ini adalah teh yang dapat memulihkan tenaga mu, kalau kau mau kau bisa mandi di sini karena tubuh mu sangat berkeringat," ucap Cia Changyi sambil menuangkan teh.
Zhang Fang sangat malu, belum pernah ia sekeringat ini dihadapan seorang pria, ia pikir kalau tubuhnya pasti mengeluarkan aroma tak sedap.
Zhang Fang pun bergegas meminum tehnya lalu izin mandi terlebih dahulu dengan wajah memerah karena malu, melihat itu Cia Changyi tertawa kecil di dalam hatinya.
"Setidaknya sekarang aku berhasil membantu Zhang Fang, aku harap ia bisa membantu sekte saat penyerangan besar-besaran itu," ucap Cia Changyi.
Cia Changyi berharap dengan kekuatan Zhang Fang yang ia bangkitkan lebih awal bisa membantunya untuk mengalahkan pasukan aliran hitam yang hendak membunuh para pendekar aliran putih.
Setelah beberapa saat Zhang Fang telah selesai mandi, ia bahkan mengganti pakaiannya yang ia dapat dari cincin penyimpanan miliknya. Namun tetap saja Zhang Fang merasa canggung saat ini.
"Terima kasih, kau tak berbohong kepada ku. Oh iya dimana wanita tadi? apa dia sudah pergi," tanya Zhang Fang sambil melihat sekitar dan tak menemukan sosok Camilla.
"Camilla sudah pergi, ia sedang ada urusan mendadak saat kau mandi tadi," ucap Cia Changyi.
"Cia Changyi, aku dengar kalau kau diangkat oleh senior karena seluruh keluarga dan warga desa mu sudah dibunuh tapi aku rasa Camilla dengan kekuatannya bisa membantu mu," Zhang Fang memikirkan ini saat mandi tadi.
"Camilla tak bisa melakukan itu, aku harap kau tak menyebarkan tentang Camilla karena ia bukanlah manusia biasa, kau tahu ada beberapa hal yang tak boleh kau ketahui," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
Zhang Fang sebenarnya curiga dengan kemisteriusan dari sosok Cia Changyi tapi ia tak merasa bahaya berada di sekitarnya dan entah mengapa Cia Changyi memiliki aura seorang pelindung.
"Aku harap kau tak memberi tahu ini kepada ayahmu, kau harus menyembunyikan ini sampai kau cukup kuat," ucap Cia Changyi.
"Tapi ayah ku berhak tahu, dia juga tak mungkin melakukan hal buruk kepada ku," ucap Zhang Fang yang tak mengerti maksud dari Cia Changyi.
Cia Changyi pun menjelaskan kalau Camilla lah yang bisa membantu Zhang Fang saat ini dan Camilla tak mau kalau identitasnya sampai diketahui dan saat waktunya tepat Zhang Fang bisa memberi tahu tentang tubuhnya kepada ayahnya.
Mendengar itu membuat Zhang Fang mengerti, ia memikirkan ayahnya yang pastinya akan sangat senang saat tahu kekuatan anaknya walaupun sekarang ia harus menutupinya.
"Kau bisa datang seminggu sekali untuk latihan dengan Camilla agar tak dicurigai oleh ketua sekte dan ini adalah catatan yang ditinggalkan Camilla untuk mu," ucap Cia Changyi.
Ia menyodorkan kumpulan kertas yang berisi metode latihan untuk tubuh yin yang. Itu ditulis oleh Camilla yang berada di dalam tubuh Cia Changyi saat Zhang Fang mandi.
Zhang Fang pun menerima catatan itu, ia pun berterima kasih sekali lagi lalu pamit untuk kembali ke kamarnya, takut-takut kalau ayahnya menemukan ia tak berada di kamar.
"Aku sangat takjub, di dunia peri bahkan tubuh yin yang dapat dihitung jari tapi gadis itu memilikinya di dunia ini, sepertinya dunia ini cukup menarik," ucap Camilla.
Keesokan harinya.
Lee Anming dalam keadaan yang sudah mulai membaik walaupun ia merasa ada hal aneh dengan tubuhnya, tapi tabib mengatakan tak ada yang salah dengan tubuhnya.
Hal ini membuat Lee Anming heran namun ia tak terlalu memikirkannya, ia harus fokus dengan tugasnya di sini dan tidak menjadi beban bagi rekan setimnya.
Secara rutin pun Ling Cang membawakan obat bagi kesehatan Lee Anming tanpa ada yang curiga sedikit pun, Ling Cang memang memiliki reputasi yang baik di antar murid sekte.
"Terima kasih, aku harap bisa membalas kebaikan mu," ucap Lee Anming setelah meneguk obat dari Ling Cang.
__ADS_1
"Sama-sama," ucap Ling Cang, walau ia senyum tapi dalam hatinya ia mengejek kebodohan para guru dan murid sekte cahaya pedang.