Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 52 : Syarat


__ADS_3

Sekilas Han Yu dapat melihat tatapan panik Xi Li, apalagi ia tak menyapa sehingga membuat Han Yu yakin kalau terjadi sesuatu yang tak terduga di dalam.


"Kenapa kau di sini? Apa kau tak latihan?" tanya Yeon-Jin ketika melihat keberadaan Han Yu di depan pintu saat ia hendak keluar.


"Maaf tapi aku menunggu dan guru tidak kunjung datang jadi aku ingin menemui guru, aku pikir mungkin guru jatuh sakit," ucap Han Yu yang gugup ditanyai oleh Yeon-Jin.


"Maaf ya kami tadi ada urusan dengan nona Xi Li, aku rasa sudah waktunya kau melatih teknik bertarung kepada Han Yu karena tubuhnya sudah mendukung hal itu," ucap Cia Changyi.


Hal itu membuat Han Yu terkejut, bagaimana tidak? Teknik bertarung atau bisa dibilang jurus adalah hal yang hanya bisa dilakukan oleh sebagian pendekar saja karena membutuhkan fisik tertentu.


"Benarkah aku bisa menggunakan jurus," ucap Han Yu dengan antusias, ia melihat pendekar yang bisa menggunakan jurus terlihat sangat hebat dan keren juga kuat.


"Ya kau bisa melakukannya, nanti pokoknya kau harus memenangkan pertarungan antar gunung pedang maka aku akan memberimu hadiah," ucap Cia Changyi menyemangati, ia tahu betul di kehidupan sebelumnya Han Yu selalu kalah dalam lomba ini.


"Sudah-sudah, berhenti saling menggoda begitu. Dengar ini kau adalah orang pertama yang akan aku ajarkan jurus ku, kalau bukan karena Changyi maka aku tak mau mengajari mu walau dengan tangisan darah sekalipun," ucap Yeon-Jin.


Han Yu pun bersikap normal kembali, ia pun memberi hormat kepada Cia Changyi dan Yeon-Jin selayaknya murid terhadap guru walau dalam hati ia ingin berteriak keras sangking antusiasnya.


Mereka pun kembali ke tempat latihan, Cia Changyi duduk di batu sambil membaca buku yang memang ada berada di alam bawah sadarnya. Kalau di lihat dari luar ia memang seperti tak melakukan apapun selain duduk.


"Jurus ini adalah gabungan dari beberapa gerakan dasar, bedanya ada pengontrolan energi di sini yang sangat berkaitan erat dengan perhitungan matematis," ucap Yeon-Jin.

__ADS_1


Yeon-Jin mulai memberikan teori dasar jurus 3 cakar harimau yang akan setiap tebasan akan membentuk satu cakar lalu dengan satu gerakan terakhir dapat menghempaskan 3 bentuk cakar itu menjadi serangan yang lumayan mematikan.


"Pertama-tama adalah menghitung keadaan energi alam di sekitar, kau harus punya kepekaan untuk dapat memperkirakannya setelah itu keluarkan energi di setiap tebasan mu kurang lebih setengah lebih besar dari energi alam sekitar,"


Han Yu dengan seksama berusaha keras untuk mengerti setiap penjelasan dari Yeon-Jin, proses perhitungan cepat yang rumit yang harus ia perkirakan harus ia dapat kuasai.


"Sebenarnya matematika adalah ilmu pasti hanya saja seorang pendekar harus sering latihan dan mempelajari berbagai perhitungan selama berpuluh tahun untuk dapat menghitung keadaan sekitar dengan pasti bukannya perkiraan,"


Kali ini Han Yu benar-benar merasakan manfaat dari pelajaran matematika yang menjadi pelajaran wajib selama setahun di sekte ini, penjelasan dari Yeon-Jin lebih dalam dari yang ia dapat dari sekte.


Kemudian muncullah Xi Li, ia menghampiri Cia Changyi yang masih duduk sila. Cia Changyi yang merasakan keberadaan Xi Li pun berbalik dan tersenyum menyambut kehadiran Xi Li.


"Hei nona Xi Li, bagaimana? Apakah sudah kau putuskan dengan dewan pengurus tentang syarat yang aku ajukan tadi pagi?" tanya Cia Changyi kepada Xi Li.


"Bagus, kau memang bisa di andalkan dalam segala hal tak heran ketua sekte Yi memutuskan menjadikan mu pengganti sementara untuk menjadi ketua sekte," ucap Cia Changyi.


"Tapi untuk apa kau mau masuk ke sana, itu adalah makam leluhur sekte gunung pedang yang telah diberkati juga dikutuk. Aku sudah menjelaskan kalau disana sangat sakral dan berbahaya," ucap Xi Li.


Xi Li tak habis pikir dengan syarat yang diajukan oleh Cia Changyi kepadanya. Jelas kalau makam leluhur gunung pedang adalah tempat sakral dan hanya beberapa orang yang dapat masuk dan keluar hidup-hidup dari sana.


"Aku tahu sulit bagi kalian mengizinkan orang luar seperti ku masuk ke peninggalan leluhur gunung pedang tapi aku berjanji tak akan mengotori kesucian dari tempat itu," ucap Cia Changyi menyakinkan Xi Li.

__ADS_1


Xi Li hanya menghela napas, ia tak habis pikir dengan keberanian besar yang dimiliki Cia Changyi, sepertinya kekuatan yang ia miliki berkat keberaniannya yang besar juga, pikir Xi Li.


"Dua hari sebelum pertandingan antar gunung kau bisa ke makam leluhur gunung pedang, aku harap kau bisa selamat," ucap Xi Li yang kemudian pamit pergi untuk kembali bekerja.


Cia Changyi tersenyum senang, ia melihat ke arah Yeon-Jin dan memberikannya kode. Yeon-Jin yang melihat itu pun turut merasa senang sampai ia lupa kalau ia sedang memperhatikan gerakan Han Yu.


"Bagaimana guru? Apa aku sudah melakukannya dengan baik?" tanya Han Yu yang telah selesai mempraktikan gerakan yang diintruksikan oleh Yeon-Jin.


"Ah kau ulangi lagi, itu tadi kurang tepat dan masih banyak celah," ucap Yeon-Jin mengkritik padahal ia tadi tak memperhatikan gerakan Han Yu.


Sedangkan di tempat lain.


"Sial, mengapa nona Xi Li yang harus mendapatkan pendekar hebat itu sampai ia bisa dilantik menjadi ketua sekte sementara, bahkan saudara Yi Gun tak mendapatkannya," ucap Wei Lan yang kesal.


"Tenanglah tuan, wanita itu baru mendapatkan gelar sementara tapi andakan keturunan langsung ketua sekte sebelumnya jadi secara hukum kau masih bisa menjadi ketua sekte," ucap Bai, pelayan Wei Lan.


"Tapi tetap saja, walau aku adalah dewan pengurus yang paling muda dalam sejarah tapi aku belum terlalu berkontribusi dengan sekte, kalau begini posisi ku bisa direbut," ucap Wei Lan cemas.


"Aku punya ide, kenapa kau tak mendekati pendekar hebat itu dia kan mau masuk makam leluhur bisa saja kan dia keluar dalam keadaan selamat dan mendapat harta leluhur," ucap Bai memberi saran.


"Walau kedengarannya cukup tak masuk akal tapi sepertinya aku harus menemui langsung pendekar itu, aku mau tau sehebat apa dia sampai ketua sekte Yi secara langsung melindunginya," ucap Wei Lan.

__ADS_1


Wei Lan masih berpikir kalau Cia Changyi pasti hanya melakukan beberapa trik dan merupakan kaki tangan orang yang lebih kuat dan ia pikir untuk menemui bos dari Cia Changyi itu.


__ADS_2