Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 47 : Camilla Vs Queen Dark


__ADS_3

Di dalam alam bawah sadar ketua sekte gunung pedang Cia Changyi telah memasukinya secara paksa dengan ilusi miliknya, kalau tadi ketua sekte tidak minum ramuan mana mungkin Cia Changyi bisa masuk ke sini.


Di alam bawah sadar ketua sekte itu ada banyak sekali hawa kegelapan yang menutupi sebagian kesadaran ketua sekte yang seperti parasit menyebabkan kerusakan bagi ketua sekte.


Keberadaan Cia Changyi yang secara tiba-tiba masuk ke kesadaran ketua sekte membuat hawa kegelapan itu bereaksi ingin menyerang Cia Changyi.


Namun sebelum itu muncul lagi dari portal sosok Camilla yang dipanggil oleh Cia Changyi, ia membawa kristal yang memancarkan cahaya yang cukup terang yang membuat takut hawa kegelapan di sekitar.


"Akhirnya kau memanggil ku juga, di sini kau sedang berada di kesadaran siapa? Ada begitu banyak hawa kegelapan seperti kata mu membuat ku sesak," ucap Camilla.


"Kau memang bisa diandalkan Camilla, ternyata benar kata mu kita bisa terhubung satu sama lain saat aku memanggil mu. Tolong bantu aku sembuhkan orang penting ini dari kegelapan," ucap Cia Changyi.


Camilla pun menganggukan kepala, ia juga sudah lama tidak melawan kegelapan jadi ia semangat ketika menghadapi hawa kegelapan setelah sekian lama.


Di hadapan mereka ada sosok wanita yang mengenakan mahkota berwarna hitam, sepertinya itu adalah entitas dari hawa kegelapan yang menguasai kesadaran ketua sekte.


"Siapa kalian?! Berani-beraninya memasuki wilayah kekuasaan ku," ucap wanita itu yang bernama Queen Dark.


"Oh rupanya entitas Queen Dark, aku kira sesuatu yang lebih kuat tapi rupanya tidak lebih dari bangkai bau yang dikerumungi oleh lalat," ucap Camilla meremehkan sosok Queen Dark.


Di masa lalu Camilla sosok Queen Dark sama dengan monster tingkat rendah saat ini sehingga Camilla yakin dapat mengalahkannya walaupun kekuatannya belum pulih.


"Sombong sekali dirimu, aku akan tunjukkan apa itu kekuatan kegelapan yang sesungguhnya kepada mu," ucap Queen Dark merasa kesal dengan kesombongan dari Camilla.


"Cia Changyi kau biarkan saja aku berhadapan dengan bedebah ini dan kau tak usah membantu ku, oke," ucap Camilla yang diiyakan oleh Cia Changyi.

__ADS_1


Cia Changyi memegang kristal yang dibawa oleh Camilla agar ia tak diserang oleh hawa kegelapan yang berada di sekitar, ia sekarang bertindak sebagai penonton saja.


Camilla mengeluarkan kipas tangan yang merupakan senjata yang ia miliki sedangkan Queen Dark mengelurakan pedang yang mengeluarkan hawa kegelapan di sekitarnya.


Tanpa basa basi lagi Queen Dark pun berlari dengan gesit ke arah Camilla, ia memutar pedangnya sehingga mengeluarkan bola kegelapan.


Camilla yang melihat itu pun membuka kipasnya yang mengeluarkan cahaya yang cukup terang, ia menangkis bola kegelapan yang menghampirinya dari segala arah dengan kipasnya itu.


Dari arah belakang Queen Dark tiba-tiba menebaskan pedangnya ke arah Camilla, sorot mata Camilla melihah hal itu pun langsung memutar kipasnya lalu menangkis pedang itu.


Camilla tak mau kalah, ia menebaskan kipasnya yang mengeluarkan jarum-jarum yang mengeluarkan cahaya terang, Queen Dark segera menghindar ke samping.


Namun Camilla segera di sampingnya lalu menebas kipasnya, saat Queen Dark ingin menangkis serangan itu ia malah di serang dari belakang oleh sosok Camilla.


"Sejak kapan kau menggunakan ilusi di wilayah ku?!" teriak Queen Dark dengan perasaan kesal ia pun memutar pedangnya 360 derajat dan membuat 7 sosok Camilla itu menjadi kabut.


Lalu dari balik kabut itu muncul sosok asli Camilla yang menebaskan kipasnya yang kemudian segera ditahan oleh pedang Queen Dark.


"Kau memang cukup kuat bagiku yang belum pulih kekuatannya tapi aku punya sesuatu yang lebih baik darimu yakni pengalaman," ucap Camilla kepada Queen Dark.


Kemudian setelah itu dari kabut itu muncul kembali sosok-sosok seperti Camilla yang menyerang dari segala arah, cahaya yang sangat terang pun keluar dari kipas-kipas itu.


"Aaahh," teriak Queen Dark yang merasa terbakar ketika cahaya-cahaya itu menyentuh entitasnya, bahkan Cia Changyi yang sedari tadi menonton pun menutup mata karena silau.


Beberapa saat kemudian hawa kegelapan itu akhirnya musnah tanpa sisa dengan cahaya dari Camilla, Camilla tersenyum puas ketika melihat ekspresi kesakitan dari Queen Dark tadi.

__ADS_1


"Wah kau hebat sekali tadi mengalahkan Dark Queen, tapi tidak bisa dibilang seperti itu juga karena kekuatannya sangat lemah," ucap Cia Changyi.


"Kau benar, Changyi siapapun yang melakukan ini dia bukan orang sembarangan. Aku yakin dia sedang mengembangkan proyek besar untuk membangkitkan kegelapan yang merupakan kekuatan iblis," ucap Camilla.


"Ya kau benar, tapi aku akan segera memiliki matahari yang menerangi kegelapan itu jadi kau tak usah banyak khawatir, sekali lagi terima kasih dan kau bisa pulang," ucap Cia Changyi.


Setelah itu Camilla pun kembali masuk ke portal dan Cia Changyi keluar dari kesadaran ketua sekte gunung pedang, setelah membuka mata ia bisa melihat Xi Li yang menunggu.


"Ah akhirnya kau sadar, syukurlah ketua sekte mulai kelihatan membaik," ucap Xi Li, ia bisa melihat perlahan keadaan tubuh ketua sekte mulai hilang gejala penyakit dalam.


"Iya tapi dia masih belum stabil, kau harus menginfusnya dengan ramuan yang akan aku berikan," ucap Cia Changyi.


"Tapi kata mu ada yang mengkhianati ketua sekte, sebenarnya aku mencurigai satu orang tapi aku masih ragu dan sungkan kepada ketua sekte," ucap Xi Li.


"Oh kau sudah ada tersangkanya, baiklah biarkan aku bertemu dengannya. Kalau sampai dia terbukti bersalah maka dia harus di interogasi karena menjadi kaki tangan dari aliansi kebangkitan iblis," ucap Cia Changyi.


"Baiklah aku akan membawa mu menemuinya, sebenarnya aku tak berharap dia adalah pelakunya tapi aku merasa dia patut dicurigai," ucap Xi Li.


Sedangkan Yeon-Jin merasa tak fokus selama mengajari Lei Mei karena tadi dia melihat Cia Changyi pergi bersama Xi Li ke suatu tempat tanpa ia ketahui ke mana.


Alhasil serangan dari Lei Mei bisa terkena Yeon-Jin karena dirinya tak fokus, hal itu membuat Lei Mei terkejut lalu meminta maaf ketika Yeon-Jin merintih kesakitan.


"Sudahlah kita istirahat saja, aku akan mencari Changyi dulu," ucap Yeon-Jin yang segera berlari entah kemana, Lei Mei merasa bingung dengan sikap dari Yeon-Jin.


"Kenapa guru tidak fokus, apa jangan-jangan karena guru Cia Changyi tak ada ya. Pasti ada sesuatu terjadi aku harus ikut mencari guru Cia Changyi," ucap Lei Mei kemudian mengikuti Yeon-Jin dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2