Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 79 : Warisan


__ADS_3

"Wah ada tamu rupanya, A Yeong kau membawa mereka untuk menemuiku. Kita sudah lama tak bertemu, eh memang kita tak pernah bertemu ya saat kau datang ke sini," ucap ratu siluman.


Ratu siluman melihat dua sosok pria yang berada di dekat A Yeong. Tapi fokusnya langsung tertuju ke sosok Yeon-Jin yang mana kristal yang berada di genggamannya bergetar.


"Apa maksud mu dengan mempermainkan murid sekte gunung pedang? Lepaskan mereka sekarang juga dan biarkan mereka memenangkan kompetisi sekte," ucap Yeon-Jin.


"Wah rupanya ada yang mau jadi pahlawan disini, padahal aku hanya ingin bersenang-senang saja," ucap ratu siluman kemudian tersenyum penuh makna.


"Tenanglah Yeon kita bisa membicarakannya baik-baik. Ratu siluman mohon maaf atas kelancangan kami tapi kami tak mau kau menjadikan murid sekte gunung pedang sebagai mainan mu," ucap Cia Changyi.


"Oh ada pria tampan yang memohon kepada ku, aku jadi tersanjung karena itu. Tapi aku hanya ingin ada pemenang yang bisa mewarisi tempat ini seperti yang A Yeong katakan sebelumnya," ucap ratu siluman.


"Kau ini ternyata selalu memata-matai dan menguping apa yang kami lakukan dan bicarakan ya," ucap A Yeong kepad ratu siluman.


"Terserah kau mau bilang apa karena ini masihlah menjadi tempat kekuasaan ku dan kau hanya menumpang, sekarang aku ingin salah satu dari kalian melakukan tes pewaris," ucap ratu siluman.


Ratu siluman segera mengeluarkan batu kristal yang bergetar, ia kemudian mendekati mereka dan meletakkan kristal itu di udara dan dengan ajaibnya kristal itu bisa melayang.


"Tunggu, jadi kami benar-benar menjadi mainan mu. Kau tak harus membuat kami saling membunuh dengan kalung kehidupan bualan mu itu," ucap Han Yu kesal.


"Tenang gadis muda, baiklah kalian ber-empat aku anggap sebagai pemenangnya. Jadi ambillah masing-masing 4 kalung kehidupan ini karena aku masih punya banyak," ucap ratu siluman.


Ratu siluman kemudian melempar 4 kalung itu masing-masing satu ke Han Yu, Qia, Han Bao, dan Vivi. Mereka tak percaya bisa memiliki bends suci ini yang sudah lama menghilang.

__ADS_1


Kristal itu pun mengeluarkan cahaya yang terang benderang yang menyilaukan mata, kristal itu bergerak ke salah satu dari mereka dan meredup ketika ada ditangan pewarisnya.


Tangan Yeon-Jin telah terbuka dan menerima kristal itu yang masih bersinar walau tak seterang tadi. Yeon-Jin melihat ke kristal itu intens lalu melirik ke arah Cia Changyi.


"Wah seperti dugaan ku ternyata si tampan ini yang menjadi pewaris tempat ini, oh ya ampun akhirnya aku bebas dari tempat membosankan ini," ucap ratu siluman lalu menjetikkan jarinya.


Secara tiba-tiba penampilan ratu siluman yang terlihat berwibawa dengan mahkota di kepalanya telah berubah menjadi sosok modis yang sepenuhnya berbentuk manusia.


"Jadi ini adalah wujud asli mu?" tanya A Yeong yang terkejut melihat perubahan penampilan dari ratu siluman yang cepat sekali itu.


"Ya kau benar, sebenarnya aku hanya dititipi sementara sampai datang pemilik sebenarnya dari tempat ini. Pokoknya kalian baik-baik ya disini aku mau pergi," ucap ratu siluman.


"Tunggu! Bagaimana dengan kami?" tanya Qia yang memberanikan diri bertanya.


"Ah kan bukan aku lagi penguasa tempat ini jadi minta saja sama pria tampan itu, dadah," ucap mantan ratu siluman lalu segera berubah menjadi cahaya lalu menghilang.


"Selamat Yeon, kau punya tempat luar biasa seperti ini, kalian berdua memang berjodoh ya," ucap Cia Changyi yang melihat Yeon-Jin dan A Yeong sebagai pasangan serasi.


Yeon-Jin kemudian menepis tangan Cia Changyi dibahunya yang membuat Cia Changyi kebingungan. Yeon-Jin berjalan ke arah 4 murid sekte gunung pedang.


Yeon-Jin kemudian menutup matanya lalu mengibaskan tangannya, secara ajaib muncul portal yang akan mengarah ke sekte gunung pedang. 4 murid itu pun merasa senang dan segera masuk ke dalam.


"Changyi, kau duluan saja. Aku ingin berbicara empat mata dengan nona A Yeong," ucap Yeon-Jin, tatapannya sedari tadi sendu dan tak bisa dimengerti oleh Cia Changyi.

__ADS_1


"Wah sepertinya mereka akan melakukan sesuatu bersama, aku harap bisa membuat hubungan mereka tidak toxic seperti dulu," batin Cia Changyi lalu masuk ke dalam portal itu.


Sebelum itu Cia Changyi sempat melirik ke arah A Yeong yang nampaknya sangat gugup, hal itu membuat Cia Changyi tersenyum lalu masuk ke dalam portal.


Setelah itu Yeon-Jin langsung mendekat ke arah A Yeong. A Yeong pun menunduk, melihat itu Yeon-Jin mengangkat dagu A Yeong supaya menghadap ke wajahnya.


Sementara itu Cia Changyi bersama dengan 10 murid sekte gunung pedang yang lain telah keluar dari portal itu, menurut orang sekitar mereka hanya ke dalam selama satu jam saja.


Wei Lan langsung menghampiri Cia Changyi, ia dan lain sangat terkejut tentang keberadaan Cia Changyi di dalam alam hutan gaib padahal mereka tak melihat Cia Changyi menyelinap masuk.


"Kau kenapa bisa di sini?" tanya Wei Lan dan bersama dengan itu beberapa tetua dan ketua sekte gunung pedang mengikuti di belakang Wei Lan.


"Tetua, tuan Cia Changyi telah membantu kami keluar dari permainan ratu siluman yang merupakan penguasa alam hutan gaib selama ini," ucap Han Yu berusaha menjelaskan.


Wei Lan pun memegang tangan Cia Changyi lalu menariknya, Wei Lan membawa Cia Changyi ke suatu tempat dan Cia Changyi hanya pasrah saja mau dibawa kemana oleh Wei Lan.


"Kau tahu aku mencari mu dan ternyata kau ikut masuk ke dalam alam hutan gaib. Bisakah kau menjelaskannya kepada ku," ucap Wei Lan.


"Kau bisa tahu itu dari murid yang lain, lalu untuk apa kau ingin bertemu dengan ku? Apa kau menginginkan sesuatu dari ku?" tanya Cia Changyi.


"Ehm, jadi sebenarnya aku hanya ingin bilang kalau aku ingin ikut bersama mu saat kau dan yang lain ingin kembali berkelana," ucap Wei Lan memberanikan diri.


"Baguslah, sebenarnya aku juga kekurangan orang dalam tim ku dan kau telah menyempurnakannya dengan ikut bersama kami," ucap Cia Changyi tersenyum senang.

__ADS_1


"Tapi kau ingin ikut apakah hanya ingin ikut saja atau ada alasan lain sebenarnya," ucap Cia Changyi sambil mendekati Wei Lan yang membuat Wei Lan mundur beberapa langkah.


"Emm, sebenarnya aku memang ingin berkelana menjelajahi dunia dan ayah ku bilang kalau mau menjelajahi dunia harus punya tim yang solid," ucap Wei Lan merasa gugup.


__ADS_2