![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Tak apa kita membiarkan anak itu melawan Yi Chen, dia sudah berubah menjadi kuat bahkan aku tadi merasa tekanan yang kuat dari tubuhnya," ucan Han Meng kepada Xi Li.
"Sudah percaya saja dengan anak itu, dia bukan pendekar sembarangan yang mudah untuk dikalahkan," ucap Xi Li menyakinkan Han Meng.
Yi Gin membopong tubuh ayahnya, ia juga merasa tekanan yang kuat dari Yi Chen sehingga menurut untuk keluar dari kamar ayahnya itu. Ia masih tak percaya kalau kakaknya bisa melakukan hal sekejam itu kepada keluarganya sendiri.
"Aku tau kau pasti tak menyangka akan kejadian ini tapi dengan ini kita bisa mengambil hikmahnya," ucap ketua sekte, ia berusaha sabar dalam menyikapi kelakuan anak keduanya itu, ia merasa gagal menjadi ayah.
Di kamar ketua sekte gunung pedang.
Yi Chen mengamuk seperti kera, tangannya menjadi besar dan siap menghantam kepala Cia Changyi, tapi Cia Changyi hanya diam tidak hendak menghindar sama sekali.
Bola kristal yang ia pegang langsung ia lemparkan ke arah tangan Yi Chen ketika hampir mengenai Cia Changyi, kristal itu tak pecah namun mengeluarkan sinar yang menyilaukan.
Di balik cahaya itu Yi Chen mengeluarkan sebilah pisau, ia mengambilnya dari cincin penyimpanan miliknya. Mata Yi Chen menjadi merah dan seketika tersenyum cukup mengerikan.
Ia mengangkat tinggi-tinggi pisaunya lalu menusukkannya bertubi-tubi ke badan Yi Chen, Yi Chen yang kesakitan hendak membalas namun Yi Chen telah menusuk dulu ulu hati Yi Chen.
"Dasar pemuja iblis, kau sangat bodoh menggunakan pil yang dapat membuat latihan mu selama ini sia-sia, tapi tak apa karena aku akan menjadikan mu pelampiasan ku," ucap Cia Changyi.
Entah mengapa Cia Changyi mendadak berubah 180 derajat, tubuhnya mengeluarkan hawa merah dan sekujur tubuhnya basah dengan darah yang keluar dari tubuh Yi Chen.
__ADS_1
Cia Changyi menusukkan pisaunya secara brutal di lengan Yi Chen, walau kelihatan asal-asalan tapi Cia Changyi membuat daging lengan Yi Chen terpisah dengan tulangnya.
Ia dengan gerakan cepat memotong-motong daging tubuh Yi Chen tanpa mengenai tulang Yi Chen, ia menargetkan dua lengan dan dua kaki dari Yi Chen.
Yi Chen terbelalak matanya, ia memang sudah dibodohi oleh aliansi kebangkitan iblis dengan memakan pil tadi ketika sudah terpojok dan rencana gagal, malah pil tadi lebih tepat disebut pil membunuh lawan sebelum terbunuh sendiri.
Cia Changyi yang telah melawan banyak pendekar gelap jelas mengetahui apa yang dikonsumsi Yi Chen tadi dan apa efeknya, ia juga langsung menyerang keberadaan pil itu yang mengendalikan kekuatan pemakai di ulu hati.
Darah segar segera membasahi ruangan yang cukup luas itu, dapat dilihat di sana Cia Changyi setelah puas memotong daging Yi Chen kemudian langsung tersadar.
Matanya yang tadi merah langsung kembali hitam, ia melihat ke sekeliling melihat kengerian yang sudah ia buat. Ia syok, apa yang telah ia perbuat kepada orang ini?
Cia Changyi terduduk dan mengingat kejadian sebelumnya saat Yi Chen berubah dan setelah Xi Li membawa yang lain keluar dari ruangan ini ia sudah tak mengingat apa yang telah terjadi.
"Aku tidak akan membiarkan mu menguasai ku lagi, Athala," ucap Cia Changyi yang mengepalkan tangannya, ia tak menyangka kalau sosok Athala yang telah ia segel berhasil kembali memasukinya saat ia bereinkarnasi, selama ini ia tak menyadarinya.
Cia Changyi langsung saja membersihkan tempat kejadian perkara, untung saja dia saat dulu pernah bekerja sebagai pembersih tkp pembantaian di rumah warga oleh pendekar gelap.
Tak berselang lama setelah Cia Changyi membereskan semuanya ia keluar dengan membawa mayat Yi Chen yang sudah ia bungkus dengan kain yang ia miliki.
Segera setelah ia keluar Xi Li menghampirinya diikuti oleh Han Meng, mereka cukup cemas karena keadaan di dalam kamar ketua sekte terdengar brutal namun tiba-tiba sunyi.
__ADS_1
Han Meng hendak masuk untuk memeriksa tetapi dicegah oleh Xi Li, Xi Li berpikir untuk membiarkan Cia Changyi atau Yi Chen yang keluar dulu, ia bisa melihat kebringasan dari Yi Chen dan ia hanya ketakutan.
"Kau tak apa tuan Changyi, ah itu yang kau bawa..." ucap Xi Li yang segera menghampiri Cia Changyi setelah keluar kamar ketua sekte namun ia memotong perkataannya setelah melihat apa yang dibawa oleh Cia Changyi.
"Anda pasti orang yang cukup berpengaruh di sini jadi tolong rahasiakan ini dengan baik jangan sampai orang luar tahu, dan silakan urus mayat orang ini," ucap Cia Changyi kepada Han Meng.
Cia Changyi langsung menaruh kain berisi mayat Yi Chen dihadapan Han Meng. Hati Han Meng hancur, saat Yi Chen masih kecil ia yang telah mengurusnya namun sekarang ia yang harus mengurus pemakamannya.
"Paman Han Meng, aku tahu kau sakit hati tapi hal ini adalah kesalahan senior Yi Chen sendiri. Aku harap kau tak menyimpan dendam kepada tuan Cia Changyi," ucap Xi Li.
Han Meng kemudian menatap Cia Changyi kemudian ia segera berlutut dihadapan Cia Changyi, "Terima kasih karena kau sudah melakukan apa yang aku dan yang lain tak bisa lakukan, Yi Chen sudah berubah menjadi pemuja iblis yang bringas dan kejadian ini tidak akan kami lupakan," ucap Han Meng.
Walau berat tapi Han Meng langsung membawa mayat itu dan segera memusnahkannya, ia pikir tak ada gunanya ada pemakaman yang layak untuk seorang pengkhianat walau itu sosok Yi Chen sekalipun.
Setelah itu Cia Changyi segera menuju ke kamarnya, Xi Li pun nampaknya sibuk untuk mengurusi kejadian ini dan berusaha menjelaskannya kepada Yi Gin dan ketua sekte, bahkan ia ditunjuk untuk menjadi ketua sekte sementara.
"Kenapa harus aku? Aku belum layak mengemban tugas ini," ucap Xi Li mendengar permintaan dari ketua sekte.
"Xi Li, kau sudah ku anggap seperti anak perempuan ku. Aku tahu dengan bakat insting mu itu kau memang sudah mencurigai Yi Chen, aku harap kau lebih terbuka lagi kepada ku. Aku meminta mu hanya sebentar menjadi ketua sekte menggantikan ku, aku masih harus berobat," ucap ketua sekte.
Pandangan Xi Li mengarah ke Yi Gin.
__ADS_1
"Senior Yi Gin, kau adalah putra ketua sekte jadi kau lah yang paling berhak," ucap Xi Li.
"Tidak Xi Li, aku tahu kemampuan mu itu dalam memimpin lebih baik dari Yi Gin. Walau kau perempuan tapi kau adalah satu dari sedikit perempuan yang layak memimpin," ucap ketua sekte.