![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Oh kasihan sekali, ini kebetulan aku punya satu," ucap Han Yu sambil menyerahkan sebotol ramuan penyembuh kepada wanita itu.
Ketika wanita itu hendak mengambilnya secara tiba-tiba Han Yu menarik kembali botol itu lalu menendang tubuh wanita itu dengan sekuat tenaga, ia tersenyum setelah melakukan itu.
"Kau pikir aku bodoh, kau menyelundupkan serbuk mematikan di balik lengan baju mu dengan sangat jelas ku lihat jadi kau pantas mendapatkan itu," ucap Han Yu.
"Apa?! kau dasar kurang ajar, padahal aku sudah menyembunyikannya dengan sangat baik," ucap wanita itu yang merasa kesal kepada Han Yu, ia sekarang dalam keadaan lemah.
"Aku tak mau membuang-buang waktu ku untuk meladeni omong kosong mu," ucap Han Yu yang dengan cepat berlari sambil mengangkat senjatanya hendak menyerang wanita itu.
Wanita itu tak bisa bergerak karena tubuhnya sudah dilumpuhkan oleh tendangan dari Han Yu, bahkan sekarang ketahanan tubuhnya sudah hampir mendekati angka 50.
Saat Han Yu sudah cukup dekat, wanita itu pun melempar serbuk yang tersisa namun dengan segera Han Yu dengan kekuatan apinya menebas serbuk itu sampai berbalik ke wanita itu kembali.
Jlebb
Hunusan pedang menancap di jantung wanita itu dan dengan segera tubuhnya perlahan menghilang, Han Yu sudah beberapa kali mengikuti kompetisi ini jadi dia tahu kebusukan apa yang akan orang lain lakukan demi menang.
"Huh, setidaknya berkurang satu orang. Sebaiknya aku cari saja Han Bao," ucap Han Yu lalu bergerak maju, setelah beberapa langkah ia mendengar suara Han Bao.
Han Bao menyerang hampir 30 monster, dirinya cukup kewalahan karena ia baru dapat membunuh 2 monster tingkat rendah sedangkan yang lainnya sangatlah kuat.
Melihat hal itu Han Yu pun mendekati Han Bao sambil menebaskan pedangnya dengan kobaran api yang dapat melukai beberapa monster, melihat itu membuat Han Bao merasa senang karena kakaknya datang.
"Ini, cepat minum ramuan penyembuh. Aku akan menghalau beberapa," ucap Han Yu sambil melemparkan sebotol ramuan yang ditangkap oleh Han Bao kemudian ia minum.
__ADS_1
Setelah itu Han Bao dan Han Yu pun bekerja sama untuk mengalahkan para monster itu, Han Yu menggunakan jurus miliknya yang sempat ia pelajari.
Kondisi di sekitarnya lebih stabil energinya daripada di dunia asli sehingga memudahkan Han Yu untuk menghitung bagaimana mengeluarkan energi yang sesuai dengan jurusnya.
Han Yu bergerak menebas dengan gerakan zig zag, setiap gerakannya mengeluarkan energi yang berbeda-beda dengan pola matematika tertentu yang menghasilkan ledakan kuat.
Di sisi lain Han Bao menggunakan sebagian besar kekuatan fisiknya untuk membunuh para monster, ia menyerang secara bertubi-tubi ke depan tanpa memberi cela sedikitpun monster itu karena sangking cepatnya gerakan Han Bao.
Keduanya pada akhirnya mampu membunuh para monster itu, Han Yu berhasil membunuh 20 monster sedangkan Han Bao berhasil membunuh 10 monster. Ya itu lumayanlah untuk saat ini.
"Yeay, sekarang kita pasti bisa menang kalau terus seperti ini," ucap Han Bao setelah meneguk sebotol ramuan penyembuh.
"Jangan lengah Han Bao, kita harus membunuh monster lebih banyak lagi dari yang lain. Sudahlah sekarang kita langsung cari monster lagi," ucap Han Yu memperingati Han Bao.
Sedangkan ditempat lain Xixi telah membunuh 12 monster, ia memainkan jarum beracun yang ia selundupkan. Di sisinya juga ada Kia dan Qia yang turut membantu Xixi.
"Hahaha, aku semakin dekat untuk duduk di posisi 10 besar. Jika itu terjadi maka kalian akan aku lindungi sebagai bawahan ku," ucap Xixi yang membuat Kia senang berbeda dengan Qia yang merasa muak dengan kelakuan Xixi.
Qia sebenarnya ingin menempati 10 besar tapi karena ulah Xixi ia sepertinya harus melerakan itu demi keluarganya. Ia pun kembali berjalan untuk membuat monster sekarat lalu dibunuh oleh Xixi begitu juga dengan Kia.
"Xixi, kau memang licik dengan menggunakan dua bawahan mu untuk membantu mu membunuh monster," ucap seorang wanita lain yang baru datang.
"Huh, emang kenapa? Kau iri ya, aku ini melakukan hal yang pintar lagian ini tidak melanggar peraturan kompetisi," ucap Xixi dengan percaya diri.
"Oh, kau sepertinya memang menyebalkan ya. Baiklah aku akan membunuh mu dan membuat diri mu tak bisa memenangkan 10 besar tahun ini," ucap wanita itu yang kemudian memasang kuda-kuda.
__ADS_1
"Kau berani sekali menantang ku, baiklah aku akan melawan mu sehingga kau tau perbedaan kekuatan di antara kita," ucap Xixi kemudian tersenyum karena sudah menyimpan senjata rahasia.
Wanita itu menebaskan pedangnya ke depan langsung menyerang titik sensitif yang dapat langsung akan membuat Xixi dikeluarkan dari alam hutan ini, namun Xixi tak tinggal diam.
Xixi menghindar sambil mendorong pedangnya ke arah pedang wanita itu untuk menebas serangan wanita itu. Wanita itu tak tinggal diam, ia berputar ke arah Xixi kemudian menghunuskan pedang ke depan sambil berlari.
Xixi menghindar ke samping lalu melompat ke arah wanita itu dengan cepat ia melempar jarum beracun ke leher wanita itu yang membuat wanita itu terkejut lalu ambruk.
"Apa yang kau lakukan kepada ku!" teriak wanita itu yang tiba-tiba merasa lemas.
"Kau tau aku malas meladeni mu jadi aku harus cepat membunuh mu, lihat dua bawahan ku juga hampir menyelesaikan tugasnya dengan satu monster lagi," ucap Xixi yang kemudian mencabut jarum itu sebelum wanita itu menghilang.
"Saudari Xixi kami sudah melumpuhkan anjing ini, huh dia cukup kuat tapi untung saja aku bisa mengunggulinya," ucap Kia, Qia hanya mendengus karena dirinya lah yang lebih banyak bertarung daripada Kia.
"Bagus bagus," ucap Xixi yang kemudian menebas kepala anjing itu sampai kepalanya terputus yang langsung membuat angka 12 pada Xixi menjadi 13.
Sedangkan di tempat lain.
Seorang wanita berbentuk setengah hewan duduk di tahta dengan mahkota di kepalanya, ia adalah sosok ratu penguasa di hutan alam ini yang mempunyai kuasa atas seluruh monster di sini.
"Yang mulia ratu, sekarang para murid sekte gunung pedang sudah memasuki alam ini seperti tahun-tahun biasa tapi kali ini kristal itu telah bercahaya," ucap manusia setengah anjing.
"Ah, itu kabar baik yang kau ucapkan setelah 100 tahun masa pemerintahan ku disini. Aku tak sabar ingin melihat siapa yang telah diramalkan itu oleh dewa agung," ucap ratu siluman.
Ia langsung berdiri dari tahtanya sambil membawa trisula miliknya yang sangat tajam, dengan bangganya ia berjalan dikelilingi para bawahannya yang juga siluman.
__ADS_1