Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 19 : Musuh Lama


__ADS_3

Cia Changyi bersama Yeon-Jin pergi ke gua yang aman, mereka memasuki gua yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh Cia Changyi. Mereka duduk di atas batu.


"Kau jangan takut, kami berniat baik menolong mu dari penculikan. Sekarang kau aman," ucap Cia Changyi, ia mengenggam erat tangan dingim Yeon-Jin lalu memeluknya.


Ia mengelus punggung Yeon-Jin dan menyalurkan energi dari mutiara cahaya dewa kepada Yeon-Jin untuk menetralkan racun yang ada di tubuh Yeon-Jin, hal itu membuat Yeon-Jin merasa nyaman dan aman.


Semua sangat cepat terjadi, Yeon-Jin belum pernah diperlakukan seperti ini oleh siapapun. Ia bisa sedekat ini dengan seseorang jelas membuatnya tak bisa berkata apapun.


Sedangkan Cia Changyi berusaha berkomunikasi dengan Zhang Fang, selain alat untuk telepati ia juga menaruh alat pengintai di sekitar area itu walaupun ia harus mempertaruhkan tubuhnya.


Sedangkan Zhang Fang, ia bertubi-tubi menyerang kedua pendekar aliran hitam itu sampai membuat kedua pendekar itu tak sempat mengeluarkan teknik apapun.


Sebenarnya serangan bertubi-tubi itu sangat boros tenaga makanya jarang dipakai oleh pendekar namun setelah meminum ramuan dari Cia Changyi energinya menjadi meningkat pesat.


Cara Zhang Fang untuk bisa menerobos tubuh yin yang miliknya adalah dengan gerakan yang menggebu-gebu dengan stamina yang tinggi, ia menahan luka dan terus menyerang keduanya.


Saat salah satu pendekar itu berhasil keluar dari serangan Zhang Fang, namun sesuai intruksi Cia Changyi dari alat telepati Zhang Fang pun sekuat tenaga menghembuskan nafas yin yang ke pendakar di hadapannya lalu menghunuskan pedang ke pendekar satunya.


Serangan itu berhasil melumpuhkan keduanya beberapa saat, saat itulah kunci keberhasilannya. Zhang Fang pun melompat dan menghunuskan pedangnya ke jantung pendekar yang menerima hembusan nafas yin yang.


Melihat rekannya mati oleh seorang gadis pun membuat pendekar yang masih hidup pun memutuskan kabur, ia segera bangkit dan hendak pergi.


Namun Zhang Fang menembakkan aura pedang miliknya dengan gelombang yin yang sehingga membuat kepala pendekar itu pecah, Zhang Fang pun terjatuh dan menopang tubuhnya dengan pedang.


Rasanya sakit selama pertarungan tadi, ini pasti efek ramuan itu. Zhang Fang pun menghela nafas merasakan gejolak energi yin yang di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Satu tarikan nafas keluar dan pancaran cahaya terang berwarna ungu menembak ke langit beberapa saat, melihat itu membuat beberapa orang takjub.


Zhang Fang berhasil menerobos, ia merasa gejolak energi yin yang miliknya mulai mereda dan semua itu berada di bawah pengawasan Cia Changyi dari gua.


"Bagus Zhang Fang, maafkan aku karena tak memberitahumu efek ramuannya aku hanya ingin kau tak takut," ucap Cia Changyi dari alat telepati.


Mendengar itu Zhang Fang hanya menghela nafas, ia tahu dirinya adalah seseorang yang penakut dan jika dibiarkan sifatnya ini maka itu akan membahayakan dirinya suatu hari nanti.


Zhang Fang pun bergegas ke gua sesuai intruksi Cia Changyi setelah meminum ramuan pemulih energi yang sebelumnya pun diberikan oleh Cia Changyi.


Zhang Fang sesampainya digua mendapati Cia Changyi sedang memeluk Yeon-Jin yang tertidur, nampak Cia Changyi memberi isyarat untuk tidak mengganggu Yeon-Jin yang sedang tidur.


Zhang Fang pun yang kesal keluar dari gua, Cia Changyi yang bingung dengan sikap Zhang Fang yang aneh menurutnya, ia bisa melihat tadi kalau Zhang Fang sedang kesal.


"Ah pasti karena aku tak memberi tahunya tentang efek ramuan itu jadinya dia kesal, sebaiknya aku minta maaf secara langsung kepadanya," ucap Cia Changyi.


Di luar Zhang Fang sedang menghangatkan diri dengan api unggun dan meminum susu yang telah ia hangatkan, ia bisa merasakan kehadiran Cia Changyi mendekat.


"Senior Fang, maafkan aku. Aku tahu kau marah karena tak memberi tahumu tentang efek ramuan itu tapi aku hanya ingin kau tak takut, tapi lihat kau bisa mengatasinya kan kau sangat hebat," ucap Cia Changyi memuji.


"Ah bukan masalah itu. Jadi siapa anak itu dan mengapa kau memeluknya?" tanya Zhang Fang kepada Cia Changyi, ia pikir kalau Cia Changyi tidak peka.


"Oh itu, dia adalah putra yang mulia raja yang dikenal sebagai pembawa sial," ucap Cia Changyi yang sontak membuat Zhang Fang terkejut dengan identitas anak yang mereka selamatkan.


Zhang Fang mendengar tentang anak pembawa sial yang dilahirkan dari peru yang mulia permaisuri, ia tahu kalau orang-orang yang menyentuh anak itu bisa meninggal secara misterius.

__ADS_1


"Tenanglah, aku sudah menetralkan racun yang ada di dalam tubuhnya, ia tak berbahaya untuk di dekati sekarang kalau sering aku netralkan racunnya," ucap Cia Changyi menjelaskan.


"Jadi kau tadi memeluknya untuk menetralkan racun," ucap Zhang Fang memastikan.


"Iya, harus ada kontak fisik yang dekat karena aku belum menjadi pendekar yang bisa mengeluarkan energi tanpa kontak fisik," ucap Cia Changyi menjelaskan.


Hal itu membuat Zhang Fang lega namun ia kembali memikirkan tentang apa yang ia pikirkan tadi, Zhang Fang merasa aneh mengapa ia kesal ketika melihat mereka berpelukan.


Tak lama kemudian Cia Changyi merasa ada hawa membunuh yang sedang mendekat, ia pun nampak waspada dan memperingati Zhang Fang untuk waspada juga.


Dari kegelapan hutan muncullah seorang pria yang merupakan pendekar aliran hitam, ia menyeringai sambil melihat ke arah Zhang Fang dan Cia Changyi.


"Wah ternyata ada anak yang kuat, dia bisa membunuh 2 pendekar dan mengalami terobosan. Kau pasti punya tubuh yang istimewa kan," ucap pendekar itu.


Ternyata pendekar itu mengamati kejadian tadi, ia adalah pemimpin dari kelompok yang hendak menculik Jeon-Yin.


"Sebenarnya aku ingin menculik Jeon-Yin, dia punya tubuh iblis yang mematikan tapi sepertinya aku akan mendapat dua tubuh istimewa yang akan membuat ketua senang," ucap pendekar itu.


"Jangan harap kau akan melakukannya," ucap Zhang Fang, ia pun hendak menyerang pendekar itu yang membuat Cia Changyi panik.


"Tunggu senior Zhang," ucap Cia Changyi namun sudah terlambat, Zhang Fang langsung tumbang dengan sekali serangan dari pendekar itu.


Jelas kalau tubuh Zhang Fang baru mengalami terobosan sehingga mudah untuk di kalahkan, pendekar itu pun memberikan Zhang Fang obat bius sehingga membuat Zhang Fang tak sadarkan diri.


"Sial," ucap Cia Changyi, ia tak menduga kejadian ini akan terjadi. Pendekar di hadapannya ini lain dari pendekar yang ia pernah temui sebelumnya, ia jauh lebih kuat dan sulit dihadapi.

__ADS_1


"Kau mau menyerah atau mau bermain dulu dengan ku. Tapi dari tatapan mata mu sepertinya kau tak akan langsung menyerah ya, jadi aku akan menemanimu bermain," ucap pendekar itu lalu melempar pedang milik Zhang Fang ke Cia Changyi.


__ADS_2