![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Tidak usah khawatir, untuk saat ini yang terpenting adalah mencari sumber racun dari tempat ini. Racun yang sesungguhnya pasti adalah entitas asing yang kuat," ucap Cia Changyi.
"Kalau untuk ratu siluman itu, ia pasti bukanlah pemilik sesungguhnya tempat ini. Sudahlah percayakan saja semuanya pada kami," ucap Yeon-Jin meyakinkan Han Yu dan Qia.
"Baiklah kalau sudah tak ada lagi, kita lanjutkan saja perjalanannya. Kita harus bisa memancing entitas itu keluar," ucap Cia Changyi.
Cia Changyi tahu pasti kondisi alam di sini sangat berbeda dengan alam sekitarnya bukan hanya karena tanaman racun tapi pasti juga ada sesuatu entitas dibalik semua ini.
Cia Changyi mencicipi makanan goblin yang beracun itu, melihat tindakan itu membuat Han Yu dan Qia merasa terkejut. Mereka sangat yakin itu sangat beracun juga terhadap manusia.
"Memang benar, ini adalah eksperimen seseorang yang menggunakan beberapa tanaman beracun," ucap Cia Changyi yang mana ia dulu punya pengalaman menjadi ahli racun.
"Eh, rasanya memang enak ya. Sini aku coba," ucap Yeon-Jin yang dengan berani memakan makanan goblin itu yang kelihatan sangat menjijikan menurut Han Yu dan Qia.
Han Yu dan Qia saling berpandangan, mereka punya satu pemikiran kalau dua pria yang ada di hadapan mereka ini sangat gila. Makanan goblin itu pasti sangat jorok ditambah lagi beracun.
Sedangkan Cia Changyi dan Qia bertindak sebagai peneliti di sini, tubuh mereka sangat kuat dengan racun sehingga berani melakukan analisa dengan lidah tanpa merasa jijik.
"Rasanya pahit dan agak manis, mungkin ditambahkan beberapa tanaman glukosa. Oh iya goblin kan sangat suka makanan manis," ucap Yeon-Jin.
"Iya kau benar, sepertinya ini tidak ada sangkut pautnya dengan ratu siluman," ucap Cia Changyi.
"Bagaiamana guru bisa tahu akan hal itu, bukankah ratu siluman yang menguasai tempat ini. Lagian saat ini seluruh gunung menjadi tempat kompetisi yang diadakan oleh ratu siluman," ucap Han Yu.
__ADS_1
"Aku punya beberapa pengetahuan tentang pengidentifikasian profil dari pelaku, kalau dilihat-lihat kalau ratu siluman mengetahui tentang ini pasti ia memberi penjagaan dan mengintai kalian. Tapi bahkan pengintai kalian telah terbunuh dengan ceroboh," ucap Cia Changyi.
"Apa?! Jadi selama ini kita telah diikuti tapi dimana dan kok bisa tiba-tiba ia meninggal," ucap Han Yu yang merasa bingung begitu juga Qia.
"Mari aku tunjukkan," ucap Cia Changyi sambil berjalan keluar dari rumah goblin itu, yang lain pun turut mengikuti Cia Changyi dan mereka merasa penasaran dengan maksud dari Cia Changyi.
Beberapa saat kemudian Cia Changyi pun berhenti dihadapan sebuah buntalan hitam yang berukuran cukup besar, Cia Changyi pun menendang buntalan itu sehingga muncullah mayat dari seseorang.
Han Yu dan Qia pun merasa terkejut, mayat itu menunjukkan ciri-ciri dari orang yang telah terpapar racun dosis tinggi. Terlihat dari wajahnya yang memucat dan mulutnya yang berbusa.
"Kalian lihat ini, dia adalah sosok yang selalu mengikuti kalian daritadi. Dia memiliki kemampuan memasuki benda-benda alam sekitar seperti batu dan tanaman dan dia telah meninggal karena memasuki tanaman beracun ini, aku rasa dia meremehkan kadar racun di tanaman ini," ucap Cia Changyi.
Mendengar penjelasan dari Cia Changyi membuat mereka cukup terkesan, terutama Han Yu dan Qia yang melihat sosok Cia Changyi adalah pria tampan dengan intelektual yang tinggi.
"Sebaiknya kita pergi saja, lagian ini adalah tanggungannya ratu siluman karena dia adalah salah satu dari bawahannya. Aku rasa juga dirinya bisa menularkan racun dengan sentuhan tangan," ucap Cia Changyi.
Yang lain hanya bisa menuruti Cia Changyi, mereka pun meninggalkan mayat itu yang perlahan menjadi tanah. Hal ini sesuai dengan kemampuannya yang mudah menyatu dengan alam.
"Lalu kita harus kemana mencari pelaku dari perubahan alam ini, sepertinya perbatasannya sudah ada di depan mata," ucap Yeon-Jin yang melihat ke depan. Ia melihat kegelapan yang menjadi batas dengan hutan yang mereka jelajahi ini.
"Justru kita tidak akan menemui pelaku di dalam kandangnya, dia hanya bisa mengontrol semua dari luar karena dia sekarang sedang melakukan eksperimen manusia di sini," ucap Cia Changyi.
"Guru apa maksud mu? Eksperimen manusia apa yang kau maksud di sini, atau jangan-jangan kita sedang dijebak dengan berada di sini," ucap Han Yu menebak maksud dari Cia Changyi.
__ADS_1
"Benar sekali, dia memang menantikan keberadaan manusia. Coba kalian perhatikan," ucap Cia Changyi yang kemudian menjentikkan jarinya. Dunia serasa terbalik dibuatnya.
Sekarang ada beberapa perubahan dari alam ini, alam yang tadinya asri sekarang masih tetap asri cuman ada banyak tanaman yang tadinya tak ada sekarang ada ditambah keberadaan sebuah bangunan yang sebelumnya mereka tak lihat.
"Ilusi yang bagus, aku merasa tertantang jadinya," ucap Cia Changyi. Ia sudah tahu bahwa ada penggunaan ilusi disini karena memang dirinya bisa mendeteksi itu.
Dari dalam bangunan itu terbukalah pintu yang mana muncul seorang wanita muda yang terlihat sangat cantik. Dengan kecantikannya ia mampu memikat hati pria maupun wanita.
Han Yu dan Qia pun sampai merasa takjub, mereka langsung merasa tak percaya diri ketika melihat kecantikan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Namun efek ini tentu tak berlaku bagi Cia Changyi dan Yeon-Jin.
"Kau siapa? Kau jangan-jangan orang dibalik terbentuknya alam ini yang dipenuhi tanaman beracun," ucap Yeon-Jin langsung menuduh wanita itu yang menghampiri mereka.
Deg!
Wanita itu adalah A Yeong, ia merasa terusik dengan sebuah kekuatan yang mematahkan ilusinya dan saat ia ingin melihat siapa yang berani melawannya rupanya ia malah menemukan pria yang menarik hatinya.
"Hei ada apa dengan mu? Mengapa kau bengong seperti itu?" tanya Yeon-Jin yang merasa tidak diperdulikan oleh wanita itu yang hanya menatapnya saja yang membuat Yeon-Jin risih.
"Ehem, nona. Akulah yang telah mematahkan ilusi mu jadi aku ingin meminta penjelasan mu tentang alam yang kau buat ini, apa sebenarnya identitas mu?" ucap Cia Changyi.
A Yeong yang melamun seketika tersadar akan tujuannya, ia langsung menjaga jarak dengan orang-orang dihadapannya lalu kembali bertindak seperti biasa.
"Ya ampun rupanya manusia biasa seperti kalian masih bisa hidup dengan paparan racun dari tanaman-tanaman ku. Aku tak menyangka bahkan salah satu dari kalian mampu mematahkan ilusi ku," ucap A Yeong.
__ADS_1
Han Yu dan Qia merasa terkejut, pantas saja sejak mereka di sini entah mengapa tubuh mereka memang merasa tak enak. Maksudnya ada sesuatu di tubuh mereka yang tak biasa tapi tak sampai melumpuhkan mereka.