![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Hahahaha, rupanya ada yang berapi di sini. Baiklah aku akan memberi kalian napas sebelum ke babak berikutnya tapi ingat harus ada 3 kepala yang keluar nanti," ucap ratu siluman kemudian pergi.
8 orang yang tersisa terkejut mendengar kata-kata itu, secara tersirat bermaksud harus ada 3 orang yang tereleminasi selagi ratu siluman dan para pengikutnya pergi entah kemana.
"Sial, katanya mau memberi kita napas tapi malah.." ucap salah seorang murid yang terpotong karena entah mengapa napasnya tak beraturan.
Rasanya kadar udara di sekitar sini mulai menipis seiring berjalannnya waktu yang membuat mereka agak sesak. Bisa dirasakan juga oleh yang lain hal serupa.
"Kak, aku rasanya sedang dicekik oleh sesuatu. Hah hah, sepertinya udara di sini mulai menipis," ucap Han Bao kepada Han Yu yang juga merasakan hal yang sama.
"Bersabarlah Han Bao, pasti ada cara untuk mengatasi situasi ini," ucap Han Yu yang berusaha menenangkan adiknya walaupun saat ini ia pun sedang dalam keadaan panik.
"Dengar ini, seperti yang dikatakan oleh ratu siluman kita harus mengorbankan 3 kepala kalau tidak kita semua akan mati dengan menderita di alam ini tanpa membawa apapun," ucap Xixi.
Xixi memberi kode kepada Kia lalu ia pun memulai kericuhan dengan secara spontan menyerang orang asing terdekatnya, hal itu membuat gaduh dan akhirnya pertarungan kembali terjadi.
Karena udara yang tak sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing orang di sini membuat pergerakan mereka cukup tak segesit sebelumnya bahkan api yang dihasilkan Han Yu tak sebesar sebelumnya.
Han Yu dan Han Bao saling menjaga satu sama lain, mereka tak mau berpisah dan salah satu dari mereka mati terbunuh lalu tak bisa mendapatkan gelar 10 besar.
Han Yu tak memakai apinya, ia mengandalkan murni kekuatan berpedangnya untuk menyerang dan menangkis kali ini. Ia dengan gesit melawan murid di hadapannya.
Kedua pedang mereka beradu dan saling serang sehingga bertabrakan satu sama lain yang membuat hembusan angin di sekitar pedang mereka. Bunyi adu pedang segera memenuhi tempat itu.
__ADS_1
Xixi berada di antara Kia dan Qia seperti biasanya ia hanya menonton dan sesekali menyerang, ia diam-diam menggunakan jarumnya untuk melumpuhkan beberapa murid.
Sebuah jarum melesat ke kaki salah satu murid yang sedang menyerang Kia, merasa kalau Xixi sudah mengeluarkan jarumnya membuat Kia tak segan-segan lagi.
Ia berlagak seperti seorang samurai dengan pedang yang berada di sampingnya ia menebas ke depan ke arah murid itu, ia berusaha menghindar ke belakang sampai helaian rambutnya terpotong.
Namun dari arah belakang ada jarum lagi yang menancap ke punggungnya yang membuatnya berhenti sejenak kemudian hal itu tak disia-siakan oleh Kia yang langsung menebas kepala murid itu.
Saat tubuh murid itu sudah ambruk dengan kepala terpotong dan tubuh mulai menghilang, secara tiba-tiba udara di sekitar kembali sebesar 33% yang dapat dirasakan yang lain.
"Benarkan tebakan ku, ayo bunuh dua orang lagi maka kita akan bisa menghirup udara segar kembali," ucap Xixi berusaha memprovokasi yang lain agar lebih semangat menyerang.
"Dasar, dari tadi kau hanya diam saja!" ucap salah seorang murid yang merasa kesal dengan sosok Xixi yang sedari tadi tak banyak bergerak dan berlagak seperti seorang bos.
Pertarungan sengit terjadi cukup sengit antara Qia dan murid itu, pertarungan mereka sampai beradu bising dengan pertarungan Han Yu dan satu murid lagi.
Han Bao dengan lincah melompat untuk menghindari serangan Kia yang membuat Kia kesal karena lenturnya tubuh Han Bao, ia ingin punya tubuh seperti itu tapi usahanya tak pernah memuaskannya.
"Hah, kau ini! Lihat saja tubuh mu itu yang lentur itu akan aku bengkok kan sampai patah," ucap Kia yang merasa iri yang kemudian berkali-kali menyerang tubuh Han Bao.
"Hahaha, kau ini dasar wanita pecemburu! Lihat saja tubuh siapa yang akan bengkok," ucap Han Bao yang kemudian tak mau kalah turut menghunuskan pedangnya ke arah pedang Kia.
Terjadi 3 pertarungan yang cukup intens di sini. Mereka semua melakukan pertarungan murni pedang karena udara di sekitar mempengaruhi energi yang bisa mereka gunakan.
__ADS_1
Bahkan kali ini perhitungan Han Yu menjadi tak bisa dihandalkan karena ia tak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya dimana jumlah udara mempengaruhi perputaran api di tubuhnya.
Dari cincin Han Yu mulai berkilau, tapi hal itu hanya bisa di rasakan oleh Han Yu seorang. Tapi walau begitu Han Yu tetap harus fokus kalau tidak maka kepalanya bisa melayang.
Pedang lawan sedari tadi mengincar leher Han Yu yang membuat Han Yu beberapa kali harus melompat ke belakang, ia sebenarnya tak tega menebas kepala seseorang tapi sekarang ini adalah dalam keadaan darurat!
Han Yu sekilas melihat adiknya yang mulai kewalahan dan kecapean, hal itu membuatnya tak segan-segan dengan lawannya lagi supaya babak ini segera berakhir.
Dengan kekuatan yang tersisa dan cincin yang ia kenakan mulai menunjukkan khasiatnya membuat hembusan nafas Han Yu mulai mengeluarkan percikan api.
Dari matanya Han Yu memperlihatkan kobaran api yang membuat lawannya gemetar, satu tebasan kuat mengeluarkan api yang lumayan besar yang membuat lawannya harus mundur ke belakang.
Tapi percikan api itu membakar rambutnya sehingga ia pun membuat keributan. Melihat itu Xixi tersenyum lalu dengan cepat ia menebas leher murid yang rambutnya terbakar itu.
Mata murid itu terbelalak bersamaan dengan kepalanya yang terlepas dari badannya, hal itu membuat Han Yu terkejut. Saat tubuh murid itu mulai menghilang membuat 20% udara kembali.
"Aku telah memperhatikan mu dan aku bisa menilai dirimu adalah sosok yang sangat hebat, jadilah salah satu dari teman ku dan kita bisa menjadi rekan yang saling membantu," ucap Xixi kepada Han Yu.
"Kau ingin aku menjadi budak mu seperti dua orang itu?" tanya Han Yu kepada Xixi.
"Tidak! Kau punya kekuatan yang lebih hebat bahkan kau bisa saja mengalahkan ku walaupun aku mengeluarkan semua kekuatan ku jadi lebih baik menjadikan mu kawan," ucap Xixi.
"Huh, emang apa yang bisa kau berikan. Nanti di babak selanjutnya kita juga harus saling membunuh sampai satu dari kita yang memenangkan kalung kehidupan, dengar aku muak dengan kepura-puraan," ucap Han Yu.
__ADS_1
"Huh, sombong sekali diri mu. Baiklah kita lihat apakah penilaian kekuatan yang kau miliki itu salah atau benar di mata ku," ucap Xixi.