Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 26 : Gila Belajar


__ADS_3

Cia Changyi tak menggubris cemoohan dari para murid perempuan, ia juga berpikir untuk membuat ramuan untuk Yeon-Jin karena hari sudah semakin siang.


Cia Changyi dengan telaten membuat ramuan dengan perhitungan yang rumit di setiap reaksi ramuan, hal itu membuat guru pembimbing itu tak mengerti apa yang dilakukan Cia Changyi.


Pembuatan ramuan adalah hal yang rumit, guru itu tak berpikir Cia Changyi bisa membuatnya karena hanya alchemist kuno saja yang tahu cara membuatnya.


Fu Heng pun juga sama, ia sudah berusaha keras membuat ramuan sebelumnya namun ia tak kunjung berhasil. Yang bisa ia lakukan hanya membuat pil dengan mengontrol energi spiritual miliknya.


Kurang dari seperempat jam ramuan itu telah jadi, botol berisi ramuan berwarna merah berada di tangan Cia Changyi. Guru pembimbing itu bergegas melihat lebih dekat ramuan buatan Cia Changyi.


"Wah, ini ramuan yang berkualitas bagus. Ini sama seperti yang di jual di pelelangan beberapa tahun lalu, nak siapa guru mu?" tanya guru pembimbing itu.


"Mohon maaf tapi guruku ingin menyembunyikan identitasnya, kalau begitu aku ambil ramuan ini ya aku permisi dulu," ucap Cia Changyi lalu bergegas turun bersama Yeon-Jin.


Melihat itu membuat para murid perempuan merasa kesal. Walau Cia Changyi memang hebat membuat ramuan tapi mereka masih berpikir Fu Heng yang terhebat.


Sedangkan Fu Heng pun bergegas mengikuti Cia Changyi dan Yeon-Jin, ia sudah berkali-kali gagal membuat ramuan dan ia ingin sekali saja membuat ramuan yang bagus kualitasnya.


"Tunggu," ucap Fu Heng yang menghentikan Cia Changyi dan Yeon-Jin yang hendak memasuki gedung tanaman herbal.


"Ada apa? apa kau belum puas dikalahkan oleh Changyi," ucap Yeon-Jin yang dihentikan oleh Cia Changyi.


"Cukup Yeon, kau jangan membuatku berada di dalam masalah lagi. Maafkan teman ku ini, mulutnya memang tak bisa dikontrol," ucap Cia Changyi.


"Tak apa justru aku yang seharusnya minta maaf. Sebenarnya aku penasaran dengan ramuan yang kau buat, aku ingin bisa membuatnya," ucap Fu Heng menyampaikan maksudnya.

__ADS_1


"Kau ingin belajar membuat ramuan? Aku lihat kau hebat membuat pil kenapa kau ingin membuat ramuan?" tanya Cia Changyi kepada Fu Heng.


"Itu, sebenarnya aku sangat ingin membuat ramuan namun aku selalu gagal. Aku melihat mu bisa melakukannya jadi aku ingin belajar dari gurumu bisakah," ucap Fu Heng memohon.


Sifat Fu Heng memang sangat haus dengan pengetahuan terutama tentang alchemist. Ia juga salah satu murid Cia Changyi yang berbakat dan menjadi master alchemist yang cukup hebat.


"Tapi guru ku tak sedang ingin mengangkat murid baru, sebaiknya kau cari guru lain saja di sini," ucap Cia Changyi.


"Tidak ada guru yang bisa membuat ramuan di sini bahkan ayahku. Aku pasti akan berusaha keras untuk dapat membuat ramuan dengan baik," ucap Fu Heng.


Seorang alchemist yang dapat membuat ramuan memang tak langka tapi jarang kelihatan, Fu Heng tak ingin kehilangan kesempatan emas untuk menjadi alchemist yang hebat.


"Kau memang memiliki tekad yang bagus tapi guru ku sangat misterius dan tak mau diganggu," ucap Cia Changyi berusaha menolak lagi.


"Kalau begitu mau kah kau menjadi guruku, tolong ajari aku membuat ramuan yang bagus. Aku akan melakukan apapun untuk mu," ucap Fu Heng bertekad.


"Baiklah. Kau pemaksa sekali, kau bisa menemui ku di kediaman senior Lee Anming, dia adalah kakak ku," ucap Cia Changyi lalu beranjak masuk ke gedung bersama Yeon-Jin.


Fu Heng terkejut ternyata rumor yang ia dengar ternyata benar. Tapi yang terpenting adalah belajar membuat ramuan menurut Fu Heng, ia pun bergegas menuju kamar untuk mempersiapkan sesuatu.


"Kau benar mau mengajarinya?" tanya Yeon-Jin yang hanya menyimak tadi.


"Tentu, dia adalah master alchemist salah satu murid terbaikku," ucap Cia Changyi yang membuat Yeon-Jin terkejut.


"Wah jadi dia adalah versi remaja dari ahli alchemist yang bahkan melebihi diri mu," ucap Yeon-Jin yang tak menyangka.

__ADS_1


Cia Changyi yang mendengar itu tak marah, ia malah senang karena ada orang baik yang melebihi kekuatannya. Ia mengingat pengorbanan murid-muridnya yang setia kepadanya sampai ajal menjemput.


Pokoknya di kehidupan ini ia harus menumpas para pendekar aliran hitam dan menghentikan kebangkitan iblis dari kegelapan neraka, itulah tekad Cia Changyi.


Setelah berbelanja dan berjalan-jalan sebentar di sekitar sekte akhirnya mereka pun pulang, tak terasa waktu berlalu dan sore pun datang. Lee Anming pun juga baru pulang.


"Wah kalian kemana saja, bisa bersamaan dengan ku pulangnya," tanya Lee Anming yang berpapasan dengan Cia Changyi dan Yeon-Jin di depan pintu gerbang kediamannya.


"Ah kami tadi berbelanja dan Yeon-Jin mengikuti jadi aku membuatnya berjalan-jalan di sekitar sekte," ucap Cia Changyi. Lee Anming pun mengajak mereka masuk karena sudah mau pulang.


Malam harinya Cia Changyi membuat makanan dan ramuan untuk Yeon-Jin dan Lee Anming, aromanya sangat menggairahkan membuat Lee Anming dan Yeon-Jin menelan lidah kasar.


Mereka pun menyantap makanan dengan lahap sampai kenyang, mengisi energi mereka dengan makanan spiritualis.


"Changyi rupanya kau adalah koki yang hebat, kau pasti akan mengalahkan ku kalau kita bertanding masak," ucap Lee Anming yang menikmati masakan Cia Changyi.


Selama hidupnya 100 tahun Cia Changyi selalu rindu masakan Lee Anming sehingga ia mencoba membuat masakan seperti Lee Anming. Tapi dilubuk hatinya hanya masakan Lee Anming saja yang paling enak di dunia.


"Tak terasa kau sebentar lagi akan berusia 7 tahun, apa kau masih membutuhkan guru atau kau bahkan sudah punya guru secara diam-diam," ucap Lee Anming.


"Ya ampun kak jangan menggoda ku seperti itu, aku belum punya guru saat ini jadi kakak saja yang mengajari ku ya," ucap Cia Changyi.


"Lalu bagaimana dengan kau Yeon, kau mau aku ajari juga seperti Changyi?" tanya Lee Anming kepada Yeon-Jin yang baru selesai makan.


"Aku akan mengikuti Cia Changyi kemanapun ia mau berada," ucap Yeon-Jin yang seperti anak ayam yang mengikuti induknya menurut Lee Anming.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mengajari kalian walaupun aku tak yakin. Pokoknya kalian jangan tahan kekuatan kalian dan tunjukkan yang sebenarnya kepada ku," ucap Lee Anming.


Hal itu disetujui oleh Cia Changyi dan Yeon-Jin, mereka jadi bersemangat untuk segera latihan dibawah bimbingan guru untuk pertama kali setelah bertransmigrasi.


__ADS_2