Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 71 : Parasit


__ADS_3

Han Yu yang merasa panik pun menebaskan pedangnya ke tangan monster itu, namun keadaan berbalik bukannya tangan monster itu terluka malah semakin kuat menarik kaki Han Yu.


Han Yu di banting hingga terpental ke depan, dibalik kobaran api di depannya itu 3 monster itu berjalan menuju ke arah Han Yu dan nampak di sana ada api-api biru kecil yang muncul di tubuhnya.


"Sial, mereka rupanya bisa menyerap elemen dan kekuatan seseorang lalu dipakai untuk diri sendiri. Aku sangat lengah meremehkan mereka," ucap Han Yu merutuki dirinya.


Ia segera bangkit, Han Yu tak bisa mundur karena pasti dia pun akan menemui monster seperti ini lagi ke depannya. Han Yu sekarang hanya bisa mengandalkan kekuatan murni pedangnya.


Han Yu menekan elemen dalam dirinya, ia tak ingin monster-monster itu semakin kuat dengan menyerap elemen api miliknya. Saat monster-monster itu mendekat, Han Yu pun berlari ke arah mereka.


Han Yu menebaskan pedangnya, ia berusaha menggunakan jurus walaupun kondisi alam di sini sangat berbeda. Pedangnya menjadi tak beraturan karena perhitungannya meleset.


Arah pedangnya tak bisa ia seimbangkan sehingga dengan mudah monster-monster itu menangkis serangan-serangan itu, Han Yu berusaha segesit mungkin agar tak di pegang oleh tangan monster-monster itu.


Han Yu menebaskan pedangnya sambil mundur ke belakang karena ia bisa merasakan tangan-tangan dari monster-monster itu hampir menjangkaunya.


Han Yu munundukkan badannya ketika tangan-tangan itu berusaha meraihnya, ia gerakkan pedangnya ke atas untuk menyerang tangan-tangan itu.


Han Yu segera mundur setelah itu, rupanya pergerakan mereka bertiga itu sama. Mereka seperti bagian-bagian yang saling terhubung dan punya otak yang sama.


Jadi walaupun ada 3 monster di hadapannya tapi mereka bertiga bertindak seperti satu monster yang punya pikiran dan pergerakan yang sama, Han Yu baru pertama kali melihat monster seperti ini.


"Tapi untungnya dengan ini aku tidak kerepotan melawan 3 monster, dengan ini setidaknya aku merasa melawan satu monster," batin Han Yu lalu segera melanjutkan perlawanan.

__ADS_1


Kali ini Han Yu mencoba untuk menyerang salah satu dari mereka, menurut Han Yu pasti titik kelemahan mereka ada pada salah satu dari mereka.


Dari lubang-lubang di tubuh mereka keluar asap dan cairan yang sangat bau, Han Yu sampai harus membakar hidungnya menggunakan elemen apinya agar hidungnya untuk sementara mati rasa.


Han Yu menggerakan tubuhnya dengan pola zig zag untuk menghindari cairan yang muncrat ke arahnya, Han Yu mencoba memutar pedangnya lalu menghempaskan angin sekuat-kuatnya.


Cairan yang menuju ke arahnya menjadi berbalik arah ke sumber cairan itu, monster-monster itu pun terkena cairan mereka sendiri lalu mengerang kesakitan.


Melihat itu membuat Han Yu merasa senang, dirinya pun melakukan hal yang sama berulang kali. Monster itu berputar sambil cairannya menyebar ke berbagai sisi.


Han Yu memutar pedangnya dengan pola spiral, ia mencoba mengarahkan semua cairan yang menuju ke arahnya agar kembali di arahkan ke monster-monster itu.


Namun ada satu titik yang terlewat, ada cairan itu yang lolos dari putaran pedang Han Yu sehingga terkena pakaian Han Yu. Bisa dilihat cairan itu bersifat merusak.


Han Yu berbalik dan mendapati cairan yang dikeluarkan oleh monster-monster itu memakan monster-monster itu sendiri, nampak tubuh mereka menjadi gumpalan cairan yang nampak hidup.


Cairan hijau itu bergerak-gerak seperti ulat dan menggerogoti tubuh 3 monster itu, membentuk sebuah monster berwarna hijau yang berbentuk sama seperti 3 monster tadi hanya saja ukurannya lebih besar dan warnanya hijau.


Han Yu menghela napas, dirinya juga melihat pohon-pohon dan bebatuan yang terkena cairan hijau itu menjadi hidup. Pepohonan bergerak berusaha keluar dari tanah dan bebatuan menggelinding menjadi satu.


Han Yu tak punya ide sama sekali, ia menebak kaalu sifat dari cairan hijau ini bisa menyerap kekuatan dan lebih cepat berkembang kalau diserang.


"Aku rasa inilah yang disebut parasit di buku perpustakaan. Sekarang aku harus bagaimana, aku belum membaca bagian penangkal dari parasit dan sibuk latihan akhir-akhir ini," batin Han Yu panik.

__ADS_1


Tapi Han Yu berusaha tenang, dirinya memutuskan untuk mencari Qia. Siapa tahu saja Qia bisa mengalahkan monster yang ia pancing dan setidaknya bisa membantunya untuk saat ini.


Han Yu berusaha berlari sekuat tenaga ke arah dimana ia lihat Qia lari memancing 3 monster yang lain, di arah belakangnya para parasit itu turut mengikutinya dengan bentuk-bentuk yang semakin aneh.


Han Yu menghentikan langkah kakinya, matanya terbelalak dan kedua tangannya menutup mulutnya. Bisa dilihat di hadapannya tubuh Qia dicabik-cabik oleh 3 monster yang berubah menjadi hijau.


Han Yu berusaha menolong Qia yang nampak lemas, Han Yu mengeluarkan api dari tangannya lalu membakar pepohonan di samping monster-monster itu sehingga menarik perhatian monster-monster itu.


Selagi monster-monster itu lengah, Han Yu berlari lalu menyeret tubuh Qia. Ia melihat gua terdekat lalu masuk ke sana bersama Qia, setelah masuk Han Yu berusaha menutupi pintu gua dengan bebatuan yang ada di dalam gua.


Setelah pintu gua tertutup oleh bebatuan itu Han Yu pun membakar kayu untuk membuat api unggun, Han Yu melirik ke arah Qia dan bisa dilihat kondisi Qia cukup memprihatinkan.


Qia mengeluarkan ramuan yang diberikan oleh Cia Changyi jika dalam keadaan darurat, Han Yu pikir Qia saat ini lebih membutuhkan daripada dirinya.


Qia yang setengah sadar dipaksa minum ramuan itu oleh Han Yu sampai habis, setelah itu Han Yu menjatuhkan botol itu. Bersamaan dengan itu ada cahaya biru yang keluar dari tubuh Qia.


Cahaya biru itu menyilaukan mata Han Yu sehingga Han Yu pun memejamkan matanya, beberapa detik kemudian cahaya biru itu mulai pudar dan Han Yu pun membuka matanya.


"Hebat, guru memang benar-benar ahli ramuan terbaik yang pernah aku temui. Dia bisa membuat ramuan ajaib dengan efek sehebat ini," ucap Han Yu.


Melihat pakaian Qia yang compang-camping membuat Han Yu berinisiatif mengganti pakaian Han Yu dengan baju ganti yang Han Yu memang siapkan di cincin penyimpanannya.


"Bagaimana ya keadaan Han Bao, aku harap dia bisa melewati monster-monster yang berbahaya di gunung ini," batin Han Yu, ia merasa cemas tentang keselamatan adiknya.

__ADS_1


Han Yu berinisiatif membuka sedikit cela bebatuan untuk melihat keadaan diluar, diluar ada banyak monster yang lalu lalang mencari mereka. Untung saja keputusan Han Yu masuk ke gua ini sangat tepat.


__ADS_2