Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 20 : Teman atau Musuh


__ADS_3

Cia Changyi menggertakan giginya, ia menatap pendekar itu dengan tajam. Ia mengingat kalau pendekar di hadapannya ini adalah tetua Hwan yang merupakan salah seorang dari 20 pendekar yang menyerangnya di kehidupan sebelumnya.


Cia Changyi mau tak mau harus melawan tetua Hwan yang sangat kuat, ia mengambil pedang milik Zhang Fang dan mengalirkan benang cahaya ke pedang itu.


Cia Changyi merasakan sakit di sekujur tubuhnya, walau begitu ia tak gentar untuk melawan tetua Hwan karena kalau sampai dia kalah maka Yeon-Jin dan Zhang Fang akan diambil.


Yeon-Jin di kehidupan sebelumnya telah digunakan sebagai alat pembunuh tanpa perasaan, ia diperalat dan dijadikan budak dan ia tak mau Zhang Fang pun ikut terseret juga.


Cia Changyi menggunakan teknik dasar bertarung karena hanya teknik itu yang setidaknya ia bisa gunakan dalam beberapa waktu dibanding teknik lain.


Pedang itu menebas dengan energi yang kuat yang memancar ke arah tetua Hwan, tetua Hwan terkejut dan mulai serius untuk melawan Cia Changyi.


"Oh ternyata kau cukup kuat, baiklah kau pun juga akan aku bawa kepada yang mulia," ucap tetua Hwan lalu menyeringai.


"Tidak akan aku biarkan," ucap Cia Changyi sambil berteriak, ia dengan emosi berusaha menebas tetua Hwan.


Namun karena rasa sakit yang dialami Cia Changyi sehingga pergerakannya menjadi lebih lambat dan di tambah tetua Hwan yang terkenal dengan gerakan cepatnya pun berhasil menghindari tiap serangan Cia Changyi.


Tetua Hwan pun yang hanya menghindar pun secara tiba-tiba menyerang Cia Changyi, karena pengalaman bertarung Cia Changyi ia bisa membaca pergerakan tetua Hwan.


Namun pertahanan Cia Changyi tak sekuat di kehidupan sebelumnya sehingga tetua Hwan berhasil menyerang Cia Changyi dan melukai tangan Cia Changyi.


Karena terluka, pedang yang dipegang oleh Cia Changyi pun berhasil terjatuh dan Cia Changyi pun terjatuh, ia menopang tubuhnya dengan kaki kanannya.


Sesaat kemudian tetua Hwan menghilang dan berada di belakang Cia Changyi lalu menendang Cia Changyi dengan cukup kuat sehingga membuat Cia Changyi tersungkur.


"Kau memang kuat tapi aku tak punya banyak waktu untuk bermain bersama mu," ucap tetua Hwan, ia mengangkat pedangnya hendak menyerang Cia Changyi.

__ADS_1


Cia Changyi pun hendak menggunakan ilusinya walaupun itu berarti akan membunuhnya, namun sebelum ia mengaktifkan ilusinya tiba-tiba saja tetua Hwan tersungkur.


Melihat hal itu membuat Cia Changyi terkejut, ia melihat dihadapannya ada Yeon-Jin. Yeon-Jin pun duduk di sekitar Cia Changyi dan menaruh kepala Cia Changyi di paha Yeon-Jin.


"Kau ingat Changyi, saat itu aku yang terluka dan sekarang kau yang terluka tapi aku tak akan membunuh mu, selamat datang Changyi di kehidupan ini," ucap Yeon-Jin.


Deg!!!


Cia Changyi membelalakan matanya, hanya ada satu alasan mengapa Yeon-Jin bisa mengetahui kejadian di kehidupan sebelumnya saat Cia Changyi membunuh Yeon-Jin.


Yeon-Jin turut bertransmigrasi!


Flashback On.


Yeon-Jin setelah kematiannya, ia berada di ruangan putih. Ia nampak tak peduli dengan keadaan sekitar, ia hanya mengingat kembali kejadian ketika dia dibunuh oleh Cia Changyi.


Menurutnya Cia Changyi sangat berbeda dengan orang yang selama ini ia temui, Cia Changyi tak pernah bermaksud membunuh Yeon-Jin karena tahu Yeon-Jin hanya alat.


Yeon-Jin tersenyum ketika Cia Changyi meminta maaf kepadanya yang tak sengaja membunuhnya, Yeon-Jin tersentuh dengan niat baik Cia Changyi.


Tak lama datanglah seorang pria yang berwajah tampan, ia adalah dewa agung yang menghampiri Yeon-Jin di alam perbatasan antara dunia dan alam baka.


"Siapa kau?" tanya Yeon-Jin kepada dewa agung, ia merasa ada aura yang sangat kuat dan absolut dari sosok pria di hadapannya.


"Aku adalah dewa agung, aku salut dengan perjalanan hidup mu kau memiliki jiwa yang kuat walaupun dipengaruhi oleh pengaruh iblis, bahkan dia juga berbaik hati membersihkan jiwa mu," ucap dewa agung.


"Dia? maksud mu Cia Changyi, siapa dirimu dan apa hubungannya dengan mu?" tanya Yeon-Jin curiga kepada sosok pria yang mengaku sebagai dewa agung.

__ADS_1


"Ya, Cia Changyi. Aku harap kau bisa menjadi temannya di kehidupan setelahnya, bantulah dia untuk mencapai semua tujuannya," ucap dewa agung.


Kemudian dewa agung pun mengeluarkan cahaya dari jarinya yang kemudian masuk ke dalam jiwa Yeon-Jin, Yeon-Jin pun kemudian terjatuh dan masuk ke dalam lubang hitam yang tiba-tiba muncul.


Flaschback Off.


Cia Changyi membuka matanya, ia melihat dirinya terduduk di dekat pohon yang dihadapannya ada api unggun dan tak jauh dari sana ada Zhang Fang yang masih belum sadar.


"Changyi akhirnya kau bangun juga," ucap Yeon-Jin. Cia Changyi menatap Yeon-Jin dengan penuh curiga, ia mundur ke belakang dan meningkatkan kewaspadaannya.


"Changyi jangan takut, bukankah kau yang bilang kepada ku untuk tidak takut kepada mu tapi sekarang kau yang sepertinya takut kepada ku," ucap Yeon-Jin lalu tersenyum.


"Siapa kau? mengapa kau bisa tahu tentang kejadian itu," tanya Cia Changyi, sekarang ia masih lemas walaupun tubuhnya sudah sembuh.


"Aku juga seharusnya bertanya kepada mu, aku ingat kalau kau tidak datang untuk menyelamatkan ku dari penculik di kehidupan sebelumnya," ucap Yeon-Jin.


"Kau.. kau juga bertransmigrasi seperti ku?" tanya Cia Changyi dengan perasaan campur aduk, ia tidak menyangka kalau kejadian yang ia alami ternyata dialami juga oleh Yeon-Jin.


"Ya, saat kau membunuh ku aku bertemu dewa agung. Dia meminta ku menjadi teman mu," ucap Yeon-Jin yang duduk di dekat Cia Changyi.


Cia Changyi tetap mencurigai Yeon-Jin, dulunya Yeon-Jin dipengaruhi oleh iblis ia takut kalau Yeon-Jin bisa bertransmigrasi dengan kekuatan iblis.


"Kau ingat ketika aku sekarat, kau bahkan meminta maaf kepada ku dengan wajah yang sedih. Aku mengingat kau juga menetralkan jiwa ku dengan energi suci milik mu," ucap Yeon-Jin.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Yeon-Jin, percakapan mereka pun terjadi dengan cukup tegang menurut Cia Changyi tapi Yeon-Jin tak tertekan dan malah tersenyum.


Belum selesai mereka mengobrol Zhang Fang pun terbangun, tubuhnya ternyata demam dan masih belum sepenuhnya sembuh.

__ADS_1


"Sudah ya Changyi, sebaiknya kita ke sekte cahaya pedang," ucap Yeon-Jin, Cia Changyi yang juga melihat kondisi kesehatan Zhang Fang pun tak bisa berkata apa-apa.


"Baiklah tapi kalau kau ketahuan menipu aku akan langsung membunuhmu," ancam Cia Changyi.


__ADS_2