![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Kau ini sangat pandai menyamar, tapi sayangnya aku lebih pintar dari kalian. Aku sudah curiga sejak kalian menyelamatkan putri sialan itu!" ucap ratu menghardik Lei Mei.
Lei Mei hanya diam, ia padahal sudah tahu akan apa yang terjadi tapi tetap saja dia merasa gugup dan ketakutan. Ia jadi teringat dulu saat ia menjadi pelayan di keluarganya sendiri dan diperlakukan seperti budak.
"Anak ini cukup manis untuk dijual dan diperbudak, kalian masukkan dia ke bagian bawah kereta ini biar dia kesulitan," ucap ratu yang dengan kejam mencekoki Lei Mei.
Lei Mei dicekoki sebotol cairan berwarna putih seperti susu, Lei Mei berusaha memberontak tapi kedua tangannya dipegang oleh para pengawal setia ratu.
Kedua pengawal itu pun menyeret tubuh Lei Mei lalu memasukkannya ke bagian bawah kereta kuda yang sempit dan pengap bahkan membuat orang kesulitan bernapas dan melihat keluar.
Kereta kuda itu kembali melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, bersamaan dengan itu reaksi dari racun yang diberikan oleh ratu untuk Lei Mei mulai bereaksi.
"Untung saja kak Yeon-Jin sudah memberikan ku darahnya, kalau tidak aku pasti sudah sekarat," batin Lei Mei yang kesulitan bernapas tapi ia berusaha sabar menunggu rencana ini selesai.
Di tempat lain Cia Changyi dan Yeon-Jin berteleportasi menggunakan kekuatan baru Yeon-Jin, mereka dapat melihat bagaimana Lei Mei disiksa tadi.
"Lei Mei pasti menderita, tapi jangan khawatir aku sudah memberikannya darah ku di aliran darahnya jadi dia kebal racun sekarang," ucap Yeon-Jin kepada Cia Changyi.
"Ya itu bagus, sekarang kita ikuti ratu ini mau membawa kita kemana," ucap Cia Changyi kemudian menggunakan artefak miliknya dan berubah menjadi bayangan kereta kuda bersama Yeon-Jin.
Di dalam bayangan itu Cia Changyi dan Yeon-Jin bisa mendengar dan melihat apa yang dilakukan oleh ratu, posisi mereka sangat dekat di sana karena seharusnya hanya untuk satu orang.
"Gak apa-apa kan dempetan gini, soalnya aku cuman nyimpen satu artefak bayangan ini di alam bawah sadar ku," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
"Gak apa-apa," ucap Yeon-Jin, dalam hati ia cukup senang dengan posisi ini yang sangat dekat dengan Cia Changyi.
Di dalam kereta kuda, ratu duduk sambil melihat keluar jendela. Ia nampak menghembuskan napas panjang pertanda ada banyak masalah, ia kemudian tertidur karena memang lelah.
Beberapa jam kemudian.
Ratu bangun ketika mendengar ketukan pertanda sudah sampai tujuan oleh pengawal pribadinya, kondisi Lei Mei mengenaskan sedangkan kondisi Cia Changyi dan Yeon-Jin rasanya badan mereka kesemutan.
"Kalian jagalah anak itu jangan sampai kabur, saat jalan pulang kita akan menjualnya. Apa kau mengerti?" ucap ratu kepada salah satu pengawal pribadi yang dijawab siap mengerti.
Di sana ratu memasuki rumah yang bisa dibilang sangat kumuh dan juga terbengkalai, seperti rumah hantu yang ada di film-film. Namun ratu bukan mau masuk ke dalam tapi ke bawah rumah itu.
Ratu kemudian membaca sebuah mantra dan keluarlah pintu rahasia lalu ia pun masuk ke dalamnya, sedangkan Cia Changyi masuk ke dalam bayangan ratu sendirian.
Yeon-Jin tak ikut masuk tapi akan menyelamatkan Lei Mei, setelah ia keluar dari bayangan itu lalu meregangkan tubuhnya yang kaku tapi ia cukup senang dalam kondisi itu.
"Hei siapa kalian? Ini tempat terlarang yang tak boleh kalian datangi!" ucap Yeon-Jin berlagak seperti bos memerintah 5 orang itu.
5 orang itu menatap Yeon-Jin seperti bocah yang sedang bermain-main, mereka pun saling menatap lalu salah seorang yang lebih muda dari mereka segera berdiri untuk menghadapi Yeon-Jin.
"Hei bocah, ada baiknya kau..." ucap pemuda itu terpotong karena secara cepat Yeon-Jin menebas kepala pemuda itu tanpa ragu-ragu. Kau tahu kalau Yeon-Jin sudah lama memendam kebringasannya.
Melihat hal itu membuat 4 orang yang lain yang awalnya mengira kalau Yeon-Jin adalah bocah ingusan yang iseng sekarang memandang Yeon-Jin sebagai monster bengis berbentuk manusia.
__ADS_1
"Beraninya kalian meremehkan ku, ingat ini ya aku dikenal iblis pencabut nyawa dulunya dan aku tak segan mengambil gelar itu lagi," ucap Yeon-Jin kemudian tersenyum kecil.
4 pendekar hitam itu kemudian bergerak ke arah Yeon-Jin, mereka tak banyak bicara dan langsung menyerang Yeon-Jin. Hal ini membuat Yeon-Jin merasa senang.
"Hahaha, kalian pasti tim pembunuh khusus yang menjaga ratu. Tapi sayang kekuatan kalian masih sangat rendah," ucap Yeon-Jin, ia selama beberapa tahun ini latihan secara rahasia menggunakan teknik terlarang.
Yeon-Jin menggenggam erat pedangnya, ia kembali menggunakan teknik iblis yang dikehidupan yang lalu ia sering gunakan. Ia mempelajarinya di dalam alam hutan ajaib miliknya tadi siang.
Pedang Yeon-Jin kemudian mengkilap, cahaya yang memercikkan kilatan petir membuat efek yang epik. Yeon-Jin memutar pedangnya yang mengeluarkan semburan petir yang menggebu-gebu.
Kilatan mata Yeon-Jin berubah dan mengeluarkan sedikit percikan petir, petir-petir yang menjadi efek dari serangannya membuat 4 pendekar hitam itu mundur bersamaan.
Saat mundur itu Yeon-Jin mempercepat langkahnya lalu menebas pedangnya ke arah belakang 4 pendekar hitam itu. Ia menggunakan teknik kilat petir tingkat 1.
Lei Mei berada di bawah kereta kuda dan sudah terlelap tidur, namun ia mendengar suara kegaduhan di luar yang membuatnya terbangun. Dari celah yang ada ia sekilas melihat pertarungan di sana.
Melihat itu Lei Mei kemudian keluar dari sana, tubuhnya merasa kesemutan berada di sana terlalu lama. Ia melihat Yeon-Jin sedang membantai para pengawal itu.
"Tunggu kak Yeon-Jin, kenapa kau membunuh mereka? Bukankah nanti akan sangat mencurigakan jika ratu melihat mayat-mayat ini," tanya Lei Mei dengan perasaan panik.
"Tenang Lei Mei, aku akan perlihatkan kekuatan baru ku kepada mu," ucap Yeon-Jin lalu mengibaskan tangannya lalu mayat-mayat itu kemudian hidup kembali.
Melihat itu membuat Lei Mei merasa sangat terkejut, diketahui ya kan Yeon-Jin itu mewarisi alam hutan gaib dan menjadi raja di dimensi itu jadi ya dia punya beberapa kemampuan hebat salah satunya merubah mayat menjadi pesuruhnya dengan syarat tertentu.
__ADS_1
"Wah kau sangat hebat, mereka sepertinya sangat tunduk kepada mu," ucap Lei Mei kemudian ia melihat orang-orang itu berlutut di hadapan Yeon-Jin penuh hormat.
Yeon-Jin memandang mayat-mayat itu, dirinya tak menyangka jika ia bisa kembali memiliki kemampuan ini dengan mudah hanya dengan menjadi pewaris alam hutan ajaib.