![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Sekarang sebagian besar murid yang tersisa telah bertekad untuk memiliki kalung kehidupan itu, walaupun hanya berupa hologram tapi ada legenda yang menyatakan keberadaan kalung kehidupan di alam ini.
"Bagaimana? Aku rasa kalian sudah tak ada yang ingin keluar dengan tanpa kalung kehidupan," ucap ratu siluman lalu tersenyum di hadapan para murid itu.
"Tidak! Pokoknya aku dan adikku akan tetap ingin keluar dari sini dan kami tak tertarik dengan kalung kehidupan itu," ucap Han Yu dengan tegas mempertahankan keputusannya.
"Wah tekad kalian sangat kuat ya. Bahkan kalian tak goyah dengan kalung kehidupan ini, tapi aku rasa kalau kalian akan sangat seru untuk dijadikan umpan," ucap ratu siluman yang punya rencana licik.
"Apa maksud mu? Kau ingin menjadikan kami buruan untuk murid yang lain sama seperti sebelumnya," ucap Han Yu dengan lantang.
"Bagus, kau memang pintar. Tapi kau tahu kan kalau kau sampai keluar dari sini dengan cara dibunuh oleh murid lain maka kau tak akan dianggap memasuki 10 besar. Oh iya, alasan portal belum muncul karena aku yang mengendalikannya," ucap ratu siluman.
Licik, pikir Han Yu dan Han Bao. Mereka sekarang ditatap oleh murid-murid yang lain yang siap untuk menjadikan mereka tumbal bagi kesempatan mendapatkan kalung kehidupan.
Han Yu dan Han Bao menjadi lebih waspada lagi dengan keadaan di sekitar mereka, "Hahaha, baiklah kalau ada 2 lagi yang keluar maka kalian bisa masuk ke babak berikutnya," ucap ratu siluman.
Jam pasir itu kembali datang yang menjadi pertanda babak kedua dibuka, seperti sebelumnya murid-murid yang lain pun mulai menyerang namun kali ini bersama-sama menyerang Han Yu dan Han Bao.
Han Yu dan Han Bao kembali memasang formasi mereka yang kali ini ditargetkan oleh 8 murid sekaligus, ratu siluman pun tersenyum melihat situasi yang ia buat.
"Kita lihat siapa yang berhak menjadi ratu," ucap ratu siluman di dalam hati sambil tersenyum. Ia melakukan tugas yang diberikan oleh tuannya sejak ia berada di sini.
Han Bao dengan gaya bertarungnya yang bertubi-tubi membuat serangan dengan kecepatan yang tinggi yang bukan hanya untuk menyerang tapi juga untuk menangkis serangan lawan.
__ADS_1
Di sisi lain Han Yu dengan kekuatan api yang ia salurkan ke pedangnya membuat efek api yang cukup kuat, bahkan beberapa murid harus mundur supaya kulitnya tak terbakar api itu.
Kobaran api keluar dari pedang itu membuat pola bunga yang bukan saja dengan fisik ia pakai tapi juga otak, untuk menghasilkan efek maksimal dibutuhkan perhitungan matematis.
Ia harus menghitung energi kinetik yang ia hasilkan dari setiap tebasan pedang, kemudian ia harus bisa menyamai energi potensial yang elemen api miliknya miliki.
"J@l@ng tadi bilang harus singkirkan dua murid, Han Bao kamu singkirkan satu di sisi mu dan aku akan singkirkan satu di sisiku," ucap Han Yu kepada Han Bao.
"Baik kak," ucap Han Bao yang kemudian mengatur strategi untuk mengalahkan salah satu dari 4 murid yang menyerangnya.
Han Bao pun melihat kesempatan itu, ia berlari ke samping saat menlihat salah satu dari penyerangnya hendak melakukan jurus bunga mematikan ke arahnya.
Namun ia langsung melompat ke depan tepatnya ke arah serangan bunga mematikan itu dari sisi samping dan ternyata itu hanyalah bayangan milik Han Bao dan segera Han Bao yang asli beraksi.
Seorang murid yang di dorong oleh Han Bao pun tak bisa mengelak karena mendadak dan akhirnya ia pun terdorong di sisi dimana bunga-bunga itu mulai bermekaran.
Tak di situ juga Han Bao mengambil serbuk sisa yang sebelumnya hampir membunuhnya lalu kemudian ia taburkan serbuk itu ke langit dan membuat dua murid yang lain menjadi lengah.
Sedangkan di sisi lain, Han Yu melihat Xixi yang tak menyerangnya sama sekali dengan perasaan cuek, ia pikir kalau Xixi ini pasti adalah bos dari murid-murid yang menyerangnya ini.
Han Yu membuat kobaran api ke 3 arah yang berbeda, dan dibalik 3 kobaran api itu Han Yu menghunuskan pedangnya ke depan tepatnya ke arah Xixi berada.
Xixi pun tak tinggal diam, ia yang hendak diserang pun berusaha menyerang balik dengan perasaan jengkel. Susah juga menghadapi Han Yu, pikir Xixi yang kemudian mengeluarkan jarumnya.
__ADS_1
Xixi menghunuskan balik pedangnya ke depan tepatnya ke arah hunusan Han Yu, dibalik tangan kirinya ia pun turut menyiapkan jarum yang siap menancap ke tubuh lawannya.
Saat kedua pedang itu bertemu, Xixi pun menjentikkan jarinya lalu jarum itu pun melesat tepat di leher Han Yu yang seketika membuat Han Yu terkejut lalu Xixi pun mengambil kesempatan ini.
Pedang Xixi menghunus lebih dalam dan lebih kuat, Han Yu yang merasa gejolak energinya tak beraturan secara mendadak pun membuat energi apinya secara brutal keluar dari tubuhnya.
Han Yu bukannya lemas seperti korban yang lain tapi malah semakin menjadi-jadi, kobaran apinya makin besar dan hal itu membuat Xixi terkejut, tak menyangka hal ini akan terjadi.
Xixi tak mau kalah dan juga ia masih membutuhkan Kia dan Qia untuk membantunya sehingga tersisa seorang murid yang tak dikenal oleh Xixi menjadi targetnya.
Xixi dengan cepat menarik murid itu dibantu oleh Kia, melempar murid itu ke kobaran api yang tercipta oleh Han Yu. Murid itu terlempar dengan wajah ketakutan.
Tak lama kemudian murid itu terbakar oleh kobaran api dari Han Yu kemudian menghilang secara perlahan, hal itu dapat dirasakan menyakitkan oleh murid itu.
"Kau memang licik dan kejam," ucap Qia yang terkejut melihat hal itu dilakukan oleh Xixi dan Kia untuk menyelamatkan diri sampai harus mengorbankan yang lain.
"Tutup mulut mu! Kau tak berhak menilai kami apalagi saudari Xixi," ucap Kia yang tak terima dengan ucapan Qia dan membela dirinya dan Xixi.
Ratu siluman pun mempercepat butiran pasir itu karena sudah tersisa delapan murid, setelah itu Han Yu mulai stabil tapi masih berasa hawa panas di tubuhnya sehingga Han Bao tak bisa terlalu dekat.
"Kak, kau baik-baik saja kan? Kau sangat panas seperti air mendidih," ucap Han Bao yang masih merasa panas walaupun sudah berjarak dari sisi Han Yu.
"Tak apa, untung ada cincin pemberian guru yang membantu menyeimbangkan kekuatan ku," ucap Han Yu yang dapat merasakan apa yang dilakukan oleh cincin itu.
__ADS_1
Dari luar Cia Changyi dan Yeon-Jin melihat semua yang terjadi melalui cincin dari tangan Han Yu, mereka cukup terhibur dengan melihat kompetisi di hutan alam itu.