Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 45 : Malam Ilusi


__ADS_3

Han Yu memegang pedangnya dengan erat, ia mengencangkan kuda-kudanya lalu segera mata birunya menyebarkan energi yang berusaha dikontrol oleh Han Yu.


Tubuh Han Yu bergetar hebat, ia menghela nafas merasakan fluktuasi energi yang membuat sekujur tubuhnya panas. Langsung saja Han Yu beraksi.


Han Yu berlari, saat jaraknya sudah cukup dekat dengan target ia pun menebaskan pedangnya dengan pola berbentuk huruf V. Namun percikan api keluar dari pedang sehingga membuat Han Yu melepaskan pedangnya.


Han Yu teriak kesakitan lalu terjatuh, sudah berulang kali ia mencoba tapi selalu begini. Yeon-Jin pun yang sedari tadi memperhatikan pun menghampiri Han Yu.


"Guru kenapa selalu energi ini sepertinya menolakku, padahal ketika aku menggunakannya tanpa perlu dikontrol ini semua tidak pernah terjadi," ucap Han Yu.


"Kau lihat adik mu itu sudah hampir turun ke gunung, langit pun sudah jingga dan sebentar lagi akan malam jadi kalau kau belum menyadari apa kesalahan mu maka kau tak boleh kembali ke sekte," ucap Yeon-Jin.


Han Yu merasa bagaikan diberi hukuman berat oleh Yeon-Jin, tapi ia bisa apa. Ia pun bangkit lalu mengambil pedangnya yang tergeletak di tanah, ia menguatkan hatinya untuk terus berlatih sampai bisa.


"Kau tak terlalu keras dengan dia, kenapa tidak langsung saja beri tahu dia bagaimana solusinya aku yakin daritadi dia sudah bisa melakukannya," ucap Cia Changyi kepada Yeon-Jin.


"Biarkan saja dia, jangan mentang-mentang kalian dekat di kehidupan sebelumnya kau jadi melunak dengan dia, ingat hidup pendekar itu keras dan dia harus terbiasa," ucap Yeon-Jin.


Cia Changyi hanya dapat menghela napas, ia tak bisa membantah perkataan Yeon-Jin. Ia hanya berharap kalau Han Yu bisa cepat menyadari apa yang salah dari pengontrolan energinya.


Han Bao telah sampai di bawah gunung, ia bersama dengan Lei Mei bersorak senang karena menyelesaikan latihan yang cukup berat untuk mereka. Han Bao pun langsung menghampiri guru.


"Terima kasih guru, rasanya tubuh ku mulai dapat berkembang lagi ternyata benar kata guru aku harus latihan seperti pria. Tapi tubuh ku tidak akan jadi kekar kan?" tanya Han Bao.

__ADS_1


"Tenang saja, setelah kau meminum ramuan sebelumnya maka kau tak perlu khawatir dengan bentuk tubuhmu," ucap Cia Changyi membuat tenang Han Bao.


Han Bao melirik ke arah Han Yu, ia dapat melihat latihan kakaknya yang berulang-ulang dan selalu gagal. Ia merasa kasihan dengan kakaknya yang tak kunjung menyelesaikan latihan padahal hari mulai gelap.


"Kakak senior apa tak sebaiknya kita istirahat, hari sudah gelap dan aku juga lelah. Kita balik ke sekte yuk," ajak Lei Mei kepada Cia Changyi.


"Iya kita akan pulang, tapi tidak dengan Han Yu. Ia harus tetap latihan sampai ia menyelesaikannya dengan benar," ucap Yeon-Jin.


Han Bao dan Lei Mei tak bisa membantu, mereka juga sudah cukup lelah sehingga mereka pun pulang ke sekte dengan harapan semoga Han Yu segera menyelesaikan latihannya.


Bersamaan dengan itu Cia Changyi dan Yeon-Jin juga turut kembali ke sekte dan hanya menyisakan Han Yu yang sendirian di tempat latihan dan hari yang mulai gelap.


Han Yu pun memutuskan istirahat sejenak, ia duduk di batu tempat Cia Changyi dan Yeon-Jin duduk. Han Yu melihat ke langit sambil mengangkat pedangnya.


"Apa yang salah dengan kontrol energi ku, aku sudah berusaha mengendalikannya tapi malah energiku berbalik menyerangku," ucap Han Yu, ia juga sangat lelah melewati latihan yang panjang ini.


Ada seorang burung yang sedang terluka ditambah tubuhnya tertindih oleh dahan pohon dan ada burung lain yang berusaha membantu burung yang terluka itu.


Melihat itu Han Yu menjadi kasihan, ia pun bergegas mendekat untuk menolong namun sebelum itu ada burung lain yang membantu untuk memindahkan dahan yang menimpa burung yang terluka.


Setelah berhasil akhirnya burung yang terluka itu dibantu oleh dua burung yang telah membantunya untuk dapat pulang dengan cara masing-masing burung memapah sayap burung yang terluka. Melihat itu membuat Han Yu merasa takjub, sesaat ia berpikir.


"Iya dengan cara itu pasti bisa mengontrol energo api di mata ku," ucap Han Yu setelah mendapatkan pencerahan dari kejadian 3 burung tadi.

__ADS_1


Kali ini Han Yu menarik napas, matanya yang berwarna biru mengalirkan energi ke seluruh tubuhnya dengan kembali mengontrol pergerakan energi itu.


Tubuhnya kembali bergetar seperti sebelumnya namun kali ini ia lepaskan energi ke sekitar dan ke pedangnya, tubuhnya terjatuh karena perubahan aliran energi.


Tapi semangat Han Yu untuk menyelesaikan tugas ini masih tinggi, ia menghempaskan energi kuat dan menaruhnya di kakinya sehingga ia dapat berlari dengan gesit.


Energi yang kecil pun disalurkan ke tangan dan pedangnya dan saat jarak antara Han Yu dan daun targetnya semakin dekat Han Yu melepaskan energi dari kakinya ke luar tubuh.


Pedang yang ia pegang membentuk huruf V dengan aliran energi api yang kecil, daun itu membentuk huruf V dan hampir terbelah menjadi dua.


Han Yu pun melihat itu merasa senang bukan main, ia pun berteriak keras lalu ambruk ke tanah. Ia setengah sadar dan samar-samar ia lihat tubuh seorang pria mendekatinya.


"Akhirnya kau menyadari kesalahan pengontrolan energi mu, kau tak berubah ya harus diberi petunjuk dulu baru mengerti," ucap Cia Changyi kemudian mengangkat tubuh Han Yu.


Tubuh Han Yu merasa hawa hangat merasuki tubuhnya, ia pun kembali sadar dan tubuhnya entah mengapa menjadi lebih baik, saat ia tersadar ia melihat Cia Changyi memberikan energinya untuk Han Yu.


"Terima kasih guru telah membantu ku. Jangan-jangan 3 burung tadi juga," ucap Han Yu yang kemudian Cia Changyi tersenyum lalu menjentikkan jarinya.


Secara tiba-tiba dunia serasa berbalik, suasana malam yang sepi tadi seketika berubah. Bunyi hewan-hewan malam mulai muncul seperti biasanya padahal tadi benar-benar sepi.


"Jangan bilang ke Yeon ya dia bisa marah kepada ku," ucap Cia Changyi kemudian ia pun berbalik dan menuju ke sekte. Han Yu pun bangun dan mengikuti Cia Changyi dari belakang.


"Guru sebenarnya kekuatan ilusi tadi guru dapatkan dari mana?" tanya Han Yu penasaran, ia baru pertama kali merasakan berada di dalam ilusi.

__ADS_1


"Aku mendapatkannya dari buku yang ada di perpustakaan sekte ku. Kalau kau mau aku bisa mengajari mu," ucap Cia Changyi yang membuat Han Yu semangat.


"Iya aku mau belajar itu, tadi sangat keren guru tanpa aku ketahui memasukkan aku ke dalam ilusi," ucap Han Yu dengan antusias.


__ADS_2