![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
"Ternyata memang benar kak Lee Anming kalau Changyi ini sangat payah, baiklah kalau itu mau mu Changyi maka aku akan mengikutinya dan membuatmu mengerti hubungan kita," batin Yeon-Jin sambil tersenyum.
"Huh, memang ya kalau pasutri itu sangat aneh. Aku harap mereka bisa terus baikan, aku jadi penasaran seperti apa ya kalau mereka memiliki anak," batin Cia Changyi membayangkan keluarga kecil milik Yeon-Jin dan A Yeong.
Wei Lan menunggu mereka dan cukup bingung melihat perubahan yang terjadi, padahal tadi Yeon-Jin marah dengan Cia Changyi namun sekarang malah kembali berbaikan dalam sekejap.
"Syukurlah kalau mereka cepat berbaikannya," batin Wei Lan, ia merasa cukup senang karena ia memang tak suka dengan konflik antar teman.
"Eh Wei Lan, kau belum tidur. Ayo kita tidur karena besok adalah hari yang panjang untuk kita, bersiaplah besok kita akan ke istana Europhia," ucap Cia Changyi.
"Wah itu pasti sangat hebat, aku pernah sekali ke sana karena menjalankan sebuah misi dan disana memiliki taman istana yang sangat cantik," ucap Wei Lan merasa antusias.
Di kerajaan Europhia memang ada banyak sekali tanaman yang tak ada di negeri utara, tanamannya lebih banyak macam dan juga berwarna-warni dengan banyak kupu-kupu disana.
"Iya kau sangat suka dengan keindahan alam, sepertinya kau memang jarang keluar sekte," ucap Yeon-Jin yang memperhatikan Wei Lan sebelumnya.
"Ya begitulah, aku memang suka jalan-jalan tapi hanya bisa melakukan itu saat menjalankan misi dan itupun tidak bisa disebut jalan-jalan," ucap Wei Lan merasa cukup canggung.
Mereka pun memutuskan untuk tidur bersama, pagi pun tiba dan ternyata Yeon-Jin yang bangun terlebih dahulu. Yeon-Jin tersenyum melihat Cia Changyi yang tidur nyenyak seperti bayi.
Sedangkan itu putri Anastasya membuka matanya, ia segera bangun sambil ngos-ngosan seperti baru saja dikejar-kejar sesuatu. Ia melihat ke sekeliling dan mendapati A Yeong dan Lei Mei yang masih tidur.
"Ah kakak, kau sudah bangun juga," ucap Lei Mei yang terbangun beberapa saat setelah putri Anastasya terbangun dan disusul oleh A Yeong.
__ADS_1
"Mana Cia Changyi? Aku mau bertemu dengannya," ucap putri Anastasya kepada A Yeong, ia nampak merasa cemas dan juga takut yang membuat A Yeong bingung.
"Lei Mei kau tolong ya siapkan sarapan untuk kita, aku akan mengantar putri Anastasya ke Cia Changyi," ucap A Yeong yang diangguki oleh Lei Mei, A Yeong pun membawa putri Anastasya.
"Entah siapa sebenarnya Cia Changyi, dia sangat misterius dan penuh rahasia untuk anak seumurannya. Apa mungkin dia menyembunyikan usianya," batin A Yeong.
Di depan tenda sudah ada Cia Changyi yang baru saja bangun tidur, ia bahkan saat ini sedang meregangkan tubuhnya namun putri Anastasya sudah berlari lalu memeluk Cia Changyi sambil menangis.
Yeon-Jin dan Wei Lan yang tak jauh dari sana pun merasa terkejut, melihat itu A Yeong pun segera mengajak Yeon-Jin dan Wei Lan untuk menjauh dulu dari Cia Changyi dan putri Anastasya.
"Biarkan dulu mereka mengobrol, aku rasa mereka membutuhkan privasi berdua untuk saat ini," ucap A Yeong sambil menarik tangan Yeon-Jin dan Wei Lan untuk menjauh dari sana.
"Anastasya, kau sudah lihat semuanya kan?" tanya Cia Changyi sambil mengelus rambut putri Anastasya yang sesenggukan di dalam pelukan Cia Changyi.
"Semua yang kau lihat itu adalah kebenaran, di alam semesta lain itu terjadi dan di bumi ini adalah masa lalu di sana," ucap Cia Changyi menjelaskan.
"Tapi kenapa itu bisa terjadi, semua itu begitu membingungkan dan terasa sangat nyata bahkan aku merasa itu seperti ingatan ku yang hilang," ucap putri Anastasya merasa bingung.
"Semua ini karena kalung peninggalan ibu kandung mu Anastasya, benda ini memberimu berkat dan memberikan kekuatan penglihatan langit," ucap Cia Changyi menjelaskan kepada putri Anastasya.
Putri Anastasya tak terbiasa dengan kekuatan yang baru ia miliki ini, ia memandang Cia Changyi dan memandangnya secara berbeda dari sebelumnya.
"Anastasya, aku berjanji akan menjaga mu dan tak akan membiarkan negeri Europhia terlalap api. Saat ini kita masih punya banyak waktu untuk mencegah hal itu," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
"Kau benar Cia Changyi, aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi untuk saat ini aku akan mempercayai mu. Tapi kalau sampai aku tahu kau memanipulasi ku maka aku akan menghabisi mu," ucap putri Anastasya.
"Hahaha, kau ini Anastasya. Sangat plin plan dan penuh kewaspadaan, sangat persis dengan Anastasya yang aku kenal sebelumnya. Ternyata kau memang tak berubah," ucap Cia Changyi sambil mengelus rambut putri Anastasya.
Putri Anastasya melihat sebuah penglihatan tentang kejadian yang dialami oleh versinya di alam semesta lain tempat Cia Changyi dan Yeon-Jin berasal.
"Apakah itu kenyataan? Tapi hati dan ragaku seakan-akan menerima dan terbawa emosi oleh penglihatan itu, sebaiknya aku ikuti saja dulu Cia Changyi," batin putri Anastasya sambil menghapus air matanya.
Akhirnya mereka pun bersiap untuk menuju ke istana, setelah mandi dan sarapan.
"Jadi yang akan memasuki istana adalah Yeon-Jin, A Yeong, dan juga Lei Mei sedangkan aku dan Wei Lan akan memantau kondisi diluar istana," ucap Cia Changyi.
"Wah itu ide bagus, jadi Yeon-Jin dan A Yeong bisa berpura-pura sebagai pasangan suami istri lalu Lei Mei sebagai anak mereka," ucap putri Anastasya yang sukses membuat A Yeong malu.
"Oke, kalau begitu apa yang harus kita pantau? Nantinya juga disana kita akan menjadi tamu dan akan sangat aneh jika kita mengorek informasi," tanya Yeon-Jin.
"Tenanglah Yeon, kau bisa mengikuti semua yang diperintahkan oleh tuan putri. Usahakan selama disana kalian bisa mencari tahu siapa saja yang ada dipihak ratu yang ada di dalam istana," ucap Cia Changyi.
"Terus kita melakukan apa saudara Cia Changyi?" tanya Wei Lan.
"Kita akan menjadi sepasang kakak adik di sana dan membaur dengan masyarakat sekitar seperti pendatang baru, aku yakin pasti ada mata-mata ratu juga yang membaur dengan masyarakat," ucap Cia Changyi merasa yakin.
"Aku rasa semuanya sudah jelas, jadi sekarang untuk meyakinkan harus ada make over sedikit. Kita gunakan darah mereka," ucap putri Anastasya sambil menunjuk tiga mayat tadi malam.
__ADS_1
Kemudian Yeon-Jin pun didandani seperti baru saja mengalami pertarungan yang sengit bahkan ada beberapa luka di tubuhnya begitu juga dengan A Yeong tapi tak separah Yeon-Jin.