Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 88 : Rencana B


__ADS_3

Cia Changyi bisa memiliki benda artefak itu karena jiwa alam bawah sadarnya menyimpan barang-barang yang telah disimpan oleh Cia Changyi di kehidupan sebelumnya.


Wei Lan mendorong troli berisi beberapa cangkir kosong dan teko teh yang hampir kosong, ia menuju ke arah dapur khusus ratu yang secara khusus membuat pesanan ratu.


Wei Lan berhenti kemudian melakukan tugas untuk membersihkan alat makan istana, disana ada kepala pelayan yang sedang menulis laporan keuangan untuk ratu.


"Nyonya, anda selalu saja menulis laporan keuangan di sini. Kenapa tidak dikamar anda saja?" tanya Wei Lan yang sedang menyamar menjadi pelayan wanita.


"Ya, mau bagaimana lagi. Entah mengapa ratu menyuruhku menulisnya di sini jadi aku tak bisa menolak perintahnya walaupun perintahnya aneh-aneh," ucap kepala pelayan sambil menulis.


"Oh iya ngomong-ngomong soal ratu, bukankah ratu akan menjaga keamanan putri. Tapi kenapa aku lihat tidak ada penjaga di dalam istana," tanya Wei Lan.


"Kau ini lupa atau bagaimana sih, para prajurit itu sedang melakukan invansi sebagian besar jadi sedikit ada pengawal. Jadi keamanan diluar istana diperketat," ucap kepala pelayan.


"Ratu memang yang terbaik, dia pasti sangat menyayangi putri dengan segenap jiwa dan raganya. Dia pasti merasa sedih dan mengurung diri saat putri menghilang," ucap Wei Lan.


"Iya kau benar, bahkan dia mengunci dirinya sendiri di ruangan khusus membaca ratu. Aku bahkan merasa khawatir tentang kesehatan ratu," ucap kepala pelayan.


"Ratu memang penyayang, aku yakin ratu pasti bisa menemukan prajurit terbaik untuk mengawal yang mulia putri di penjuru negeri," ucap Wei Lan.


"Ya itu bisa dipastikan, sejak yang mulia putri ditemukan yang mulia ratu telah keluar dengan menyamar sebagai bangsawan biasa. Aku dengar sih menuju ke utara untuk mendatangi langsung prajurit yang katanya hebat," ucap kepala pelayan.


"Ya ampun, bukankah itu malah membahayakan keselamatan yang mulia ratu! Kenapa tidak menyuruh kandidat terbaik untuk menghadap yang mulia ratu di istana?" tanya Wei Lan.


"Semua ada alasannya, kerahasiaan pengawal yang mulia putri harus dijaga bahkan pengawal itu harus memiliki penyamaran yang baik untuk menyatu dengan alam sekitar," ucap kepala pelayan.

__ADS_1


"Wah aku sama sekali tak tahu itu, pasti pengawalnya akan sangat tampan. Andai saja aku bisa melihatnya," ucap Wei Lan, dalam hati Wei Lan mengumpat kepada Cia Changyi.


"Tenang saja, kau bisa melihatnya sekilas. Tapi dengan syarat," ucap kepala pelayan.


"Syarat apa?" tanya Wei Lan.


"Ini aku disuruh ratu mengirim surat kepada pos penjaga tapi aku sedang malas, bisakah kau melakukannya. Aku sangat lelah," ucap kepala pelayan lalu menguap karena mengantuk.


"Wah ini pasti rahasia ratu, untuk apa anda memberikan ini sebagai tugas saya. Saya tak berani, salah-salah nyawa saya bisa menyalang," ucap Wei Lan berusaha menolak dengan halus.


"Sudahlah tenang saja, kau hanya perlu mengirim ini. Ratu telah memberikan sihir yang hebat sehingga tak akan ada yang bisa membuka maupun merusak surat ini," ucap kepala pelayan.


Wei Lan nampak ragu tapi pada akhirnya menerima perintah dari kepala pelayan yang nampaknya sangat kelelahan, setelah itu kepala pelayan langsung menuju kamarnya.


"Wei Lan, kau sekarang kembali ke kamar yang mulia putri," ucap Cia Changyi dari alat itu, Wei Lan pun menurutinya dan berjalan menuju kamar yang mulia putri.


"Sangat mencurigakan kalau yang mulia ratu menyuruh kepala pelayan untuk memberikan surat ini kalau benar ini adalah surat yang penting," ucap putri Anastasya dengan curiga.


"Di sekitar surat ini ada sihir yang mengelilingi surat ini, kalau dipikir pasti ratu melakukan semua ini sendirian. Tak ada pihaknya di kalangan istana untuk saat ini," ucap Cia Changyi.


"Lalu kita harus bagaimana sekarang?" tanya Wei Lan yang sudah melepaskan penyamarannya.


"Kita akan membawa ini ke pasangan suami istri yang menakjubkan," ucap Cia Changyi, mereka pun menuju ke kamar tamu.


Di kamar tamu hanya ada Yeon-Jin dan A Yeong, Lei Mei sedang menyamar juga untuk menguntit ratu yang sedang pergi ke wilayah utara. Ternyata benar informasi dari kepala pelayan.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya Lei Mei?" tanya Cia Changyi sambil melihat monitor.


"Ya semuanya masih baik-baik saja, artefak punya mu sangat hebat. Aku daritadi tak melihat kecurigaan sedikit pun dari ratu," ucap A Yeong yang berinisatif melakukan rencana ini.


"Wah kalian berdua punya benda artefak dewa ini, sangat mengagumkan. Aku pikir cuman ada satu," ucap putri Anastasya yang melihat alat ini sangat mirip dengan yang sebelumnya Cia Changyi gunakan.


"Ehem, sebaiknya sekarang Yeon dan A Yeong kalian identifikasi surat dari ratu ini, aku yakin ada sesuatu di sana," ucap Cia Changyi, sebenarnya artefak yang dimiliki Cia Changyi adalah pemberian A Yeong di kehidupan yang lalu.


Di sisi lain Lei Mei sedang bersama dengan ratu di dalam kereta kuda, Saat ini Lei Mei sedang menyamar sebagai pelayan pribadi ratu dan Lei Mei merasa sangat aneh dengan gerak-gerik ratu yang gelisah.


"Aku memiliki perasaan yang tak enak di sini, kalau sampai terjadi sesuatu aku harus siap," batin Lei Mei yang merasa akan ada bahaya yang mengintainya.


Di dalam monitor yang diawasi oleh Cia Changyi dan putri Anastasya muncul sebuah eror lalu mati, dan bersamaan dengan itu A Yeong berhasil membuka surat itu.


Surat itu bertuliskan, 'Dasar Bodoh! Putri Anastasya aku sebagai ratu akan meladeni mu dengan baik karena berani macam-macam dengan ku'.


"Aduh bagaimana ini, pantas saja semuanya seperti berjalan dengan lancar," ucap putri Anastasya yang merasa panik dengan surat itu.


"Tenang putri Anastasya, aku sudah menduga hal seperti ini akan terjadi," ucap Cia Changyi setelah membaca surat itu.


"Lalu kita harus bagaimana? Kau hanya menyuruh saja tanpa memberi tahu kami apa sebenarnya tujuan mu," ucap A Yeong lalu membakar surat itu menjadi abu kemudian menghilang begitu saja.


"Sekarang aku dan Yeon-Jin yang akan beraksi, sekarang dengarkan ini baik-baik. Tapi sebelum itu kita harus membicarakan ini di dalam tempat yang aman kan," ucap Cia Changyi.


Yeon-Jin yang mengerti pun membuka portal bagi mereka lalu mereka pun masuk ke dalam. Saat mereka semua sudah masuk ke dalam, laba-laba yang menjadi mata-mata ratu dikamar itu mendadak eror.

__ADS_1


Di tempat Lei Mei berada ia telah di tendang keluar dari kereta kuda lalu dikunci pergerakannya oleh dua pengawal yang sangat kuat lalu Lei Mei dihadapkan ke ratu.


__ADS_2