![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Yeon-Jin terbangun, ia merasa aneh dengan kejadian tadi. Padahal tadi ia merasa tertekan dengan energi dari naga ilusi itu namun sekarang ia tergeletak di batu gua.
Yeon-Jin melihat Cia Changyi yang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya Yeon-Jin berada, Cia Changyi memegang cincin permata berwarna merah pekat.
"Eh kau sudah bangun, aku sudah mengalahkan naga itu dengan ilusi ku," ucap Cia Changyi sambil menaruh cincin permata itu ke dalam penyimpanannya.
"Itu cincin siapa? Dari naga itu?" tanya Yeon-Jin kepada Cia Changyi penasaran.
"Sebenarnya aku mengurung naga itu ke dalam cincin itu. Aku akan memberikannya kepada seseorang nanti, sudah yuk temani aku ambil pedang naga itu," ucap Cia Changyi.
Akhirnya mereka pun mengambil pedang naga surgawi yang memang ditakdirkan untuk Cia Changyi karena dia orang pertama yang mengambil pedang itu setelah berpuluh tahun.
"Kau memiliki ilusi yang kuat tapi kenapa tak langsung mengalahkan naga itu?" tanya Yeon-Jin penasaran.
"Ya kan jarang ada naga di dunia ini, aku pikir tak ada salahnya mencoba bertarung dengan naga ilusi itu toh juga kekuatannya belum pulih dan hanya 5% saja," ucap Cia Changyi menjawab.
Setelah itu mereka memutuskan untuk keluar gua, hari juga sudah mulai sore sehingga mereka memutuskan untuk langsung pulang saja namun mereka malah berhenti di restoran.
"Ya ampun aku lapar, bau harum dari restoran itu menyadarakan aku. Ayo kita makan dulu sebelum ke kediaman Lei," ajak Yeon-Jin yang perutnya keroncongan.
Cia Changyi pun hanya menuruti, toh ia juga tak sedang terburu-buru dan kebetulan juga sama-sama lapar. Ia melihat papan nama restoran yang ternyata milik asosiasi harapan negeri.
Mereka memasukinya dan menempati tempat duduk yang kosong, selagi menunggu pesanan mereka berbincang dan tak lama ada seorang wanita yang menghampiri mereka.
"Hei bisakah aku duduk disini, semua tempat telah terisi soalnya," ucap seorang wanita yang sebut saja namanya nona Wang. Ia adalah putri terakhir keluarga Wang.
Cia Changyi hanya mengangguk saja, ia rasa tak ada salahnya sedangkan Yeon-Jin yang melihat itu malah mengumpat di dalam hati, mengapa Cia Changyi membiarkan wanita itu?, pikir Yeon-Jin.
__ADS_1
Jelas nona Wang sedang mendekati Cia Changyi, bisa dilihat dari tatapan matanya yang terlihat tertarik dengan Cia Changyi saat melihatnya untuk pertama kali.
"Nona Wang mengapa anda di sini?" tanya seorang pria dari belakang, ia adalah tuan muda Zhao yang sedang berkencan dengan nona Wang.
"Ah, aku menunggu mu cukup lama jadi aku memutuskan untuk menyapa pendekar yang kelihatan kuat-kuat ini," ucap nona Wang, ia kesal mengapa tuan muda Zhao cepat sekali datangnya.
"Huh kuat apanya, palingan cuma pengelana miskin yang kebetulan terdampar disini, lihat saja pakaian mereka," ucap tuan muda Zhao merendahkan Cia Changyi dan Yeon-Jin.
"Kau!" ucap Yeon-Jin namun ditahan oleh Cia Changyi.
"Sudahlah jangan ganggu mereka," ucap nona Wang yang hendak melerai pertengkaran itu.
"Dasar pengelana miskin, kalian berani sekali menggoda nona Wang ku ini. Sepertinya kalian butuh diberi pelajaran," ucap tuan muda Zhao yang memberi isyarat kepada pengawalnya.
Seorang pengawal dengan tubuh tinggi besar datang, ia dikenal sebagai Zare, pengawal paling kuat yang dimiliki oleh keluarga Zhao yang sudah 18 kali menang pertandingan pendekar untuk masyarakat biasa setiap tahun.
"Kau mengajak ribut kami karena kekasih mu tertarik dengan temanku, dasar laki-laki tak tahu malu," ucap Yeon-Jin mencibir tindakan tuan muda Zhao.
Mendegar itu membuat Zare marah ketika mendengar tuannya di hina, ia pun hendak menyerang Yeon-Jin namun sebelum ia bisa menebaskan pedangnya ia sudah tumbang.
Dalam gerakan yang tak dapat dilihat oleh orang biasa Cia Changyi menggunakan jarum akupunturnya untuk membuat Zare pingsan. Hal itu dilakukan karena makanan mereka sudah datang.
"Ayo Yeon kita makan, keburu dingin," ucap Cia Changyi kepada Yeon-Jin.
Tuan muda Zhao dan yang lainnya terkejut melihat Zare tiba-tiba saja jatuh pingsan, walau mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi mereka yakin ini perbuatan salah satu dari Yeon-Jin atau Cia Changyi.
"Kau beraninya membuat pengawal ku pingsan, akan ku hancurkan kau!" teriak tuan muda Zhao yang marah melihat Yeon-Jin dan Cia Changyi bisa makan dengan tenang.
__ADS_1
"Sudahlah, kau tak lihat bahkan Zare saja bisa ia kalahkan, mereka bukan pendekar biasa sebaiknya kita lanjutkan kencan kita," ucap nona Wang berusaha menenangkan tuan muda Zhao.
Nona Wang tak mau masalah menjadi makin runyam apalagi ini semua berawal dari dirinya yang kegatalan melihat pria tampan, ia juga takut terjadi sesuatu terhadap tuan muda Zhao yang bisa membahayakan keluarga Wangnya.
Setelah Zare dibawa oleh pengawal lain suasana kembali kondusif, walau kesal tuan muda Zhao memilih membalas dendam nanti setelah kakaknya datang dari latihan tertutup.
Setelah selesai makan, Yeon-Jin dan Cia Changyi pun pulang ke kediaman Lei sudah cukup malam. Mereka disambut oleh Lei Kaili namun Cia Changyi menolak ajakan Lei Kaili untuk makan malam karena lelah.
Saat mereka hendak ke kamar mereka ada seorang anak perempuan yang menunggu kedatangan mereka yang ternyata itu adalah Lei Mei yang langsung bergegas menhampiri Cia Changyi.
"Ah tuan pendekar aku sudah lama menunggu mu, ibuku mau berbicara dengan mu dia menunggu mu di gubuk kami," ucap Lei Mei kepada Cia Changyi.
"Baiklah Lei Mei. Yeon kau istirahat saja aku mau mengurus ini dulu," ucap Cia Changyi yang langsung pergi bersama Lei Mei.
"Ada urusan apa Cia Changyi dengan anak perempuan itu, besok saja aku tanyanya," ucap Yeon-Jin, walau kesal dalam hati tapi tubuhnya lengket ingin mandi.
Di gubuk.
Nampak Lei Rong tengah menunggu kedatangan Cia Changyi yang kemudian menyambut kedatangan Lei Mei bersama Cia Changyi.
"Tuan pendekar, aku sudah memutuskannya. Tapi aku masih ragu dengan mu, bisakah kau yakin aku kalau kau tak akan menyakiti Lei Mei," ucap Lei Rong.
"Aku mengerti, kebetulan aku membawa sesuatu untuk Lei Mei dari perjalanan ku sebelumnya," ucap Cia Changyi lalu mengeluarkan cincin permata merah darah tadi.
"Cincin ini bisa membuka potensi Lei Mei, dengan ini Lei Mei bisa menjadi pendekar," ucap Cia Changyi lalu memberikan cincin itu kepada Lei Rong.
Lei Rong mengamati cincin itu, tak ada energi jahat dari sana. Lei Mei berbinar matanya melihat cincin itu sepertinya ia menginginkan cincin itu di jarinya.
__ADS_1
Lei Rong yang melihat tatapan putrinya itu pun menghela nafas lalu memakaikan cincin itu ke jari manis putrinya, cahaya keluar dari tubuhnya Lei Mei setelah itu.