Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 30 : Beruang Salju


__ADS_3

Saat pagi tiba Yeon-Jin memutuskan untuk memberi tahu kejadian semalam kepada Cia Changyi, ia tak ingin ada yang ia tutup-tutupi dari Cia Changyi.


"Changyi sebenarnya kemarin malam saat aku buang air kecil aku menolong wanita yang diserang oleh pembunuh tengkorak, aku membunuh pembunuhnya lalu menolong wanita itu dengan darah ku," ucap Yeon-Jin.


"Itu bagus berarti sekarang kontrol darah mu cukup bagus, tapi kau harus tetap meminum ramuan," ucap Cia Changyi yang sedang membuat ramuan.


"Iya, tapi ini juga berkat jimat pemberian mu. Bisakah kau mengajari ku membuat jimat, aku dulu pernah kalah dengan jimat seseorang sampai membuatku meninggal di kehidupan yang lalu," ucap Yeon-Jin sambil memakan sepotong apel.


"Iya itu karena kau saja yang sombong jadi meremehkan ku saat itu. Tapi untuk membuat jimat dibutuhkan tekad yang kuat, kau bahkan tak pernah berjuang dalam pertarungan," ucap Cia Changyi menyindir balik Yeon-Jin.


"Hei aku ini cukup hebat ya dalam hal bertarung menggunakan pedang," ucap Yeon-Jin protes, itu memang benar kalau kemampuan pedang Yeon-Jin cukup kuat namun masih lebih kuat Cia Changyi.


"Iya kau memang hebat tapi kau harus menggunakan darah mu terus menerus saat kau bertemu lawan yang jauh diatas mu, itu berbahaya kau tahu itu," ucap Cia Changyi cemas.


"Iya mau bagaimana lagi, saat itu aku dipengaruhi iblis. Ah iblis itu sangat boros menggunakan darah ku, aku seperti tisu kotor dibuatnya," ucap Yeon-Jin ketika mengingat iblis yang merasukinya di kehidupan sebelumnya.


"Kalau begitu karena sekarang kau bebas dari iblis itu jadi kau harus bisa mengontrol penggunaan darah mu dalam pertarungan. Kalau kau bisa mengalahkan beruang salju tanpa bantuan darah mu maka akan ku kabulkan keinginan mu," ucap Cia Changyi.


"Benar ya, jangan tarik kembali ucapan mu. Itu hanya beruang salju saja kan dengan tebasan satu kali saja sudah dapat membunuhnya," ucap Yeon-Jin dengan percaya diri.


"Iya itu kalau kau menggunakan darah mu, kau jangan meremehkan lawan mu. Beruang salju lebih kuat dari apa yang kau kira," ucap Cia Changyi dalam hati.


Setelah itu Yeon-Jin meminum ramuan lalu sarapan bersama Cia Changyi, selesai mereka sarapan mereka kembali melanjutkan perjalanan dan kali ini masuk ke jalur hutan bukan jalur dagang lagi.

__ADS_1


Jalur hutan ini mengitari gunung yang menjadi perbatasan untuk ke wilayah utara, setengah gunung itu hijau dan setengahnya lagi dibalut salju abadi.


Setelah mengitari setengah gunung yang berwarna hijau akhirnya mereka memasuki area sekitar gunung yang mulai turun salju abadi, mereka sudah memakai baju musim dingin dari sekte.


"Saat ini kau harus menunjukkan kepada ku hasil latihan mu selama ini, ingat untuk tidak menggunakan darah mu," ucap Cia Changyi kepada Cia Changyi.


"Baiklah, tapi ingat taruhan kita sebelumnya. Kalau aku menang kau akan mengajariku membuat jimat," ucap Yeon-Jin lalu tersenyum, ia pun menghadap ke depan melihat lawannya.


Sosok beruang dengan bulu lebat berwarna putih sedang dalam keadaan tak baik, saat ini adalah masca pasca-hibernasi bagi beruang di gunung salju ini.


"Ingatlah untuk tak menggunakan darah mu atau kau akan kalah," ucap Cia Changyi, ia pun memilih duduk di atas dahan pohon tak begitu jauh dari jarak pertarungan itu.


Yeon-Jin bersiap dengan kuda-kudanya, ia dapat melihat sosok beruang salju yang dalam keadaan lapar itu melihat keberadaa Yeon-Jin dan menganggapnya sebagai makanannya.


Beruang salju itu berlari kencang ke arah Yeon-Jin, ia menggunakan naluriah hewan buas untuk menyerang seperti monster pada umumnya namun kekuatannya sangat kuat.


Setiap hantaman dari pukulan beruang salju yang diarahkan ke Yeon-Jin memiliki gerakan yang cepat, saat pedang Yeon-Jin menebas pukulan beruang salju itu ia selalu mundur beberapa langkah.


Yeon-Jin menggertakan giginya, kekuatan serangan beruang salju ini memang lebih kuat dari yang Yeon-Jin bayangkan. Pasti dibalik serangan kuat itu ada pertahanan yang lemah di satu titik.


Yeon-Jin melompat ke atas dan menghunuskan pedang ke bawah ke arah beruang salju, beruang salju itu menatap ke atas dan dengan sekuat tenaga memukul ke atas ke arah pedang Yeon-Jin.


Yeon-Jin langsung terpental beberapa meter, namun dengan pedangnya ia bisa sukses mendarat, beruang salju itu semakin kelaparan sehingga berlari ke arah Yeon-Jin.

__ADS_1


Saat jarak mereka semakin dekat, Yeon-Jin berlari ke samping lalu menebaskan kaki bagian kiri beruang salju itu. Merasa bahaya dari samping beruang salju itu pun sedikit berbalik lalu menendang pedang Yeon-Jin.


Lagi-lagi Yeon-Jin kembali terpental beberapa meter, saat terpental itu ia menggunakan langkah ringan sehingga ia kembali berlari sebelum jatuh tersungkur.


Dari arah depan ia mengincar kepala beruang salju itu, ia berusaha menyerang titik buta beruang salju itu. Ia menganalisanya dari dua serangan sebelumnya.


Mata pedang itu dengan cepat menguhus titik buta, namun karena udara dingin membuat pergerakan Yeon-Jin tak segesit biasanya. Satu detik kemudian beruang salju itu menyadari pergerakan Yeon-Jin.


Walau Yeon-Jin menargetkan titik buta dari beruang salju itu tapi tetap saja gerakan Yeon-Jin terlalu lambat sehingga beruang salju itu pun mengibaskan tangannya ke depannya.


Melihat serangan itu Yeon-Jin pun melempar pedangnya ke arah pukulan beruang salju itu, dengan sekuat tenaga pukulan yang sudah terisis energi spiritual ia hantamkan ke titik buta beruang salju itu.


Pukulan sekuat tenaga itu membuat beruang salju mundur ke belakang di tambah mata pedang Yeon-Jin yang juga bertabrakan dengan pukulan beruang salju membuat tangan beruang salju sedikit terluka.


Beruang salju itu goyah dan mengerang marah, hal itu tak disia-siakan oleh Yeon-Jin. Ia dengan cepat mengambil pedangnya lalu segera menghunuskan pedangnya ke perut beruang salju.


Seperti perkiraannya kalau monster yang habis berhibernasi maka titik terlemahnya adalah lambungnya yang kosong, untung saja struktur tubuh beruang salju hampir sama seperti beruang yang ada di daerah lain.


Satu serangan itu tak langsung berhasil melumpuhkan beruang salju itu, Yeon-Jin terpental karena tendangan dari kaki beruang salju itu.


Namun Yeon-Jin memaksakan diri dengan menggunakan langkah ringan, ia berusaha berlari kembali sekuat tenaga. Kali ini titik terakhir dari setiap monster.


Jlebbb!

__ADS_1


Jantung yang berisi batu kehidupan milik beruang madu itu berhasil ia hunuskan dengan pedang milik Yeon-Jin dengan 8 serangan bertubi-tubi secepat yang Yeon-Jin bisa.


__ADS_2