Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 70 : Kelompok


__ADS_3

Han Yu dan Xixi kembali beradu elemen, ada efek angin besar dengan percikan api sehingga terlihat di balik gelombang angin besar itu ada percikan api berwarna merah terang.


Masing-masing dari Han Yu dan Xixi menguatkan kuda-kuda mereka satu sama lain, kalau lengah sedikit saja maka dapat dipastikan siapa yang akan terpental.


Cincin yang digunakan Han Yu kembali bersinar terang, jarum-jarum yang masih menempel di tubuh Han Yu sekarang terlepas lalu melayang dan secara cepat melesat ke arah Xixi.


Mata Xixi terbelalak karena jarum-jarum itu membuatnya tak fokus lalu Han Yu pun mengambil kesempatan emas ini lalu menghempaskan pedangnya ke depan.


Xixi terpental ke belakang, pedang yang ia pegang pun sudah terlepas dari tangannya, gelombang angin itu memutari tubuh Xixi bersamaan dengan percikan api yang membesar.


Han Bao juga mengambil kesempatan emas ini, ia yang kesal dengan Kia pun mendorong tubuh Kia ke arah Xixi dengan sekuat tenaga saat Kia nampak lengah.


Kia terlempar ke arah Xixi lalu Xixi dan Kia pun bersama-sama terpental angin itu, tubuh mereka bukan hanya terbawa angin tapi juga terbakar api yang berkobar di dalam angin.


Qia berdiri dengan tegap melihat kejadian itu, ia cukup puas karena dua orang menyebalkan itu telah hilang untuk sementara waktu. Dirinya sekarang bisa berkompetisi untuk dirinya sendiri.


Sekarang tersisa 4 murid wanita, mereka saling menatap dan tak ada yang berniat untuk menyerang karena memang mereka cukup lelah. Han Bao menghampiri Han Yu dan mereka mengobati luka masing-masing.


Mereka berada di sisi yang cukup berjauhan, hanya Han Bao dan Han Yu yang bersama sedang dua murid yang tersisa mengambil tempat yang cukup jauh untuk istirahat.


Dari kejauhan Qia memperhatikan kondisi dari 3 murid lain yang selamat, sebenarnya ia tak begitu ingin mendapatkan harta itu toh nanti kalau ia bisa menang pun hadiahnya pasti akan direbut oleh Xixi.


"Ibu, aku pasti bisa mendapatkan harta itu demi keselamatan mu," ucap murid lain yang selamat, namanya adalah Vivi dan ia cukup beruntung bisa bertahan sampai saat ini.

__ADS_1


Dirinya cukup lelah bertarung tanpa henti tapi ada sebuah motivasi yang membuat Vivi tak bisa menyerah yakni penyakit ibunya yang hanya bisa di tangani dengan kalung kehidupan.


Sedangkan Han Yu dan Han Bao.


"Kakak, tadi sangat keren lho. Aku bangga punya kakak seperti kakak sebagai panutan," ucap Han Bao sambil mengobati luka Han Yu.


"Iya itu tak bisa sepenuhnya keren, lawan ku tadi cukup kuat dan tak bisa diremehkan. Han Bao aku harap kompetisi ini bisa membuka mata mu tentang dunia yang kejam diluar sana," ucap Han Yu.


"Iya kak, kakak benar tentang diriku yang harus bersikap dan berpikir dewasa. Mulai sekarang aku harus dapat membanggakan ayah dan ibu dari atas sana," ucap Han Bao.


Han Yu tersenyum mendengar itu dari Han Bao, mereka saling mengobrol sambil mengobati luka luar mereka. Tak lama kemudian sosok ratu siluman dengan para pesuruhnya pun datang.


Cukup lama waktu istirahat yang mereka berikan sehingga 4 murid yang tersisa merasa cukup stabil kekuatan mereka untuk saat ini setelah pertarungan tanpa henti dari tadi.


Secara mendadak tubuh mereka terlempar, Han Bao dan Han Yu dan yang lain terlempar ke hadapan ratu siluman dan Han Yu berpasangan dengan Qia sedangkan Han Bao berpasangan dengan Vivi.


"Nah, kalian akan aku sortir lagi dan satu kelompok dari kalian akan saling bertarung di final. Kalian harus mendaki gunung di arah yang berbeda tapi tujuan kalian sama yakni sampai ke puncak gunung," ucap ratu siluman.


Tanpa aba-aba mereka langsung berteleportasi di kaki gunung yang harus mereka daki, mereka berkelompok dan memulai di kaki gunung di sisi yang berbeda.


Han Yu melihat Qia namun Qia langsung memalingkan muka, mereka tanpa berbicara berjalan menuju ke atas gunung yang punya tekanan yang cukup tinggi.


Ketika mereka menginjakkan kaki ke gunung itu rasanya ada beban berat yang mereka tanggung, entah mengapa udara yang ada di sini berasa aneh bahkan api yang dikeluarkan oleh Han Yu berubah menjadi berwarna biru.

__ADS_1


"Aneh, gunung ini tak pernah ku temukan sebelum-sebelumnya di sini. Sepertinya ini sisi terlarang alam hutan ini, aku harap Han Bao bisa menghadapi ini," batin Han Yu.


Baru beberapa langkah mereka berpijak sudah ada lawan yang menghadang, sepertinya di gunung itu bukan hanya suasananya aneh namun juga ada banyak monster berbentuk aneh.


Di hadapan mereka ada 6 monster berbentuk aneh, bentuk mereka bulat dengan satu mata besar di sekitar matanya ada lubang-lubang yang mengeluarkan bau busuk.


Tangan mereka sangat besar dan kaki mereka ada empat, lidah mereka menjulur dan mata mereka berkedip-kedip. Han Yu dan Qia sama-sama merasa jijik dan mau mual saja.


"Kita harus melawan mereka, sebaiknya kita melawan mereka dari sisi yang lain. Kau ambil alih perhatian 3 yang lain biar aku yang tangani yang lain," ucap Han Yu.


Qia hanya bisa mengangguk, dirinya melempar jarum tanpa racun ke arah 3 monster itu lalu pergi begitu saja ke sisi lain yang ternyata berhasil menarik perhatian 3 monster itu untuk mengikutinya.


Han Yu berusaha menahan diri untuk tidak muntah, dirinya mengeluarkan api biru yang menurutnya sangat aneh karena api itu seperti punya pikiran sendiri dan bisa bergerak tanpa perintah Han Yu.


Han Yu mencoba menggerakan pedangnya yang mengeluarkan api biru itu, 3 monster itu mendekati Han Yu dan Han Yu juga mendekat lalu menebaskan pedangnya dari atas ke bawah.


Monster itu nampaknya kesakitan ketika api biru itu mengenai mereka, namun mereka bukannya melemah malah semakin menggila karena rasa sakit yang mereka rasakan.


Tangan-tangan kasar mereka berusaha meraih Han Yu namun Han Yu berusaha sekuat tenaga untuk menghindar karena ia juga merasa jijik dengan tangan-tangan monster itu yang berwarna hijau.


Han Yu memutar pedangnya dan membentuk kobaran api biru yang lebih besar, Han Yu kemudian menghunuskan pedangnya ke depan yang mengeluarkan gelombang api biru yang kuat.


Han Yu langsung melompat ke atas, dirinya melihat ke bawah dan melihat monster-monster itu juga melompat, tangan dari salah satu monster itu pun berhasil meraih Han Yu lalu menarik tubuh Han Yu.

__ADS_1


__ADS_2