Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 17 : Ilusi


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan? Mengapa lama sekali baru sampai, ah aku terlalu memberi kebebasan rupanya kepada kalian apa perlu aku kurung kalian bersama para wanita itu," hardik pemimpin kelompok itu.


Pemimpin kelompok itu bertubuh besar dan memiliki otot-otot yang kuat, wajahnya biasa saja namun ia punya kekuatan yang cukup kuat di kota ini, bisa disebut sebagai kepala preman di kota inilah.


Ke-lima pemuda itu bergidik ngeri, mereka harus dapat memberi alasan agar pemimpin mereka tak memberi hukuman lagi, terakhir kali mereka tak bisa bangun dari kasur selama 3 hari.


"Tuan kami mohon ampun, sebenarnya kami membawa barang bagus untuk tuan bersenang-senang, ia adalah kelinci, sangat cocok dengan selera tuan," ucap salah seorang pemuda.


"Iya tuan, kami telah mengurungnya di penjara. Tuan bisa mendatanginya selama kami menjalankan tugas kami," ucap salah seorang pemuda yang lain.


Mendengar itu membuat pemimpin kelompok itu pun merasa tertarik, ia pun membiarkan ke-5 pemuda itu pergi dan menjalankan tugas mereka sedangkan ia pergi ke penjara.


Pemimpin sekte ini bisa disebut sebagai penggemar kelinci, semua jenis umur dan kalangan ia pernah rasakan bahkan ia sudah mengenal untuk membuat cinta dari sejak kecil melalui ibunya.


Zhang Fang melihat para wanita di sekitarnya tertidur dengan pulas setelah memakan makanan yang dibawa pelayan beberapa saat yang lalu, itu mengandung obat bius, pikir Zhang Fang.


Tak lama ia mendengar langkah kaki seseorang, ia mengintip dari balik sel penjara dan mendapati seorang pria bertubuh besar dengan seringai diwajahnya.


Pria itu yang merupakan pemimpin kelompok tersebut pun menatap Zhang Fang yang ia baru pertama lihat, tak lama pemimpin kelompok itu menyeringai.


Zhang Fang yang merasa ada bahaya yang akan terjadi pun mundur ke belakang, ia masih terluka dan masih lemas ditambah energi yin yang miliknya belum juga pulih.


"Wah rupanya benar kata mereka, gadis cantik yang masih putih bersih," ucap pemimpin kelompok itu yang membuat Zhang Fang ketakutan.


Sedangkan Cia Chnagyi yang telah menyamar pun memasuki gedung itu, ia semakin dekat dengan keberadaan Zhang Fang namun ada beberapa orang yang menjaga.

__ADS_1


"huh, kalau seperti ini bagaimana," ucap Cia Changyi, ia melihat beberapa penjaga yang ia yakin akan mudah mengalahkannya dengan kekuatan fisiknya.


Cia Changyi pun menghela napas, ia terpaksa mengeluarkan benang cahaya dari mutiara cahaya dewa yang ada di dalam tubuhnya. Tak lama dengan cepat cahaya keluar dari tangan Cia Changyi.


Sedangkan Zhang Fang yang telah diseret oleh pemimpin kelompok itu pun hanya bisa meronta-ronta, namun sia-sia saja karena Zhang Fang telah di beri obat perangsang.


"Kau tak usah melawan dan diamlah gadis kecil," ucap pemimpin kelompok itu dengan seringainya yang jahat, ia berada di atas.


Ia secara paksa mengunci kedua tangan Zhang Fang dan dalam sekali serangan pemimpin kelompok itu menerobos pertahanan milik Zhang Fang.


Zhang Fang memperlihatkan ekspresi wajah histeris, ia mengeluarkan air mata dan berteriak kesakitan. Melihat itu membuat pemimpin kelompok itu semakin gencar melakukan serangan.


Yang tak diketahui oleh pemimpin kelompok itu adalah keberadaan kekuatan besar yang ada di belakangnya, aura pedang berwarna merah darah secara cepat menusuk punggung pemimpin kelompok itu sampai ke jantungnya.


Zhang Fang dengan mata merah darah memegang pedang yang tak kasat mata, ia memandang pemimpin kelompok itu dengan tatapan beringas lalu terjatuh.


Zhang Fang yang lemas pun melihat keadaan sekitar, ia merasa bingung dengan apa yang terjadi namun matanya terbelalak ketika melihat Cia Changyi tak sadarkan diri di depan pintu bersimbah darah.


Di alam bawah sadarnya Cia Changyi merasakan sakit pada jiwa raganya, tubuhnya telah 40% hancur dan tak stabil. Hal itu membuat Camilla panik.


"Cia Changyi kau gila ya?! Kau memaksakan diri melakukan ilusi yang cukup besar, kau akan mati kalau tubuh mu memiliki kekuatan fisik anak umur 6 tahun, untungnya kau lebih kuat dari anak seusia mu," ucap Camilla.


Cia Changyi hanya bisa pasrah, mau tak mau ia harus mengambil resiko besar itu karena Cia Changyi melihat Zhang Fang hampir saja dinodai oleh seorang pria besar.


Tubuh Cia Changyi secara tiba-tiba bergejolak, ada energi misterius yang memasuki tubuh Cia Changyi yang meregenerasi kembali jiwa raga Cia Changyi yang telah rusak.

__ADS_1


"Ini energi yin yang, apakah Zhang Fang yang mentransfer energi miliknya," ucap Camilla, ia merasa terkejut dan Cia Changyi merona pipinya ketika mendengar itu.


Kesadaran Cia Changyi mulai kembali, satu hal yang ia rasakan adalah hembusan nafas yang cukup kuat. Rupanya Zhang Fang melakukan transfer energi yin yang melalui nafas buatan.


Cia Changyi dapat melihat secara jelas wajah Zhang Fang yang menutup matanya dari jarak yang sangat dekat, hal itu berlangsung selama hampir satu jam.


40 menit kemudian.


Tubuh Cia Changyi yang membaik pun beristirahat sejenak dengan menyenderkan diri di pohon, Zhang Fang yang merasa malu pun menghindari Cia Changyi yang sadar dengan mencari kayu bakar untuk membuat api unggun.


Hawa hangat dari api unggun yang dibuat oleh Zhang Fang membuat hangat tubuh Cia Changyi yang sedari tadi menggigil kedinginan, Zhang Fang menyodorkan sebuah minuman hangat yang ia beli dari toko di kota.


"Terima kasih kau telah menyelamatkan nyawa ku," ucap Cia Changyi mencoba membuka percakapan.


"Tidak! Kau yang telah menyelamatkan ku dari pria bajingan itu, kau menggunakan teknik rahasia mu untuk menolong ku sampai kau hampir mati, tidak cukup bagiku berterima kasih," ucap Zhang Fang.


"Aku harap kau tak membocorkannya dari siapapun tentang teknik ilusi ku sebelum aku menjadi lebih kuat untuk menggunakannya leluasa," ucap Cia Changyi.


"Pasti, aku akan menjaganya dengan baik," ucap Zhang Fang sambil menatap Cia Changyi yang tengah minum susu hangat itu.


"Kita istirahat dulu, saat pagi kita lanjutkan perjalanan. Ada satu hal yang harus aku lakukan sebelum kembali ke sekte, tak apakan kalau tak langsung pulang," ucap Cia Changyi.


"Ah tak apa-apa, kita ke sini pun karena urusan mu itu jadi akan sia-sia kalau kita kembali tanpa menyelesaikannya," ucap Zhang Fang lalu tersenyum hangat.


Lalu mereka pun membuat tenda secara terpisah dan beristirahat sampai pagi datang, Zhang Fang tidak bisa tidur memikirkan kejadian yang ia alami. Walaupun Cia Changyi berumur 6 tahun tapi karena rajin olahraga dan makan makanan spiritual membuat perawakannya menjadi seperti berusia 12 tahun.

__ADS_1


__ADS_2