![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Sekarang Zhang Fang dan Cia Changyi sedang berjalan ke jalur tersembunyi untuk keluar dari sekte, mereka melewati jalan yang langsung menuju hutan.
"Hati-hati dengan hutan ini, aku harap kau siap dengan kemungkinan terburuk," ucap Cia Changyi memperingati Zhang Fang.
"Tunggu, kau tak bilang kalau ini adalah perjalanan yang berbahaya," Zhang Fang menghentikan langkahnya dan sedikit terkejut.
"Memang apa yang kau harapkan dari perjalanan bersama ku, perjalanan romantis?" ucap Cia Changyi yang menggoda Zhang Fang, hal itu membuat Zhang Fang merona karena malu.
"Tidak! Yasudah aku juga yang mengatakan ingin berpetualang seharusnya aku lebih siap lagi," ucap Zhang Fang, ia nampak sedikit cemberut dan juga kesal.
"Wanita memang sulit dimengerti, entah apa yang mereka pikirkan tentang pria," gumam Cia Changyi di dalam hati, Cia Changyi memang tak berpengalaman dengan wanita di kehidupan sebelumnya.
Tak lama mereka memasuki hutan lebat yang bahkan cahaya matahari pun sedikit masuk, hal itu membuat Zhang Fang agak takut karena tak biasa dengan kegelapan, ia pun hanya bisa mendekati Cia Changyi.
"Zhang Fang sekarang adalah waktunya kau memberanikan diri dan keluarkan apa yang kau pelajari selama ini, kau tau kan aku belum menjadi pendekar," ucap Cia Changyi.
Zhang Fang merasa ditipu oleh Cia Changyi, sepertinya ia memang dipaksa untuk menghadapi dunia luar oleh Cia Changyi. Zhang Fang menghela nafas dan memberanikan dirinya.
Di kehidupan sebelumnya Cia Changyi kabur dari sekte saat penyerangan melalui jalur ini karena terburu-buru, melalui jalur ini ia menghadapi hidup dan mati dan mendapat harta berharga.
"Sepertinya akan ada monster yang akan datang, bersiaplah Zhang Fang aku akan membantu mu sebisa ku dengan intruksi apa yang harus kau lakukan," ucap Cia Changyi yang kemudian naik ke atas pohon.
Zhang Fang pun menghela nafas dan menyiapkan diri untuk apa yang akan ia hadapi, selama ini ia latihan dengan sesama murid dan baru pertama kali ia akan bertarung dengan monster.
Seekor harimau dengan tubuh kekar dan bulu belang yang lebat membuat Zhang Fang meneguk ludahnya kasar, ia agak gemetar melihat sosok monster secara langsung untuk pertama kali.
__ADS_1
"Zhang Fang jangan panik, kau lakukan saja pernapasan yin yang untuk mengendalikan tubuh mu, ingat bahwa ini satu-satunya cara bagimu untuk tak dikekang lagi oleh ayah mu," ucap Cia Changyi.
Zhang Fang mengikuti intruksi dari Cia Changyi, ia melakukan pernapasan yang melibatkan energi yin yang dalam tubuhnya, ia juga mengalirkan energi yin yang ke dalam pedang.
Harimau itu nampak terusik dengan keberadaan Zang Fang yang ia anggap musuh yang mau merebut wilayah kekuasaannya, ia dengan agresif berlari ke arah Zang Fang.
"Kelemahannya ada pada kaki-kakinya, kau harus mengalihkan perhatiannya dengan serangan bertubi-tubi di area wajah dan badannya lalu serang kakinya sekuat tenaga," ucap Cia Changyi dari atas pohon.
Saat harimau itu semakin mendekat, Zang Fang pun mengangkat pedangnya dan menyerang dengan gerakan bertubi-tubi, ia berusaha menghindari cakaran harimau itu namun ia tak cukup kuat untuk menahannya.
Zang Fang merasa sakit karena juga mendapat cakaran dari harimau itu, karena itu ia pun langsung saja memusatkan serangan ke kaki harimau itu.
"Bagus kau tidak boleh lengah sekarang, cakar itu kau harus serang secara brutal dan jangan berhenti sebelum aku suruh berhenti walaupun kau lelah, ini masalah hidup mati yang sepenuhnya ada di tangan mu," ucap Cia Changyi.
Zang Fang pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Cia Changyi, untung saja ia punya pernapasan yin yang sehingga membuatnya tak gemetar ketika pertama kali membantai.
Di satu titik Zhang Fang terpental karena dorongan kuat dari harimau itu, Zhang Fang pun mengeluarkan darah dari mulutnya dan tersudut di pohon.
"Zang Fang bangun cepat! Sekarang momentum untuk mengakhiri ini, kau harus mengeluarkan ledakan energi dari nafas mu sesuai yang diajarkan Camilla, ini tentang hidup mati bukan adu tanding dengan murid sekte yang tak serius saat melawan mu," ucap Cia Changyi.
Zhang Fang yang lelah pun mengingat ayahnya, ia tak bisa mengecewakan ayahnya dengan dirinya yang tak bisa melindungi dirinya sendiri. Ia menghela nafas dalam dan merapalkan mantra.
Angin kencang bertiup dari hidung Zhang Fang, angin itu mengandung energi yin yang berwarna hitam dan putih. Harimau itu yang menghirup angin itu pun lemas seketika.
"Sekarang tiup angin dari mulutmu sekuat tenaga!" teriak Cia Changyi dan tak lama kemudian harimau itu terlempar beberapa meter dan jatuh tersungkur.
__ADS_1
Cia Changyi yang melihat itu pun segera turun lalu menangkap tubuh Zhang Fang yang pingsan karena kelelahan, itu adalah pengalamannya yang pertama mengeluarkan energi sebesar itu.
Zang Fang membuka matanya, ia merasakan hawa dingin di sekitarnya. Rupanya sekarang ia berada di gua yang dekat dengan lokasi bertarungnya dengan harimau tadi.
"Selamat Zhang Fang, kau sangat hebat mempraktekkannya," ucap Cia Changyi yang sedang duduk di sekitar Zang Fang.
Di depannya ada api unggun dan beberapa daging harimau tadi, rupanya Cia Changyi mengolah daging harimau itu menjadi daging panggang yang beraroma lezat.
"Kau pasti laparkan, makanlah untuk memulihkan tenaga mu sebelum kita melanjutkan perjalanan, aku tinggal dulu ya," ucap Cia Changyi kemudian beranjak pergi.
Zhang Fang sekarang diselimuti oleh selimut milik Cia Changyi, aroma tubuh Cia Changyi yang khas bahkan masih menempel di selimut itu membuat Zhang Fang merona.
Sedangkan Cia Changyi, ia tengah melanjutkan proses mutilasi kepada harimau itu untuk diambil bagian yang penting berupa taring, cakar, dan juga batu spiritual.
"Wah aku mencium aroma batu spiritual yang sangat harum, apakah itu untuk ku?" tanya Camilla yang berada di dalam tubuh Cia Changyi.
"Iya, ini juga berkat kau yang mengajari Zhang Fang pernapasan yin yang. Ini makanlah," ucap Cia Changyi dan ia pun membiarkan Camilla menyerap batu spiritual itu sampai habis.
"Uh cukup lezat, tak buruk juga walaupun dari monster tingkat rendah bisa dijadikan camilan," ucap Camilla setelah menghisap hasib batu spiritual itu.
Zhang Fang nampak mengganti pakaiannya dan telah bersiap-siap, ia yang melihat kedatangan Cia Changyi pun menghampirinya.
"Aku sangat berterima kasih kepadamu karena memberi ku intruksi tadi, aku sangat senang bisa melindungi diriku sendiri untuk pertama kalinya tanpa bantuan ayahku," ucap Zang Fang.
"Tak apa, lagian aku juga menggunakan mu supaya dapat mengalahkan harimau itu. Nanti kita akan menjual bagian tubuh harimau di kota," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
Mereka pun setelah itu kembali melanjutkan perjalanan.