Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]

Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]
Chp 53 : Penyamaran Memalukan


__ADS_3

"Tuan pakai ini sebagai penyamaran, aku akan menggantikan tuan tidur di kamar ini," ucap Bai sambil menyerahkan baju perempuan kepada Wei Lan.


"Apa? Ini baju pelayan perempuan, kenapa coba aku tidak dijadikan pelayan laki-laki saja," ucap Wei Lan protes dengan penyamaran yang diusulkan Bai.


"Ya ampun, kalau begitu pasti ketahuan. Ini pokoknya akan berhasil kebetulan aku diajari merias oleh ibu ku jadi sekarang waktunya mempraktekkannya," ucap Bai.


Wei Lan meneguk ludah kasar, sial hanya karena ingin bertemu dengan pendekar hebat itu ia sampai harus menjatuhkan harga dirinya, pikir Wei Lan.


Bai dengan cekatan dan cepat membuat Wei Lan yang merupakan pria tampan dan keren menjadi sosok wanita yang bisa dibilang cantik dan imut, Bai sampai tersenyum mengejek.


"Dasar, setelah ini pokoknya kau akan aku hukum," ucap Wei Lan yang merasa malu karena dirinya di perlakukan seperti ini oleh Bai pelayannnya sendiri.


"Maaf tuan tapi ini juga demi kepentingan mu, baiklah setelah ini aku akan berdiri sambil mengangkat dua piring selama 3 jam," ucap Bai untuk menenangkan Wei Lan.


Wei Lan pun berusaha menenagkan dirinya, ia mau tak mau harus melakukan hal ini. Sesuai rencana ia menggantikan pelayan wanita yang hendak mengantar makan malam ke kamar dua pendekar itu.


"Huh mengapa juga mereka berdua ada dikamar yang sama, apa mereka saling memeluk sambil tidur karena takut hantu," ucap Wei Lan menggerutu sambil membawa beberapa makanan.


Nampak ada penjagaan cukup ketat dari pendekar bayangan milik sekte pedang gunung yang hanya dikeluarkan untuk menjaga keamanan tamu terhormat dari luar dan lainnya.


Benar saja para pendekar bayangan yang jarang melihat wanita langsung menatap mesum penampilan Wei Lan yang nampak menggemaskan.


Wei Lan sadar akan ditatap begitu, ia yang merasa jijik dan ternodai pun dengan terburu-buru menuju ke kamar yang serasa ada di paling ujung.

__ADS_1


"Kenapa banyak sekali penjaganya, dasar pendekar bayangan mesum, aku terlihat seperti daging sapi bagi mereka saat ini," gumam Wei Lan di dalam hati mengutuk para pendekar bayangan itu.


"Hei cantik kau mau mengantar makanan ya, bagaimana kalau buat janji temu dengan abang setelah ini," ucap salah seorang pendekar bayangan yang cukup kekar.


Melihat dan mendengar hal itu membuat Wei Lan merasa merinding, bulu kuduknya berdiri karena diperlakukan seperti ini kepada laki-laki, ia baru pertama kali menerima perlakuan kurang ajar seperti ini.


"Maaf aku sudah punya pacar," ucap Wei Lan, suaranya memang ia buat selembut mungkin dengan bantuan beberapa ramuan yang berbeda dengan efek yang cukup kuat.


"Tak apa kan kalau kita hanya berkenalan, aku rasa pacar mu itu tidak akan keberatan kalau pacarnya bersama para pendekar kuat seperti kami," ucap pendekar itu membuat yang lain tertawa.


Wei Lan memegang erat troli yang ia bawa, ia mengutuk para pendekar kurang ajar itu yang membuatnya tak habis pikir dengan pikiran mesum mereka. Nanti mereka akan dihukum berat dengan latiahan 100x lebih berat! Pikir Wei Lan.


Salah seorang pendekar bayangan ingin memegang tangan Wei Lan namun sebelum Wei Lan bereaksi ia didahului oleh Cia Changyi yang menepis kasar pendekar itu.


Para pendekar bayangan itu langsung menunduk hormat dan meminta maaf, mereka sudah diberi tahu oleh ketua sekte kalau sosok dua pendekar yang harus mereka jaga dapat membunuh mereka dengan cepat, jadi jangan sampai menyinggung mereka.


Cia Changyi langsung membawa Wei Lan ke kamarnya, Wei Lan tak melawan. Ia rasa seperti tubuhnya dikendalikan oleh sosok pemuda di hadapannya.


Saat di dalam kamar, Cia Changyi langsung menghempaskan tangan Wei Lan sampai ia hampir terjatuh namun Wei Lan segera menyeimbangkan tubuhnya sebelum jatuh di lantai.


"Kau sangat hebat ya menggoda para pendekar itu, aku jadi salut dengan penyamaran mu itu tuan dewan paling muda di sekte gunung pedang, Wei Lan," ucap Cia Changyi.


Wei Lan melebarkan matanya, ia yang sudah capek-capek berdandan seperti wanita dengan mudah diketahui oleh sosok pemuda di depannya, walaupun pada akhirnya ia juga akan membongkar penyamarannya.

__ADS_1


"Bagaimana kau tahu? Jangan-jangan kau adalah mata-mata lagi," ucap Wei Lan merasa gugup dan ucapannya pun terbata-bata.


"Hahahaha, sudahlah Wei Lan sebaiknya kau mandi saja lalu ganti baju yang kau kenakan dengan baju ku," ucap Cia Changyi berusaha menahan tawa melihat kelakuan teman seperjuangannya dulu.


Wei Lan tak bisa mengelak, bagaikan jatuh dikandang singa ia pun menurut kepada Cia Changyi karena memang make up yang ia pakai tebal dan baju yang ia kenakan juga amat sangat tidak nyaman, apalagi payudara palsu.


"Untung aku bisa membuat Yeon-Jin keluar, dia pasti akan marah kalau aku membawa masuk dia," ucap Cia Changyi, ia tahu dengan pikiran seperti Wei Lan ia akan melakukan hal ini.


Cia Changyi mengenggam tangannya erat, ia cukup terharu dan merindukan sosok teman seperjuangannya yang bahkan rela mati demi Cia Changyi bisa selamat dari kematian.


"Wei Lan, aku akan menjadikan mu teman yang aku lindungi segenap hati ku," ucap Cia Changyi, ia menggenggam kalung pertemanan yang ia buat bersama Wei Lan dikehidupan sebelumnya yang untungnya ia simpan di alam bawah sadarnya.


Cia Changyi tersenyum kecil, ia mengingat kenangan bersama Wei Lan yang menjadi sosok yang berarti dalam hidupnya. Ia juga tak menduga tebakannya benar kalau Wei Lan akan menemuinya dengan penyamaran cantik seperti itu.


Tak lama kemudian Wei Lan keluar dari kamar mandi, ia merasa tak nyaman melihat sosok Cia Changyi yang nampak mendominasi. Wei Lan harus melakukan rencananya apa pun yang terjadi.


"Aku bisa tebak kau mau aku membantu mu menguatkan posisi mu menjadi ketua sekte gunung pedang," ucap Cia Changyi yang membuat Wei Lan tersandung saat berjalan karena terkejut.


"Ah, kau memang memata-matai ku ya. Pokoknya aku tak akan kalah dari mu walau kau pendekar hebat tapi jangan remehkan kekuatan ku," ucap Wei Lan yang merasa waspada.


Cia Changyi pun bangkit dari duduknya, ia mulai mendekati Wei Lan secara perlahan dengan tekanan yang ia buat sehingga membuat Wei Lan berjalan mundur, entah mengapa Wei Lan merasa takut.


Tatapan mata Cia Changyi nampak tegas saat melihat Wei Lan, Cia Changyi juga menggunakan kelemahan dari Wei Lan yakni bau bunga matahari yang semerbak.

__ADS_1


__ADS_2