![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Flashback On.
Malam yang dingin, ada 2 pendekar hebat yang telah selesai adu tanding. Itu adalah Cia Changyi yang berusia 117 tahun dan seorang pendekar wanita bunga dahlia.
"Aku akui kehebatan mu, kau bisa mengalahkan kesadaran yang aku buat dan membuka mata ku akan celah teknik ku," ucap pendekar wanita bunga dahlia.
Cia Changyi memandang wanita dihadapannya dengan kagum, walau ia menang tapi kekuatan wanita itu bisa disebut setara dengan Cia Changyi yang merupakan pendekat teratas.
"Kau harus memberi tahu ku sesuai kesepakatan awal, darimana kau mendapatkan teknik yang kuat itu. Tenang aku tak akan mengambilnya dari mu, aku hanya penasaran saja," ucap Cia Changyi.
"Ah baiklah, aku percaya kepada mu. Kau adalah pendekar kuat yang paling jujur yang pernah aku temui selama ini, kau sebelumnya dari sekte cahaya pedang kan? Aku mendapatkan teknik itu dari sana," ucap pendekar wanita unga dahlia.
Wanita itu mengeluarkan sebuah kitab yang berbahasa kuno, Cia Changyi terkejut dengan kitab yang dikeluarkan oleh wanita itu.
"Oh, bukankah itu yang ada di perpustakaan sekte cahaya pedang. Aku menemukannya tapi karena tak tahu cara membacanya jadi aku tak mempelajarinya, andai saja aku tahu," ucap Cia Changyi.
"Oh kau sudah tahu, yah berarti memang takdir memilihku untuk menguasai kitab ini, aku sudah harus pergi aku harap kita bisa bertemu lagi dan aku tak akan kalah dari mu lagi," ucap pendekar wanita bunga dahlia.
Wanita itu pun pergi meninggalkan Cia Changyi, walau ada penyesalan di diri Cia Changyi tapi ia bisa apa kalau itu bukan keberuntungannya. Cia Changyi pun pergi setelah itu untuk memulihkan diri.
Flashback Off.
Meningat kejadian itu membuat Cia Changyi tersenyum, di kehidupan ini takdir telah memihaknya untuk menjadi dewa dan ia tak akan menyia-nyiakannya.
"Aku harus berterima kasih kepada pendekar wanita bulan dahlia itu, aku harap bisa bertemu dengannya lagi," ucap Cia Changyi lalu ia pun membawa kitab itu.
Ia memilih tempat duduk favoritnya dan mulai membaca kitab itu, awalnya ia batuk-batuk karena debu yang ada di halaman bukunya cukup tebal tapi itu tak mengurungkan niat membaca sama sekali.
__ADS_1
Ia membaca kata demi kata dari buku itu, tak terasa waktu berlalu. Matahari yang awalnya berada di timur sekarang sudah berada di barat dengan langit jingga dan burung-burung berkicau.
Lee Anming datang dan melihat Cia Changyi yang tengah fokus membaca sebuah buku, matanya bagaikan tak berkedip saat membaca buku tebal yang berdebu itu.
"Ah kau datang Lee Anming, aku sangat salut dengan Changyi, dia begitu hebat dapat fokus membaca buku selama berjam-jam tanpa istirahat, aku jadi tak tega menghentikannya," ucap Xia Annchi.
Mendengar hal itu membuat Lee Anming terkejut, jadi dari tadi Cia Changyi membaca selama berjam-jam tanpa istirahat! Jelas itu tak normal sama sekali.
Nampak Cia Changyi yang nampaknya kelelahan, matanya yang tajam tadi tiba-tiba berubah. Ia menutup kitab itu dan Cia Changyi pun terjatuh ke belakang tak sadarkan diri.
Hal itu membuat Lee Anming secepat kilat menangkap tubuh Cia Changyi sebelum tubuhnya menyentuh tanah, hal itu membuat buku-buku disekitar berantakan karena kecepatan Lee Anming.
"Changyi bangun, jangan tinggalkan kakak," Lee Anming dengan panik sambil memeluk Cia Changyi, ia gemetar ketakutan melihat Cia Changyi yang tak sadarkan diri.
Di dalam kesadaran Cia Changyi, ia dapat membuka matanya dan mendapati berada di sebuah ruangan putih, ada sosok wanita cantik yang duduk di hadapan Cia Changyi.
"Hai Cia Changyi, selamat datang di kesadaran ku. Perkenalkan aku adalah sosok penjaga kitab dimensi cahaya," ucap wanita itu memperkenalkan dirinya.
"Hahahaha, sudah sangat lama sejak seorang pria memuji kecantikan ku bahkan kau adalah anak berusia 6 tahun, aku cukup terkejut dengan orang pertama yang membaca kitab dimensi cahaya," ucap Camilla.
"Tak usah banyak basa-basi, aku ingin cepat pergi dari sini, ada orang yang sedang menunggu ku dengan cemas," ucap Cia Changyi, ia melihat sekilas Lee Anming sebelum kesadarannya masuk ke sini.
"Kau sangat berani, tapi aku salut walaupun kau masih kecil tapi kau bukan anak biasa pasti ada entitas yang mempengaruhimu kan jadi aku tidak akan berbaik hati walau kau anak kecil," ucap Camilla.
Tebakan Camilla memang tepat, Camilla pun mengubah ruangan putih itu menjadi warna yang lebih gelap dan sosok asli Camilla dengan aura menyeramkan pun muncul.
"Sebelum kau menjadi tuan ku maka kalahkan dulu aku di dalam kesadaran ku ini," ucap Camilla dan api pun mulai membara di ruangan itu yang sangat panas bak neraka.
__ADS_1
Tubuh dan jiwa Cia Changyi merasa kepanasan, bahkan sekarang tubuhnya menggigil. Cia Changyi tak menyerah begitu saja bahkan ia sudah pernah mengalami hal lebih buruk dari ini sebelumnya.
Cia Changyi mengaktifkan mutiara cahaya dewa yang ada di dalam jiwa, dalam keadaan merangkak Cia Changyi berusaha mendekati Camilla walau harus merasakan neraka sekalipun.
Sebenarnya itu tak melukai jiwa dan raganya Cia Changyi, yang didapat oleh Changyi hanyalah rasa sakit tanpa efek apapun di tubuhnya namun tetap saja rasanya seperti di neraka.
Melihat hal itu Camilla hanya meremehkan Cia Changyi, sama seperti orang sebelumnya Camilla akan menjadikan Changyi makanannya setelah merangkak mendekat ke arahnya.
Saat jarak mereka cukup dekat Camilla yang siaga menyerang Cia Changyi, cakarnya menggores legannya dan bersamaan dengan itu Cia Changyi juga mengeluarkan benang cahaya dalam jarak dekat ke cakar milik Camilla.
Camilla yang terkejut dengan benang cahaya pun merasa fluktuasi tak beraturan di tubuhnya, hal ini tak disia-siakan oleh Changyi, ia berjalan ke arah Camilla dan menarik rambut Camilla.
"Ah, sialan dasar anak kecil," ucap Camilla, ia menggenggam tangan Cia Changyi dan kembali menyerangnya.
Pertarungan jarak dekat tak terelakkan, Camilla secara bruta menyerang Cia Changyi yang hanya bisa menepis serangan Camilla yang meningggalkan luka di tubuh Cia Changyi.
"Dasar bocah, kau akan mati dan bernasib sama seperti para pendahulu mu orang-orang bodoh yang hanya bisa membaca kitab kuno tanpa mengerti cara menguasainya, aku akui kau berbakat diusia muda tapi kau akan menjadi makananku," ucap Camilla lalu tertawa.
Namun secara tiba-tiba Camilla mendadak lemas, terlihat Cia Changyi tersenyum dan sekarang ia berdiri dengan susah payah di hadapan Camilla.
"Kau pikir aku bocah berbakat yang hanya bisa membaca kitab kuno itu, kau salah besar! aku Cia Changyi memahami kitab itu dengan pemahaman dewa milikku," ucap Cia Changyi.
Dengan darah milik Changyi serta cakar dan rambut milik Camillla, Changyi merapalkan mantra keterikatan dengan kitab dimensi cahaya yang telah ia hapal dari kitab itu.
Ia membuat Camilla menyerangnya agar Changyi dapat mengambil rambut dan cakar milik Camilla, hal itu tak diketahui oleh Camilla karena Camilla dikurung di kitab ini hanya sebagai penjaga.
"Seperti bulan, ia hanya memancarkan sinar matahari dan aku akan bersinar dengan cahaya dimensi milik mu Camilla," ucap Changyi merapalkan mantra terakhir.
__ADS_1
Camilla berdecak kagum, ternyata Changyi adalah orang dengan takdir langit yang mampu memahami kitab buatan dewa agung yang mengurungnya di kitab ini yang bahkan Camilla sendiri tak bisa mengerti makna kitab itu.
Ruang dimensi itu pun retak dan jiwa Camilla tersedot kedalam jiwa raga milik Cia Changyi bersama dengan mutiara cahaya dewa.