![Menjadi Dewa Di Kehidupan Kedua [S1]](https://asset.asean.biz.id/menjadi-dewa-di-kehidupan-kedua--s1-.webp)
Sekarang ini Lee Anming sedang bertarung melawan pendekar aliran hitam, ada dua orang yang harus ia kalahkan. Tak jauh berbeda keadaan dari rekannya yang lain.
Di luar perkiraan mereka kalau jumlah penyerang dua kali lipat dari jumlah mereka dan alhasil satu orang dari mereka harus melawan dua pendekar aliran hitam itu.
Lee Anming nampak gesit ketika menangkis serangan kedua pendekar itu, walaupun nampak mengungguli tapi sebenarnya Lee Anming merasa sakit di badannya.
Salah seorang pendekar memberikan serangan di lengan Lee Anming, ia yang agak lengah karena sakit yang bertambah pun terkena serangan itu sehingga membuatnya mundur ke belakang.
Ketika itu juga kedua pendekar itu memojokkan Lee Anming, sambil menahan sakit Lee Anming harus menangkis dan menyerang secara bersamaan, kalau dia sampai kalah maka ia hanya akan menjadi beban tim.
Tak lama setelah itu Ling Cang membantu Lee Anming setelah dua pendekar yang ia lawan sudah tewas, tak lama Ling Cang pun berhasil membunuh dua pendekar itu.
Mata pedangnya yang sudah merah darah ia tebaskan langsung ke kedua pendekar itu dengan gerakan yang sangat cepat, itu membuat Lee Anming merasa takjub dengan kekuatan Ling Cang.
"Kalian semua sebaiknya pergi membawa Lee Anming biar aku yang mengurus mayat para pendekar aliran hitam ini," ucap Ling Cang, ia bertindak menggantikan kepemimpinan Lee Anming.
Beberapa murid sekte pun membawa Lee Anming yang lemas sedangkan Ling Cang setelah memastikan tak ada orang lain lagi pun membaca mantra dan melakukan sebuah ritual.
Darah dari jarinya ia teteskan di setiap mayat itu dan beberapa saat kemudian mayat-mayat itu kembali hidup dengan wajah yang lebih datar dan seperti orang yang dihipnotis.
"Kalian semua sekarang pergi dan lakukan sesuai rencana, pastikan kalian mengganti wajah kalian agar tak dikenali lagi," Ling Cang memerintahkan anak buahnya itu.
Pendekar yang sudah dikontrol oleh darah milik Ling Cang pun menurutinya, mereka bergegas pergi dan mengaktifkan skill yang dapat merubah wajah mereka secara random.
Tak lama Ling Cang pun kembali ke rombongannya, hanya dalam dua minggu ini semua rencananya terlaksana dengan mulus. Ia sekarang bisa sedikit merasa tenang karena Lee Anming murid jenius sekte sudah ia taklukan.
__ADS_1
Di sekte cahaya pedang suasana ramai seperti biasa, Cia Changyi nampak memasuki sebuah gedung tempat para murid melakukan transaksi barang untuk pendekar ataupun alchemist.
"Nona, bisakah aku memiliki bahan-bahan ini?" tanya Cia Changyi sembari menyodorkan secarik kertas berisi bahan-bahan keperluan alchemist.
"Nak kau siapa? sepertinya kau bukan dari fakultas alchemist," nona itu bertanya kepada Cia Changyi karena merasa asing dengan keberadaan Cia Changyi yang baru pertama kali ia lihat.
"Ah perkenalkan nama saya Cia Changyi, saya memang bukan dari sini tapi dari fakultas pendekar," ungkap Cia Changyi memperkenalkan diri.
Nona itu mendengar tentang Cia Changyi yang menjadi adik angkat dari Lee Anming, karena masih ada banyak pelanggan sehingga nona itu pun segera menyiapkan pesanan Cia Changyi.
Setelah membayar ia pun bergegas pergi namun ada sesuatu yang menarik perhatiannya sebelum ia keluar dari gedung itu, ia bisa merasakan ada yang aneh.
Di jajaran pembelian pil untuk membantu penerobosan para pendekar ada yang aneh, walau Cia Changyi belum memulihkan kekuatannya tapi pengamatan dan instingnya masih tetap ada.
Pil-pil itu tak ada yang salah kalau dilihat dari luar namun bagi Cia Changyi yang sudah menjadi alchemist sudah puluhan tahun mengerti kalau pil itu adalah produk gagal.
"Tentu saja master Fu, dia adalah guru alchemist paling berbakat dan para muridnya pun juga turut membantu," jawab pelayan itu dengan antusias, sepertinya ia adalah penggemar master Fu.
Setelah berterima kasih Cia Changyi pun pergi menuju ke kediamannya, di perjalanan ia memikirkan masalah ini dengan seksama. Apa ini yang membuat sekte ini tak bisa berkembang banyak? pikir Cia Changyi.
Sekte cahaya pedang memang berjajar dengan 9 sekte lain menduduki sekte aliran putih paling kuat di dunia ini namun sekte ini mengalami kemandekan dan tak berkembang lebih jauh sehingga berada di urutan 10.
Di kehidupan sebelumnya Cia Changyi telah berguru dengan seorang master alchemist yang sudah ratusan tahun hidup, ia yang punya kemampuan itu ingin memajukan sekte ini dibidang alchemist.
Karena masih tak punya kekuatan pendekar yang membuat Cia Changyi hanya bisa memasak bahan-bahan yang ia beli tadi, tapi dengan sedikit trik dapat membuat ramuan yang berkhasiat walaupun tak 100%.
__ADS_1
Tak lama Zhang Fang pun datang, ia langsung di sambut aroma yang sangat harum dari dapur yang menarik perhatiannya. Ia mendapati Cia Changyi sedang membuat ramuan.
"Wah kau sedang buat apa itu?" tanya Zhang Fang dari belakang Cia Changyi.
"Ini untuk kita, ramuan ini berkhasiat membantu meningkatkan kekuatan tubuh," ucap Cia Changyi lalu ia mengangkat panci dan memasukkan ramuan itu ke teko.
"Coba kau minum," ucap Cia Changyi sambil menyodorkan secangkir ramuan buatannya. Saat Zhang Fang menghirup aromanya ia dibuat mabuk dengan harumnya ramuan ini.
Seteguk langsung ia habiskan, Zhang Fang merasakan manis dan sedikit pahit walaupun begitu masih tetap bisa dinikmati. Tak lama Zhang Fang merasakan perubahan di tubuhnya.
"Wah, ternyata kau sangat hebat menjadi alchemist. Ini seperti pil yang ada di fakultas alchemist tapi dalam bentuk cair dan lebih enak dikonsumsi," ucap Zhang Fang.
"Oh ya, kau sering menggunakan pil dari fakultas alchemist untuk membantu latihan kan? Bisakah aku meminta beberapa?" tanya Cia Changyi kepada Zang Fang.
"Bukankah kau masih belum menjadi pendekar buat apa kau mau mengkonsumsi pil itu bisa-bisa tubuhmu sakit lho," ucap Zang Fang memperingati Cia Changyi.
"Aku bukan ingin mengkonsumsinya tapi saat aku membeli bahan-bahan membuat ramuan seperti ada yang salah dengan pil yang ada di fakultas alchemist, aku hanya ingin memastikan lagi," ucap Cia Changyi menjelaskan maksudnya.
Mendengar itu Zang Fang pun mengerti dan memberikan beberapa butir pil yang tersisa sebagai jatahnya untuk minggu ini. Cia Changyi pun mengamatinya.
Cia Changyi pun membawa pil-pil itu ke dapur, Zang Fang membiarkannya dan lanjut latihan bersama Camilla seperti biasanya, satu setengah jam pun berlalu.
Zang Fang yang selesai mandi dan berganti baju selepas latihan pun menghampiri Cia Changyi di ruang tamu.
"Bisakah aku minta tolong kepadamu, berikan ini kepada master Fu dari fakultas alchemist dan suruh dia minum ramuan ini lalu berikan surat ini kepadanya," ucap Cia Changyi.
__ADS_1
Zang Fang pun yang tak tahu apa-apa pun hanya mengangguk mengiyakan Cia Changyi, ia pun kembali ke kamarnya sambil membawa sebotol ramuan dan secarik kertas.
"Aku harap semua berjalan lancar," ucap Cia Changyi sambil melihat kepergian Zhang Fang.